Terjebak Akibat MATA BATIN

Terjebak Akibat MATA BATIN
Kejadian Ganjil


Akhirnya kami pun berpisah setelah terlihat didepan sudah ada pertigaan diujung jalan. Aku berbelok ke kiri, Naila dan Ilyas berbelok ke kanan karena jarak kedua rumah mereka tidak jauh hanya dibatasi oleh satu rumah yang menjadi jarak antara rumah Naila dan Ilyas, sedangkan rumah Clara masih lurus karena tempat tinggal Clara memang agak jauh bisa dibilang kalau tempat tinggal Clara itu berada dipelosok dimana masih jarang rumah-rumah penduduk yang ada, karena sebagian besar sekitar tempat tinggal Clara masih berupa hutan dan bambu yang tumbuh liar serta semak-semak belukar yang masih banyak. Maklum di tempat tinggal Clara masih asri dan dingin ketika malam hari.


Saat aku masih berada dipertengahan jalan aku seperti merasa jika sejak tadi ada yang sedang memperhatikanku, namun aku tak begitu peduli mungkin hanya seekor kucing atau orang yang iseng.


Setelah tiba di rumah aku berniat untuk langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian. Ketika aku ingin menuju ke kamar mandi aku merasakan kembali seperti ada orang yang sedang memperhatikanku, tapi tetap sama seperti sebelumnya aku tidak begitu peduli dengan hal semacam itu. Ketika aku ingin menyalakan kran air untuk mengisi bak mandi tiba-tiba kran air itu mati, aku kira aku telat untuk membayar tagihan air di rumah, tetapi seingatku aku baru dua hari yang lalu membayar tagihan airnya dan aku tidak berfikir panjang tentang itu, aku hanya mencoba berfikir positif mungkin sedang ada kendala dan mungkin akan segera diperbaiki. Seketika krannya pun menyala kembali dan aku menyelesaikan mandi ku kembali.


Setelah selesai mandi aku mengambil handuk, dan anehnya handuk ku yang tadinya aku gantungkan dibelakangku berpindah didepan ku. ketika aku ingin keluar tiba-tiba mata ku perih sepertinya masih ada sedikit sisa sabun, kemudian aku segera membilasnya. Aku mencari gayung yang aku letakkan disampingku seingatku tadi tapi begitu aku merabanya gayungnya tidak ada di tempat. Aku mulai mencari-cari dan tiba-tiba seperti ada orang yang menyodorkan gayung ku dan sudah diisi dengan air. Karena aku sudah tidak kuat menahan perih mata ku aku reflek mengucapkan 'terima kasih' tanpa menghiraukan lagi. Setelah selesai membilas mata ku seketika aku baru tersadar ada orang yang menyodorkan gayung kepada ku, dan disini tidak ada siapa pun aku pun merasa sedikit agak aneh tetapi aku tak peduli.


Ketika sampai didepan pintu kamar mandi aku seperti mendengar suara yang terdengar samar-samar, 'sama -sama' itu suara yang keluar entah dari mana asalnya. Seketika aku kaget dan langsung berlari keluar kamar mandi dengan cepat, aku tak menoleh sedikit pun kebelakang. Oh ya, saat itu aku sedang berada di rumah sendirian karena orang tuaku pergi bekerja dan entah kapan pulangnya aku belum tau. Walaupun aku seorang anak yang pemberani tetapi saat orang tuaku pergi aku merasa kesepian di rumah sendiri.


Saat pukul 18.45 WIB aku sedang bersantai disofa sambil menonton televisi, ya mau gimana lagi pengen main tapi diluar sedang hujan, hujan yang tak kunjung berhenti membuat udara yang masuk ke dalam rumah menjadi dingin. Saat sedang serius didepan televisi tiba-tiba saja mati lampu, "huh...." hal yang paling menjengkelkan itu ketika hujan deras dan melihat acara televisi yang sedang bagus tiba-tiba mati lampu.


"hmm...menambah rasa sepi dan gelap saja dirumah!" grutu ku.


Hanya terdengar air hujan yang turun sejak tadi tanpa henti-henti. Aku pun bergegas mencari senter, lilin atau penerangan lain yang mungkin dapat aku gunakan untuk penerangan sementara ini. Sembari menunggu lampu menyala kembali, aku iseng-iseng mengambil leptop untuk membuka internet dan mencari tau tentang "MATA BATIN" dan haslinya menurut pendapat-pendapat yang ada disitus hampir semua yang berhubungan dengan mata batin sama persis dengan apa yang dikatakan ayah Yasya dan juga Yasya waktu itu.


Setelah membaca semua yang ada disitus tiba-tiba leptop ku mati sendiri dan tidak lama kemudian muncul tulisan di leptop "SUDAH SELESAI MEMBACANYA?? , MAIN YUK!!! ". Seketika bulu romaku bergidik ngeri dan merinding, aku terkejut bukan main karena itu dan tiba-tiba pun tercium bau busuk dan disusul dengan bau melati yang menusuk. Aku hanya diam diatas sofa dan tidak melakukan apapun, aku seperti merasa ada yang memainkan rambut ku dari balik sofa tetapi aku tak berani menoleh kebelakang sama sekali, rasa takut ku yang seketika menyerang ku membuat jantung ku berdetak kencang dan seperti ada hawa dingin yang menusuk kedalam tubuh ku. "ANI...!!! " tiba-tiba suara dari dekat telingaku membuat telingaku berdengung.


