
Semua karyawan fokus melihatnya. "Kenapa saya menjadi pemilik baru perusahaan ini. Karena saya lihat kinerja Gita kurang bagus, dan saya cari lebih tahu. Kenapa karyawan banyak dipecat oleh pak direktur, itu semua dikarenakan, karena dia tidak mau, kalau rencana jahatnya gagal."
"Yaitu, dengan mengorupsi uang perusahaan, untuk ia berfoya foya. Maka sebab itu, kalian jarang mendapatkan gaji, bahkan sampai ada yang komplain kan. Tentu orang seperti mereka, tidak pantas dipertahankan. Makanya saya langsung yang membeli perusahaan yang ini."
"Agar kedepannya perusahaan ini sukses dan tidak bangkrut. Dan saya akan menambahkan gaji yang lebih dari gaji yang dibayar oleh Gita. Dan saya juga akan menambahkan gaji tambahan, kalau kalian bekerja dengan baik, untuk menghasilkan beberapa desain, yang membuat pelanggan suka."
"Maka sebab itu, saya mengganti nama perusahaan ini, dengan nama Perusahaan Princess Gown. Bagaimana menurut kalian." Ucapnya sambil menaikkan alisnya.
"Wow, itu benar benar nama yang indah nyonya. Selera anda memang bagus." Puji karyawan lainnya.
"Terima kasih banyak, dan sekarang panggil saja saya dengan sebutan bos. Kalau begitu, semua barang di sini, harus diganti. Dan besok akan saya kirim semua bahan yang kurang di sini, agar semua terlihat beda. Kalian paham kan." Ucapnya kembali.
"Kami paham bos." Jawab semua karyawan ikut tersenyum.
" Oh ya, saya akan membuat permainan. Siapa yang berhasil mendapatkan satu brand terkenal, yang mau bekerjasama dengan kita. Aku akan memberikan uang tip 50% ditambah uang gaji yang tinggi." Ucap Luciana sambil menyilangkan kakinya dan tersenyum tipis.
"Wah, itu lumayan banget itu. Bisa menambah uang untuk keseharianku, dan membayar kebutuhan lainnya. Yakan." Ucap semua karyawan senang.
"Bagaimana menurut kalian, permainan saya?." Tanya Luciana sambil menaikkan alisnya.
"Tentu saja kami akan berusaha mungkin nyonya, untuk mendapatkan brand mahal dan terkenal, agar mau bekerjasama di perusahaan kita ini." Jawab semua karyawan bahagia.
"Kalau begitu, permainan di mulai besok, dan masing masing orang harus memilikinya. Kalau bisa, kalian dapatkan brand Dior, dan dengan begitu, akan saya naikkan gajinya lebih tinggi dari yang saya janjikan. Kalau begitu, rapat kita tutup, dan kalian bisa kembali ke meja kalian masing masing." Ucap kembali Luciana.
"Baik bos." Semuanya langsung menyebut Luciana bos, dan langsung keluar dari ruang rapat tersebut.
Setelah semua karyawan pergi. "Nyonya benar benar hebat. Saya sangat kagum dengan pemikiran anda nyonya." Kagum Rose, dan pipinya kembali memerah.
Luciana menatapnya. "Terima kasih banyak Rose, akhir akhir ini, kau jadi sering memuji saya. Kalau begitu, mari kita pergi ke perusahaan pertama." Ucap Luciana langsung mengenakan tasnya, dan keluar dari ruang rapat, bersama dengan Rose.
Merekapun langsung menuju ke perusahaan pertama, yaitu perusahaan Queen Dress.
Sesampainya, merekapun langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam perusahaan tersebut.
"Salam bos." Ucap semua karyawan langsung menundukkan badannya, untuk memberi hormat kepada Luciana.
Luciana pun langsung menuju ruang direktur, dan Sesampainya. Ia pun langsung masuk ke dalam ruang tersebut.
"Eh, nyonya. Salam nyonya." Ucap direktur tersebut, langsung menundukkan badannya, memberi hormat kepada Luciana.
Luciana pun langsung duduk di sofa. "Bagaimana dengan perkembangan hari ini?." Tanya Luciana langsung menyilangkan kakinya.
