Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 93: Foto Pernikahan


Tiba tiba saja Luciana reflek melihat ke sebuah bingkai foto. "Itu kan bingkai foto. Foto siapa yang dipajang di ruangannya ini. Pasti itu foto baby Bing. Dia sangat menyayangi baby Bing." Meletakkan bekal di atas sofa, dan menghampiri meja Leonathan.


Saat menghampiri meja Leonathan. Luciana pun mengambil bingkai foto tersebut. Dan ternyata, itu adalah foto pernikahan mereka berdua.


"Eh, Leonathan menaruh foto pernikahan kami di sini. Setiap dia bekerja, dia selalu melihat foto ini. Soswet banget sih suami aku itu." Pipi Luciana memerah.


"Kan sudah aku duga. Dia benar benar mencintaiku. Tapi, itu tidak termasuk kontrak kan. Karena dia sendiri yang bilang kalau kami saling mencintai tanpa kontrak lagi. Tapi aku rasa, aku masih kurang nyaman." Ucap Luciana kembali duduk di sofa.


Dengan tenang, Luciana menunggu Leonathan masuk. Dan karena lama, Luciana pun mengantuk dan tertidur di sofa Dengan posisi duduk, sambil melipat kedua tangannya.


Dan saat Luciana tidur. Leonathan pun selesai rapat, dan langsung masuk ke dalam ruang kerjanya, bersama Stefan.


Sontak Leonathan dan Stefan langsung menatap ke arah Luciana yang tidur. "Luciana. Kenapa dia ada di sini, dan tidur." Ucap Leonathan.


"Mungkin nyonya mengantarkan bekal makan siang tuan. Tuan lihat saja bekal yang ada disamping nyonya. Itu khusus untuk tuan." Tersenyum Stefan.


"Kau bisa keluar dulu, dan lanjutkan pekerjaan yang lainnya." Perintah Leonathan.


"Baik tuan. Saya permisi," membungkukkan badannya, dan langsung keluar dari ruang kerja Leonathan.


Leonathan pun menghampiri Luciana, dan jongkok. "Saat masih tidur saja dia sangat cantik." Ucap Leonathan tersenyum, sambil mengelus tangan Luciana.


Tiba tiba saja Luciana terbangun, dan membuka matanya perlahan lahan. "Sayang, kamu sudah selesai rapat?" tanya Luciana.


"Iya. Ada apa kamu kemari?" jawab Leonathan sekaligus bertanya.


"Ini, aku bawain kamu bekal makan siang. Spesial untuk kamu, karena aku bikinnya penuh dengan cinta. Semoga kamu suka." Mengambilnya, dan langsung memberikannya kepada Leonathan.


"Terima kasih banyak," saat mau mengambilnya, Luciana kembali menarik bekal siang tersebut.


Sontak Leonathan bingung, dan menatap wajah Luciana. "Biar aku suapi aja ya. Kamu mau kan." Ucap Luciana sambil tersenyum.


"Aku bisa makan sendiri kok. Tidak perlu disuapi." Ujar Leonathan yang masih malu malu, dan pipinya sedikit memerah, karena melihat wajah Luciana yang memohon kepadanya.


"Plis. Kamu memang gak cinta kan sama aku. Ini semua hanya kontrak saja kan. Kalau begitu, makan saja ini sendiri. Aku mau pergi aja." Langsung meletakkannya di atas sofa, dan mau keluar dari ruang kerja Leonathan.


"Dia menggemaskan ketika ngambek," ucap batin Leonathan, dan ia langsung menarik tangan Luciana, dan Luciana pun masuk ke dalam dekapan Leonathan.


Merekapun saling bertatapan, dan pipi mereka berdua memerah. "Jangan pergi lagi. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi, sayang." Lembut Leonathan, dengan nada kecil.


"Hah, sayang. Kamu bilang aku sayang. Gak mimpi ini. Argh." Bahagia Luciana, langsung memeluk Leonathan dengan bahagia.


"Soal kontrak, jangan dipikirkan. Aku benar benar mencintaimu, tanpa ikatan kontrak." Ucap Leonathan menatapnya kembali, dan mereka kembali bertatapan.


Luciana pun memegang dahi Leonathan, "ada apa?" tanya Leonathan.


"Gak demam. Apa ini benar benar kenyataan. Apa aku mimpi?" tanya balik Luciana.


"Ini tidak mimpi. Ini benar benar kenyataan," jawab Leonathan langsung duduk di sofa.