Selang beberapa menit kemudian aku mendengar suara anak kecil yang mengajak aku untuk bermain dengannya "Kak Ani...! Main sama aku yuk! " suara itu serasa memenuhi seisi rumah. Seketika pintu rumah seperti ada yang mengetuk dengan keras, aku tak berani mmembukanya aku hanya menatap ke arah pintu itu, suara ketukan itu semakin lama semakin kuat dan keras. Aku yang merasa sangat ketakutan tidak dapat bergerak lebihnya lagi aku tak bisa mengeluarkan suara apapun dari dalam mulut ku, sudah ku coba untuk berteriak tapi rasanya suaraku tertahan ditenggorokan. Aku semakin ketakutan, ketukan pintu itu semakin lama semakin kuat dan disertai tawa seorang perempuan yang memekikkan telinga ditambah lagi dengan suara anak kecil yang sedang bermain-main dan seperti berlari kesana kemari seperti anak kecil pada umumnya, keringat dingin mengguyur seluruh badan ku, aku kaku tanpa daya apapun. Aku berusaha berdoa sebisa yang aku lakukan tetapi suara-suara itu semakin keras memekikkan telingaku, aku terus berusaha berdoa apapun yang aku bisa dengan rasa takut yang luar biasa telah menguasai tubuh ku aku berdoa dan bertahan sekuat mungkin.


Tiba-tiba suara-suara yang mengerikan tadi hilang seperti terbawa angin dan dengan bersamaan dengan itu lampu di rumah menyala kembali, aku pun sedikit bisa tenang dan mengatur nafasku kembali, mata ku yang kemudian menyapu ke segala arah untuk memastikan jika sudah tidak ada apapun lagi. Mataku kemudian tertuju pada lantai rumah yang terdapat jejak kaki yang berlumpur, aku melihat dan mengikuti kemana jejak kaki itu berakhir dan jejak kaki itu berakhir di kamar mandi. Aku memberanikan diri untuk ke kamar mandi untuk mengeceknya, aku mengikuti jejak itu dengan hati-hati dan waspada, benar saja jejak kaki itu mengarah ke kamar mandi. Aku mulai memberanikan diri membuka pintu kamar mandi dengan keringat dingin yang kembali mengguyur tubuhku.


"krekkk....." suara pintu yang ku buka secara pelan-pelan.


Aku melihat sekeliling dengan sangat detail tanpa ada satupun yang terlewatkan. Alhasil tidak ada sesuatu yang aku dapati, perasaan was-was dan takut ku kemudian sedikit berkurang namun, tiba-tiba terdengar suara.


Dan tiba-tiba lenganku terkena cairan lengket yang berbau amis, aku mulai memeriksa cairan apa ini, setelah aku melihat secara jelas ternyata itu adalah cairan darah yang mulai menghitam dan bau amis serta busuk yang menusuk dihidungku. Aku merasa cairan ini berasal dari atas kepala ku, aku kemudian perlahan-lahan mendongakkan kepala dan ternyata.....


"Ihh...hiiiiii...ihhhh...hiiii..." suara sesosok makhluk perempuan berbadan tinggi hitam, gigi yang runcing, dan rambut terurai serta darah yang mengalir dari perut dan rambut perempuan itu.


Aku terkejut dan berlari sekuat mungkin sebelum aku berlari perempuan itu menyengir kearah ku memperlihatkan gigi runcingnya aku yang ketakutan tanpa menghiraukannya lagi langsung berlari. Sosok itu terlihat tertawa mengerikan ketika aku akan berlari.


"ihhh....hiiii..., kenapa lari takut ya ihhhh...hiiiii....!!!" tawa sosok perempuan itu memekakkan telinga,


Aku berlari sekuat mungkin dan aku tiba-tiba ada sesosok tinggi besar hitam yang menabrak ku hingga aku terpental dan jatuh.


"Kenapa lari, takut yaa?" tanya sosok itu dengan suara yang berat dan mengerikan.


"Iyaaa, tolong aku!!!" jawabku spontan tanpa melihat siapa yang aku ajak berbicara.


Ketika ingin berdiri aku langsung menyadari jika aku sedang di rumah sendiri, "lalu siapa tadiii?" aku mendongakkan kepala ku dan ternyata...


"Aaaa......aaa....!!!" teriak ku kaget ketika melihat apa yang sedang ada didepan ku dan....


brukkkk.....


Aku jatuh pingsan karena ketakutan ku yang luar biasa ternyata yang aku lihat bukanlah manusia melainkan sesosok laki-laki setengah badan saja dengan rambut yang panjang dan bau busuk seperti bangkai yang menyengat.


Kejadian-kejadian ganjil terus aku alami sejak saat itu, aku seperti diikuti oleh banyak makhluk yang mengerikan bahkan ada yang tanpa rupa. Sejak saat itu juga aku selalu diikuti perasaan takut yang luar biasa. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menemui teman-temanku Clara, Ilyas, Naila, dan terutama Yasya.