
Beberapa jam lamanya kami berdiam diri di bangunan itu dengan segala asumsi yang kami keluarkan tentang bangunan itu. Alih-alih kami berpencar mencari sesuatu untuk menemukan petunjuk tentang asal bangunan ini. Disetiap sudut ruangan telah kami cari dan tidak ada apapun yang berguna untuk kami.
"Nggak ada sesuatu yang bisa kita jadikan sebagai petunjuk!" ucap Ilyas.
"Iya kamu benar." ucap Yasya membenarkan ucapan Ilyas.
"Karena tidak ada apa-apa disini lebih baik kita segera keluar dari bangunan ini." ucapku.
"Kamu benar kita harus segera pergi dari sini." ucap Yasya.
"Ya sudah ayo." ucapku.
Kami akhirnya memutuskan untuk keluar dari bangunan tersebut karena akan sangat berbahaya jika berada ditempat seperti ini lebih lama lagi. Kami mulai berjalan menjauh dari sekitar bangunan tersebut. Kami mengambil arah timur untuk melanjutkan perjalanan mencari petunjuk berikutnya. Setelah kira-kira setengah jam kami berjalan, kami menemukan sebuah pondok kecil untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali.
"Kita ikuti saja alur jalan ini." ucap Yasya menimpali.
"Sampai sekarang Clara dan Naila belum kita temukan. Semisterius inikah hilangnya mereka hingga kita harus sampai ke dalam hutan belantara ini untuk menemukan mereka atau petunjuk yang mempermudah kita untuk mencari mereka." ucapku sembari menatap langit yang mulai gelap.
"Yah mau bagaimana lagi, kita tidak bisa mengubah sesuatu yang sudah terlanjur terjadi bukan." ucap Yasya.
"Hm kamu benar Sya, jika kita tidak bisa mengubahnya maka kita harus mengakhirinya." ucap Ilyas ikut mengadah ke langit yang mulai gelap dan terlihat disebelah barat tampak matahari yang tenggelam memperlihatkan sunset ungu berpadu dengan orange kemerahan.
Matahari mulai terbenam di sebelah barat warna sunset terlihat indah dari pondok kecil tersebut. Kami menikmati sunset tersebut dengan kagum, serta terpesona dengan keelokannya. Sunset saat ini tiba-tiba mengingatkan kita tentang kebersamaan yang kami lalui hingga saat ini dan salah satu kenangan kebersamaan kami adalah ketika kami dapat bersama-sama menikmati indahnya sunset disetiap harinya dengan candaan serta senyuman yang selalu mengembang dan tak pernah pudar oleh apapun. Andai itu dapat terulang kembali saat ini pasti akan sangat bahagia dan berarti sekali. Karena dapat bersama-sama melewati satu hari dengan sunset dan menutup serta mengakhiri hal-hal yang telah terjadi di hari ini. Kami telah berseru jika akhir dari suatu hari adalah adanya sunset di sore hari yang menandakan telah usai segala sesuatu yang saat itu juga terjadi yang berubah menjadi sebuah moment dan terbitnya matahari dari timur akan menandakan mulainya suatu hal baru yang tidak akan sama seperti sebelumnya yang telah terjadi. Hal baru akan menjadi peristiwa baru juga yang kita lalui bersama dengan keadaan yang ada saat itu juga. Dan itu semua saat ini hanya akan menjadi sebuah kata andai, andai, dan andai yang entah akan terwujud atau tidak nantinya. Kami selalu berharap jika andaian kami dapat terwujud seperti ekspektasi kami sebelumnya. Kami hanya berharap pada harapan-harapan yang kami andaikan untuk kami bersama dan bahagia dengan orang-orang terdekat kami. Sesederhana itu untuk bahagia dan bersama, namun tak sesederhana itu jalannya untuk mewujudkannya.
'Andai....'