Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 88: Meninggal Dan Hidup


"Permisi tuan. Ini sudah 5 hari anda belum makan. Makanlah dulu tuan. Kelihatannya anda kelelahan dan lapar. makanlah dulu tuan. Kalau seperti ini, nanti nyonya tidak akan bahagia melihat anda kelaparan seperti ini tuan. makanlah walaupun sedikit saja." Khawatir Stefan.


"Sudahlah Stefan. Kau urus saja semuanya dengan baik, dan perusahaanku juga. Soal saya tidak perlu dipikirkan. Saya bisa menjaga diri saya sendiri." Jawab Leonathan dengan ekspresi serius.


"Baiklah tuan, saya permisi." Hanya bisa pasrah dan langsung keluar dari ruang tersebut.


"Luciana, bangunlah. Banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu. Kau tahu, Perusahaanmu sudah sukses sekarang. Rose bersama karyawan lainnya sudah fashion week di London, sesuai yang kamu katakan. Tapi kamu kenapa tidak bangun juga. Sudah banyak hal yang terjadi, selama kamu koma." Curhat Leonathan kepadanya.


Tiba tiba saja ada yang datang, dan ia adalah ibu Leonathan. "Nak. Bagaimana keadaan Luciana sekarang?" tanya ibunya, sambil mengelus pundak Leonathan.


Leonathan menatapnya, "seperti yang kita lihat bu. Luciana belum sadar, dan dokter bilang. Ini membutuhkan banyak waktu, dan hanya keajaiban yang bisa membantunya bu. Aku mohon bu, tolong doakan agar Luciana cepat sadar. Kasihan dia bu." Jawab Leonathan dengan raut wajah benar benar khawatir dan terlihat pucat.


"Iya nak. Tentu ibu akan mendoakan istrimu. Tapi, makanlah dulu sedikit. Agar kau tidak sakit. Ibu tidak mau melihatmu sakit nak. Makanlah dulu. Sudah 7 hari kau tidak makan. Makanlah dulu." Cemas ibunya kepada Leonathan.


"Biarlah bu. Aku harus menunggu Luciana sadar, baru aku akan makan bersamanya bu. Kalau ibu hanya mengatakan hal itu saja. Lebih baik ibu pergi bu. Lagi pula aku tidak akan makan, kalau istriku belum sadar." Jawab Leonathan menolaknya dengan tegas.


"Baiklah. Kalau memang itu keputusanmu. Ibu harap, kau baik baik saja. Kalau begitu, ibu pergi dulu." Mencium kening Leonathan, dan langsung keluar dari ruangan tersebut.


Ruang istirahat tersebut, sudah seperti taman bunga. Karena banyak bunga tulip dan bunga lainnya yang terletak dibawah. Begitu indah ruang istirahat Luciana. Dan tidak pernah layu sedikitpun. Itulah sebuah keajaiban.


"Luciana, bangunlah. Baby Bing sudah merindukanmu. Benar benar merindukanmu. Bangunlah, walau sebentar saja. Aku ingin melihatmu berbicara." Meminta Leonathan, sambil terus menggenggam kedua tangan Luciana dengan erat.


Tapi, disisi lain. Di dalam jiwa Luciana. Ia sudah sadar, dan baru sadar.


Ia berada di sebuah jalan, dan Luciana melihat Leonathan yang berdiri dihadapannya, dan membelakanginya. "Sayang, sayang. Kamu mau kemana?" tanya Luciana di dalam mimpinya.


"Jangan pernah temui saya lagi. Aku akan pergi selamanya dari kehidupanmu." Jawab Leonathan didalam mimpi tersebut.


"Gak, kamu gak boleh pergi. Tunggu, tunggu Leonathan." Luciana pun mengejar Leonathan yang berlari jauh, ke jalan yang gelap.


"Leonathan, jangan pergi. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku mencintaimu Leonathan." Terus mengejar, hingga nafasnya tidak beraturan.


Tapi di dunia nyata. Luciana drop. Sontak Leonathan kaget, dan panik. Ia pun langsung memanggil dokter.


"Dokter, dokter. Tolong istri saya dok, tolong." Panggil Leonathan dengan keras.


Dokter pun langsung datang, dan mengecek keadaan Luciana. "Anda boleh keluar dulu. Kami akan mengurus pasien." Ucap dokter tersebut, kepada Leonathan, dan Leonathan langsung keluar dari ruangan tersebut.


