Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 15: Tersiram


"Apa bapak sudah menyemprotkannya?." Tanya Luciana kembali.


"Soal itu saya belum menyemprotkannya nona. Kenapa emangnya non?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Berikan pada saya pak. Biar saya yang menyiram bunga bunga ini, soalnya saya bosan didalam terus. Boleh kan pak." Jawab Luciana, dengan wajah manisnya.


"Ouh, tentu kok non. Tapi, jangan sampai tangan non Luciana terluka ya, atau bisa bisa nanti tuan Leonathan langsung memecat saya." Ucap penjaga taman bunga tersebut.


"Aman pak. Kalau begitu, bapak bisa kerjakan yang lainnya dulu, biar soal penyiraman, biar saya saja yang mengurusnya. Berikan semprotan air itu pak." Meminta Luciana.


Penjaga bunga tersebut, langsung memandikannya kepada Luciana." Ini non, kalau begitu saya permisi." Menundukkan badannya, dan langsung meninggalkan Luciana.


"Wah, akhirnya aku bermain air begini lagi. Sungguh menyenangkan." Ucapnya bahagia, sambil menyirami bunga bunga yang membutuhkan air.


"Minumlah yang banyak sayangku. Biar kamu semakin cantik, seperti diriku." Ucap Luciana kembali, dengan bahagia.


Tiba tiba saja rambut Luciana mengenai matanya. "Aduh, ganggu banget nih rambut. Aku ikat aja deh." Ucapnya langsung meletakkan semprotan air dan ia langsung mengikat rambutnya dengan postur yang cukup seksi.


Tiba tiba saja ada Leonathan yang juga mau ke taman bunga, karena mendapatkan informasi dari penjaga taman bunga, kalau Luciana ada di taman bunga.


Sontak Leonathan langsung terhenti, dan melihat Luciana yang begitu seksi, dengan postur tubuhnya yang langsing, saat mengikat rambutnya.


"Huk, uhuk. Dia wanita apa sih, sampai membuat postur tubuh seksi begitu." Ucap batin Leonathan langsung buang muka, dan wajahnya memerah.


"La, la la la. Hidup aman sentosa, dengan pangeran yang tampan." Bernyanyi Luciana, setelah mengikat rambutnya.


"Kenapa kau menyirami bunga?." Tanya Leonathan langsung menghampirinya.


Luciana yang sedang menyirami bunga bunga dengan selang air, langsung mengarahkannya ke Leonathan. Dan tanpa sadar, Luciana membuat Leonathan basah.


Luciana yang tidak sadar, karena melihat ketampanan Leonathan. Tiba tiba langsung sadar, akibat gertakan Leonathan.


"Eh, maafkan aku sayang. Aduh, jas kamu jadi basah." Ucap Luciana langsung mematikan selang air tersebut, dan langsung menghampiri Leonathan.


"Apa kamu baik baik saja sayang. Apa kamu kedinginan?." Tanya Luciana langsung memegang bagian perut Leonathan.


Sontak Leonathan langsung merinding, dan mendorong Luciana. "Aku tidak apa apa. Singkirkan tanganmu itu. Aku bisa menggantinya." Kembali datar Leonathan.


"Maafkan aku sayang, aku kira kamu kenapa napa tadi. Maafkan aku sekali lagi ya sayang." Memasang wajah memohon dengan imut.


"Sudahlah. Saya sudah memaafkanmu." Jawab Leonathan tanpa ekspresi, dan datar kembali.


"Omong omong, ada apa kamu kemari sayang?." Tanya Luciana, kembali menyalakan selang air, dan kembali menyiram bunga bunga tersebut.


"Aku disini, untuk menemuimu. Ada yang mau saya bicarakan padamu." Jawab Leonathan langsung duduk di kursi taman, yang sudah disediakan.


"Wah, apa kamu merindukanku sayang, sampai sampai mau bicara hal penting kepadaku?." Tanya Luciana dengan bahagia, sambil fokus ke bunga bunga yang ada didepannya.


"Ini bukan soal aku merindukanmu. Tapi ini menyangkut baby Bing." Jawab Leonathan dengan serius.


Sontak Luciana langsung berhenti, dan langsung mematikan selang air kembali. Luciana pun duduk disamping Leonathan.


"Ada apa dengan baby Bing sayang. Apa dia sakit, atau dia mau sesuatu yang menganehkan?." Tanyanya dengan pertanyaan yang banyak.


"Baby Bing