Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 16: Model


"Ada apa dengan baby Bing sayang. Apa dia sakit, atau dia mau sesuatu yang menganehkan?." Tanyanya dengan pertanyaan yang banyak.


"Baby Bing jangan terlalu kamu berikan makanan yang tidak sehat. Karena dia masih kecil, dan jangan terlalu membuatnya bermain main, atau dia akan melupakan tugas sekolahnya. Kamu paham." Jawab Leonathan dengan dingin kembali.


"Itu saja kah. Kalau itu aku juga sudah tahu, tidak perlu kamu perintah sayang." Ucap Luciana langsung duduk disampingnya.


"Ada satu lagi." Ucap Leonathan mengeluarkan sebuah kertas.


"Ini adalah kertas, yang dimana sudah aku tuliskan beberapa larangan setelah kita menikah." Ucap Leonathan memberikannya kepada Luciana.


Luciana langsung mengambilnya dan melihat. "Aku ingat, dimasa lalu, Leonathan juga memberikan seperti ini kepadaku. Tapi lama kelamaan, dia melupakan perjanjian ini, dan terus memperpanjang masa perjanjian ini, sampai ia melupakannya." Ucap batin Luciana tersenyum.


"Itu adalah perjanjian kita, kamu harus melihatnya dengan benar." Ucap Leonathan, sambil menyilangkan kakinya.


"Aku sudah paham kok sayang. Aku akan mengikuti semua kemauan kamu." Ucap Luciana mencium pipi Leonathan.


Sontak Leonathan kaget, dan langsung berdiri. "Huk, uhuk. Aku masih ada pekerjaan lagi di perusahaan. Aku pergi dulu." Ucap Leonathan langsung pergi meninggalkannya.


"Hahahahah, sungguh menggemaskan anak itu. Aku semakin ingin menerkamnya." Ucap Luciana tertawa, dan kembali menyiram bunga bunga tersebut.


Setelah Luciana menyiram bunga bunganya. Ia langsung masuk ke kamarnya, untuk mandi.


Setelah beberapa menit Luciana mandi. Ia pun langsung keluar dari kamar mandi, dan langsung mengenakan pakaian dress.


"Habis ini aku mau ngapain ya. Mending aku masak makan malam untuk anak dan suamiku." Ucap Luciana langsung keluar dari kamarnya.


"Ya." Sapanya juga langsung tersenyum, dan menuju dapur.


Sesampai dapur. Luciana pun langsung memanggil pembantu. "Bi." Panggil Luciana sambil melipat kedua tangannya.


"Iya non Luciana. Ada yang bisa saya bantu non?." Tanya pembantu tersebut, langsung menundukkan badannya.


"Tidak perlu sampai menunduk begitu bi. Kita sama sama manusia, jadi jangan seperti itu lagi ya bi. Saya tidak suka itu." Ucap Luciana tersenyum tipis.


"Baik non. Omong omong, ada apa non Luciana memanggil saya?." Tanya pembantu yang bekerja di bagian dapur.


"Ini bi, apa saya boleh membantu bibi membuat makan malam. Soalnya saya bosan berada di kamar terus. Apa boleh bi?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Tidak perlu non. Nanti tangan non Luciana terkena minyak lagi, dan jadinya tangan non Luciana terluka. Nanti saya akan sangat merasa bersalah." Jawab bibi tersebut.


"Tidak apa apa kok bu. Aku bisa menjaga diriku sendiri kok bi. Aman deh, serahkan saja kepadaku bi." Ucap Luciana sambil mengedipkan matanya.


"Oh ya, kamu namanya siapa. Kelihatannya kamu masih muda, dan kenapa aku memanggil kamu bibi ya. Aneh." Tanya Luciana sambil memegang dagunya.


"Nama saya Rose non Luciana. Saya memang masih muda kok, tapi saya sudah sering dipanggil bibi disini. Hehehehe." Jawab Rose, sambil mengelus lehernya.


"Wah, nama yang bagus. Tapi, kelihatannya kamu tidak pernah perawatan ya, makanya kamu terlihat keriput begitu. Pantas saja semua memanggil mu bibi, wajah mu saja keriput begitu. Bagaimana lain waktu aku akan mengajakmu ke salon." Ucap Luciana sambil menaikkan alisnya.


"Kelihatannya wanita ini cocok aku jadikan model. Kan aku punya brand gaun yang tidak pernah terpakai. Karena dimasa lalu