"Semua berjalan dengan baik nyonya, seperti yang anda minta nyonya. Dan ini berkas untuk semua model dan beberapa desain untuk kita keluarkan nyonya." Jawabnya langsung menunjukkan berkas tersebut, kepada Luciana, dan Luciana pun langsung mengambilnya.
"Oh ya, tolong katakan kepada semua karyawan, kalau sekarang juga kita rapat dan semua kumpul di ruang rapat. Ada yang harus saya katakan kepada semuanya. Kamu mengerti kan." Ucap Luciana sambil melihat berkasnya.
Di dalam ruangan. "Rose, tolong kamu rekap lagi beberapa model ini. Kan kamu managerku sekarang, dan akan memimpin Perusahaan Princess Gown. Jadi kamu sudah paham akan model model dan desain ini. Ini aku serahkan kepadamu." Ucap Luciana langsung memberikannya kepada Rose.
"Baik nyonya, saya akan melakukan sebaik mungkin." Ujar Rose mengambilnya dan tersenyum.
"Kalau begitu, mari kita pergi ke ruang rapat sekarang." Langsung keluar dan menuju ruang rapat, bersama Rose.
Sesampainya, mereka langsung masuk ke dalam, dan semuanya sudah ada di dalam. Sontak semuanya langsung berdiri, dan memberi salam kepada Luciana.
"Salam bos," ucap semua karyawan yang ada di ruang rapat tersebut.
"Mari duduk nyonya." Tersenyum direktur, dan Luciana pun duduk dan di jaga oleh Rose di sampingnya.
"Saya memanggil kalian semua, karena ada hal yang penting yang harus saya katakan. Dan ini menyangkut masa depan perusahaan ini, di sini saya akan memperkenalkan beberapa desain yang harus kalian buat secantik mungkin. Agar pelanggan ataupun desainer lainnya tidak kecewa." Ucap Luciana elegan, dan menunjukkan beberapa model.
1 Jam pun berlalu, dimana rapat sudah selesai. Dan Luciana mengatakan di rapat tersebut, seperti yang di perusahaan Princess Gown.
"Kalau begitu, kalian bisa kembali ke meja kalian masing masing." Perintah Luciana langsung berdiri, dan tersenyum.
"Terima kasih banyak bos." Menundukkan badannya, dan langsung keluar dari ruang rapat tersebut.
"Apa nyonya tidak lelah?." Tanya Rose langsung memberikannya air putih botol.
Luciana mengambil air putih tersebut, dan langsung meminumnya. "Aku tidak lelah kok Rose. Ini sudah menjadi pekerjaanku, agar masa depan anakku bisa bahagia. Dan aku tidak menyangkut Leonathan saja. Maka sebab itu, aku harus menjadi wanita karir yang sukses. Kalau begitu, mari kita pulang sekarang Rose." Jawabnya, dan memberikan botol tersebut kepada Rose, dan mereka langsung keluar dari perusahaan tersebut.
Merekapun kembali ke rumah. Sesampainya, Luciana dan Rose langsung turun dari mobil, dan langsung masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah. "Salam nyonya." Salam semua pelayan yang ada.
Luciana pun langsung duduk di sofa. "Nyonya mau bubur kah. Saya baru membuat bubur kacang hijau dingin, biar mendinginkan badan nyonya. Apa nyonya mau?." Tanya pelayan tersebut.
"Boleh, tolong ambilkan saya buburnya." Jawab Luciana sambil meregangkan lehernya.
"Baik nyonya, kalau begitu nyonya tunggu sebentar. Saya ambilkan dulu buburnya." Langsung mengambil bubur yang sudah ia buat.
"Aduh, lelah banget. Semua harus aku tangani, untuk mencapai kesuksesan. Hadeh." Curhat Luciana kepada Rose yang ada disampingnya.
"Apa mau saya pijitin nyonya. Karena saya mempunyai teknik memijat juga?." Tanya Rose sambil tersenyum.
"Wah, kamu hebat juga ternyata. Kalau begitu, boleh deh pijitin." Jawab Luciana ikut tersenyum, dan Rose langsung memijitinya.
"Bagaimana nyonya, lumayan enak belum?." Tanya Rose sambil memijat Luciana.