Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku

Akan Kubuat Kau Luluh Kepadaku
Episode 60: Naik Pangkat


Di sisi lain. "Aku harus merencanakan sesuatu, untuk menjebak Luciana. Dia pasti akan masuk ke dalam jebakanku." Ucap batin yang tidak lain lagi ialah Dayton.


Di sisi lain. Luciana pun kembali duduk dan memegang dagunya, dengan tangan kanannya.


"Ouh ya, aku lupa ke makam ibu kan. Ini kalau kebanyakan pekerjaan. Setelah menginap di rumah ayah. Aku ke pemakaman ibu deh. Rindu juga sama ibu." Kata hati Luciana sambil tersenyum.


"Mending aku tulis buku diary aku aja deh. Lagi pengen cerita." Tersenyum, dan kembali duduk dikursinya, dan langsung mengambil buku diary miliknya.


Luciana pun mengambil pulpen juga, dan mulai menulis isi hatinya.


Setelah ia menulis buku diary khususnya. Ia pun bersiap siap tidur, dan menunggu Leonathan datang. Akhirnya Leonathan datang juga, dan langsung berbaring di sisi lainnya.


Seperti biasanya, mereka ada batasan, di tengah tempat tidur. Agar tidak kelewatan. "Kenapa belum tidur?." Tanya Leonathan.


"Aku menunggu kamu sayang. Hehehehh, karena kamu sudah di sini. Yaudah deh, selamat malam suamiku sayang." Jawabnya dengan bahagia, dan langsung membelakangi Leonathan dan tidur.


"Dia menungguku, hanya mau mengatakan hal itu saja. Astaga." Ucap batin Leonathan ikut membelakangi Luciana dan mereka mengenakan selimut masing masing.


Keesokan paginya, di mana Luciana sudah bersiap siap untuk pergi ke Perusahaan Queen Dress, untuk mengecek keadaan di sana.


"Sayang, kamu jangan lupa untuk datang ke rumah ayah nanti ya. Karena kita kan akan menginap di sana. Kamu paham kan." Ucap Luciana yang sedang membuat susu hangat untuknya.


"Aku juga sudah tahu. Kalau begitu, aku pergi dulu." Jawab Leonathan langsung berangkat ke perusahaan.


Luciana pun duduk di kursinya, sambil meminum susu hangat yang ia buat sendiri. "Bagaimana dengan Rose. Apa dia menjalankan perintahku dengan baik. Karena kemarin ia tidak pulang. Apa mungkin dia tidur di sana. Aku harus mengeceknya juga." Ucap Luciana mengambil ponselnya, dan menghubungi Rose.


Tersambung. "Halo nyonya, ada apa nyonya?." Tanya Rose langsung.


"Kau kenapa tidak pulang kemarin. Apa kau menginap di perusahaan?." Tanya balik Luciana, sambil meminum susu hangatnya kembali.


"Iya nyonya, maafkan saya nyonya. Karena kemarin baru selesai semuanya, di malam hari. Jadi, tidak ada taxi di malam hari juga. Jadinya saya tidur di perusahaan saja deh nyonya. Kebetulan ada sofa yang empuk." Jawab Rose sambil tersenyum.


"Kalau begitu, aku akan ke sana. Dan kalau kau kelelahan, kau bisa istirahat dulu. Karena kau sudah mengurus semuanya." Perintah Luciana.


"Baik nyonya, terimakasih banyak nyonya." Mengikuti perintah Luciana.


Luciana pun langsung mematikan ponselnya," saya pergi dulu ya bi. Karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Dan katakan pada Bing nanti, kalau saya akan menginap di rumah orang tua saya. Bibi paham kan." Ucap Luciana menatap wajah pelayan tersebut.


"Siap nyonya. Kalau bisa, nanti tuan Bing akan menghubungi anda. Bisa kan nyonya?." Tanya pelayan tersebut.


"Tentu saja bi, kalau begitu saya pergi dulu bi." Jawabnya sambil tersenyum, dan langsung keluar dari rumah, dan berangkat ke perusahaan pertama, yaitu Perusahaan Queen Dress.


Sesampainya di Perusahaan Queen Dress. Luciana pun langsung turun dari mobilnya, dan masuk ke dalam.


"Salam bu bos." Ucap semua karyawan yang ada.