Kembali ke dalam mimpi Luciana. "Sayang, kamu dimana. Leonathan, kamu dimana." Panggil Luciana mencarinya, dan melihat di sekelilingnya yang gelap.


Luciana kembali melihat Leonathan yang berdiri dari kejauhan. Luciana pun kembali mengejarnya. Karena Leonathan terus berlari, dan menjauhinya.


"Leonathan tunggu. Maafkan aku, jika aku ada salah. Tunggu, tunggu aku Leonathan." Teriak Luciana kepada Leonathan, yang tidak mau membalikkan badannya, dan terus berlari.


Nafasnya yang sudah tidak beraturan. Dan darah yang menyelimuti seluruh badannya. Luciana kembali melihat Leonathan yang berdiri dari kejauhan. "Leonathan, aku mencintaimu." Luciana pun meninggal di dalam mimpi tersebut.


Dan kembali ke dunia nyata. Dimana dokter sudah berusaha sebisa mungkin. Sampai dokter menggunakan alat setrum untuk jantung Luciana. Tapi tidak terjadi apapun, dan jantungnya terus melemah.


Akhirnya dokter dan suster tidak bisa menyelamatkan Luciana lagi. Luciana pun di nyatakan meninggal dunia.


"Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi tetap saja tidak bisa. Sepertinya dia sudah menyerah." Ucap dokter tersebut, langsung melepaskan alatnya, dan keluar dari ruangan tersebut.


Leonathan yang sangat panik, sampai menggigiti jarinya. Dokter pun menghampiri Leonathan.


"Permisi pak," panggil dokter tersebut.


Sontak Leonathan langsung menatap wajah dokter tersebut. "Bagaimana keadaan istri saya. Di baik baik saja kan?" tanya Leonathan dengan cemas.


Stefan yang baru datang, langsung berdiri disamping Leonathan. Dan mendengarkan yang akan disampaikan oleh dokter tersebut.


"Maaf banget pak. Istri anda tidak bisa kami selamatkan. Sepertinya dia sudah menyerah. Maafkan saya pak." Jawab dokter tersebut, sambil menundukkan kepalanya.


"Gak, itu tidak mungkin. Dia pasti masih hidup. Kalian tidak waras. Dia masih hidup. Dia masih." Langsung pingsan, karena merasa pusing.


Dengan sigap Stefan langsung menahan badan Leonathan agar tidak jatuh." Tuan, anda kenapa. Mungkin karena tuan banyak pikiran, dan ditambah belum makan. Tolong bantu bawa ke ruangan istirahat." Perintah Stefan, dan suster lainnya, langsung membantu membawa Leonathan ke ruang istirahat.


Disisi lain. Suster terus mengawasi Luciana. Mana tahu ada sebuah keajaiban yang terjadi.


Dokter kembali masuk ke dalam ruang istirahat Luciana. "Bagaimana. Apa ada perkembangan?" tanya dokter tersebut, kembali memeriksa detak jantung Luciana yang telah berhenti.


"Belum dok. Belum ada perkembangan." Jawab suster tersebut.


Kembali ke dalam mimpi Luciana. Dimana tiba tiba saja Luciana sadar dari kecelakaannya, dan ia langsung terduduk. "Argh, kenapa aku bisa ada di sini. Dan kenapa aku tidak mati. Seharusnya kan aku mati karena ditabrak mobil itu tadi. Apa ini sebuah keajaiban bagiku." Memegang kepalanya.


Luciana pun langsung berdiri, dan merapikan pakaiannya yang sudah kotor dan dipenuhi dengan darah. Tiba tiba saja, ia kembali melihat Leonathan yang berdiri di hadapannya, dan membelakanginya.


"Leonathan. Apa ini benar benar kau. Aku merindukanmu Leonathan." Langsung memeluk Leonathan dari belakang.


"Apa kau benar benar mencintaiku?" tanya Leonathan.


"Aku benar benar mencintaimu. Bahkan kalau aku mengatakannya beribu kata. Mungkin tidak akan cukup. Karena aku benar benar mencintaimu, dan menyayangimu. Aku tidak ingin kau pergi. Tetaplah berada disisiku. Dan cintailah aku." Jawab Luciana terus memeluk Leonathan dari belakang dengan bahagia.


Disisi lain. Di dunia nyata. Tiba tiba denyut jantung Luciana kembali berdetak. "Dok, denyut jantung dan nadi nona Luciana kembali dok. Ini sebuah keajaiban." Bahagia suster yang sedang memeriksa jantung dan nadi Luciana.


"Ini benar benar