"Aneh. Sepertinya anak ini belum minum baygon. Hahahah." Ucap batin Luciana ikut duduk disamping Leonathan, dan langsung membuka bekal makan siang tersebut.


"Kalau begitu, aku suapi kamu ya. Aaaaa," ucap Luciana langsung menyuapi Leonathan.


Leonathan pun mengunyah makanannya, sambil menatap wajah Luciana. "Anak ini benar benar aneh. Mungkin kesambet sesuatu." Ucap batin Luciana yang heran dengan kelakuan Leonathan.


"Iya. Karena masih ada berkas yang harus diselesaikan." Jawab Leonathan.


"Memangnya kenapa?" tanya balik Leonathan.


"Gak ada sih. Soalnya nanti malam aku dan karyawan perusahaan. Mau makan malam bersama, atas berhasilnya fashion week di London. Kamu mau ikut gak." Jawab Luciana sambil menawarkannya.


"Gak. Masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Kamu sendiri saja yang pergi." Jawab Leonathan, dan Luciana kembali menyuapinya.


Selesai makan. Luciana pun bergegas untuk pulang. "Aku pulang dulu ya sayang. Jangan pulang terlalu kemalaman. Dan langsung pulang, jangan kemana mana. Aku pulang dulu." Tersenyum Luciana, dan melambaikan tangannya.


Luciana pun langsung keluar dari ruang kerja Leonathan. "Dia menggemaskan." Ucap Leonathan tersenyum tipis, dan kembali duduk di kursi kerjanya.


Malam pun tiba. Dimana Luciana sudah bersiap siap untuk ke restoran yang sudah ia atur. Tiba tiba saja ponselnya berdering, dan Luciana langsung mengangkatnya.


"Rose, ada apa?" tanyanya.


"Nyonya dimana. Apa nyonya sudah berangkat?" tanya balik Rose.


"Ini saya mau berangkat. Kalian duluan saja. Nanti saya menyusul." Jawab Luciana.


"Baiklah nyonya. Nyonya hati hatilah. Saya tutup telponnya." Langsung mematikan ponselnya.


Luciana pun bergegas pergi, dan saat hendak keluar dari rumah. Tiba tiba ada yang memanggilnya, dan ia adalah baby Bing.


"Mami," panggil baby Bing.


Sontak Luciana membalikkan badannya, dan menatap wajah baby Bing. "Sayang, ada apa." Jongkok, dan mengelus rambut baby Bing.


"Mami mau kemana?" tanya baby Bing, sambil menaikkan alisnya.


"Mami mau makan malam sayang. Ada apa memangnya. Apa mau titip gulali. Nanti mami beliin." Jawab Luciana sambil tersenyum.


"Mau mami. Belikan Bing yang banyak ya ma." Jawab baby Bing dengan ekspresi bahagia.


"Baik sayang. Mami akan membelikan gulali yang banyak. Kalau begitu, kamu masuk kamar dulu ya sayang. Dan langsung tidur. Jangan bermain main lagi ya sayang mami." Ucap Luciana mengecup kening baby Bing.


"Baik mami. Tapi mami pergi dengan siapa saja, dan apa mami mengenal orang orang yang bersama mami?" tanya baby Bing penasaran.


"Ehm, kamu kenal om Kai kan. Nanti saat makan malam, ada om Kai juga. Jadi mami mengenalinya, dan semua teman kerja mami. Itu semua teman mami sayang. Kamu mengerti kan." Jawab Luciana kembali tersenyum.


"Baik mami. Kalau begitu, mami hati hatilah, dah." Melambaikan tangannya, dan Luciana pun kembali berdiri, lalu ikut melambaikan tangannya.


Luciana pun langsung keluar dari rumah, dan berangkat menuju restoran. Sesampai restoran setelah beberapa menit. Luciana pun langsung turun dari mobilnya, dan masuk ke dalam restoran tersebut.


Saat masuk ke dalam restoran. Ternyata, semua karyawan sudah menunggunya, termasuk Kai dan Rose.


"Maaf membuat kalian menunggu lama. Tadi ada urusan sebentar di rumah." Ucap Luciana duduk disamping Rose, sambil tersenyum tipis.


"Tidak apa apa nyonya. Kan nyonya bos nya. Jadi bebas mau datang kapan." Sahut Rose ikut tersenyum.


Disisi lain. Leonathan pun masih mengerjakan pekerjaan perusahaannya. "Apa sekarang