"Delisa, kamu ikut saya ke ruangan saya." Perintah Luciana menuju ruang kerjanya, bersama Delisa.


Di ruang kerja Luciana. Luciana pun langsung duduk di kursinya. "Ada yang bisa saya bantu bu bos?." Tanya Delisa membungkukkan badannya terlebih dahulu, untuk memberikan hormat kepadanya.


"Dimana direktur itu. Tolong kamu panggilkan dia dulu." Ucap Luciana dengan ekspresi serius.


"Baik nyonya, saya panggilkan pak direktur dulu." Jawab Delisa kembali keluar, untuk memanggil pak direktur.


Setelah Delisa memanggil pak direktur. Merekapun langsung masuk ke dalam ruang kerja Luciana.


"Salam bu bos. Ada hal apa bu bos memanggil saya?." Tanya pak direktur.


"Begini pak direktur. Oh ya, saya lupa menanyakan nama anda. Siapa nama anda?." Tanya Luciana sambil menyilangkan kakinya.


"Nama saya Gila g bu bos." Jawabnya kembali membungkukkan badannya.


"Jadi begini pak Gilang. Saya memanggil anda, untuk menugaskan anda, mengatur semua permodelan di sini. Karena ini sebelumnya milik nyonya Elena. Tentunya model sudah di tentukan kan. Maka sebab itu, saya tinggal memberikan model desainnya saja, dan busana yang akan mereka gunakan. Maka sebab itu, saya mau kalau kamu urus semua permodelan itu."


"Kamu kan hanya mengurus bagian tamu tamu dan brand saja. Maka sebab itu, karena kamu adalah direktur di sini. Tentu kamu yang paling pandai di sini, dan pekerjaan yang kamu kerjakan sekarang ini, sangat tidak sesuai dengan status mu ini. Maka dari itu, saya mau meletakkan kamu dibagian permodelan saja dan bagian mengurus desain. Kamu paham." Ucap Luciana menjelaskannya secara detail.


"Baik bu bos. Semua perintah anda, akan saya laksanakan dengan baik." Jawab Gilang menurut dengan ucapan Luciana.


"Dan untuk kamu Delisa. Saya akan menaikkan pangkat kamu menjadi manager pengaturan tamu dan brand yang ada, juga menjadi bagian sosial media. Saya lihat kamu sangat pandai publik speaking. Maka sebab itu, saya jadikan kamu manager perusahaan ini. Tentunya untuk menemani pak direktur. Kamu mengerti kan." Tanya Luciana dengan ekspresi sangat serius.


"Saya mengerti bu bos," jawabnya.


"Kalau begitu, kalian laksanakan ucapan saya ini, dan jangan sampai ada kesalahan, karena saya tidak suka kesalahan. Kalau begitu, pak Gilang, ini adalah beberapa desain yang sudah saya cetak, dan akan siap dijadikan busana. Tolong siapkan secepatnya, dan kalau sudah siap, hubungi saya. Karena saya akan melihatnya secara langsung." Memberikan berkas yang berisikan desain desain hasil buatannya.


"Baik nyonya, akan saya urus semuanya sebaik mungkin, dan secepatnya akan siap." Ucapnya langsung mengambil berkas yang diberikan Luciana.


"Kalau begitu, kalian bisa kembali ke pekerjaan kalian sekarang. Dan pak Gilang, tunjukkan ruangan baru untuk Delisa. Karena sekarang, dia kan bukan karyawan lagi." Perintah Luciana.


"Siap nyonya. Kalau begitu, kami permisi." Ucap bersamaan Gilang dan Delisa, langsung membungkukkan badannya, dan keluar dari ruang kerja Luciana.


Setelah Gilang dan Delisa pergi. Luciana pun langsung meregangkan badannya.


"Lelah juga berbicara." Mengambil air putih botol, dan langsung meminumnya.


"Semua sudah beres, dan tinggal atur semua permodelan yang ada." Membuka laptopnya dan mulai mengatur desain desainnya.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya. "Masuk." Ucap Luciana sambil mengetik di laptopnya.


Seseorang pun masuk, dan ia adalah Alvino. "Kakak." Bahagia Alvino, langsung menghampiri Luciana.


Sontak Luciana langsung menatapnya. "Alvino, kenapa kau ada di sini?." Tanya Luciana menatapnya.