
Kami sudah sampai diteras rumah tersebut tepatnya didepan pintu dan ingin mengetuk pintu.
"Biar aku saja yang mengetuk pintunya!" tutur Yasya.
"Hmm." jawab kami serentak.
'tok...tok... tok...'
"Assalamualaikum paman permisi." tutur Yasya sembari mengetuk pintu kembali.
'tok...tok...tok...'
"Permisi paman." panggil Yasya kembali namun tak ada jawaban sama sekali.
"Sepertinya tidak ada orang di rumah." ucap Ilyas.
"Ya sudah kita tunggu sebentar dulu." tungkas Yasya dengan dibalas anggukan oleh kami.
Akhirnya kami menunggu sembari duduk dikursi teras dan melihat-lihat suasana disekitar. Mataku tertuju pada sosok seseorang yang duduk diatas ayunan tepat dibawah pohon besar didepan rumah ini.
"Dia siapa, kenapa duduk sendirian?" batinku.
Aku terus memperhatikan sosok itu dari kejauhan tanpa mengalihkan pandangan karena penasaran dengan sosok itu.
...***...
Beberapa menit kemudian kami menunggu namun tetap saja tidak ada yang membukakan pintu dan tidak ada seseorang orang yang keluar dari dalam rumah itu.
"Masih lama yah? capek nih aku nunggu diluar mana dingin sama banyak nyamuk lagi." gerutu Naila.
"Yah sabar dulu mungkin bentar lagi Nai, oh ya nih pakai jaket aku dulu biar nggak dingin!" ucap Yasya sembari memakaikan jaket pada Naila.
"Mmm...makasih." balas Naila.
"Ehemmm ingat tempat ingat teman woy aelah kalian nih." sahut Ilyas.
"Kenapa sih sewot amat kamu." jawab Naila.
"Taulah diem aja daripada ntar debat lagi." ucap Ilyas.
"Tiulih diem iji diripidi ntir dibit ligi." jawab Naila dengan menirukan suara Ilyas bicara.
"Hilih -_-" cetus Ilyas.
Suasana kembali hening hanya terdengar suara binatang-binatang malam.
"Duh kita sudah lama disini dan belum ada orang yang keluar dari dalam rumah." ucap Clara membuka pembicaraan.
"Iyah ni padahal udah lama banget, apa kita ketuk sekali lagi yah siapa tau ada orang dengar?" ucap Ilyas.
'tok...tok...tok...'
"Permisi pak!" ucap Ilyas sembari mengetuk pintu.
"Huh...kesal aku lama-lama!" gerutu Ilyas.
Saat Ilyas ingin membalikkan badan untuk kembali duduk dikursi tiba-tiba.
'krek...ek...' suara pintu terbuka.
Dan seketika semua berbalik menghadap pintu yang terbuka itu kecuali aku. Aku masih dengan setia memperhatikan sosok itu sendari tadi.
"Ehh...pintunya terbuka cuman tidak ada orang yang keluar dari dalam?" ucap Ilyas yang sudah berada tepat didepan pintu.
"Mungkin ini pintunya otomatis kali." jawab Clara.
"Ehh iya bisa jadi ya, tapi emang ada pintu otomatis didaerah seperti ini?" ucap Ilyas.
"Mungkin saja ada tapi tidak banyak yang mengetahuinya." jawab Naila tiba-tiba.
"Iya juga ya, ya sudah tunggu apa lagi ayo buruan masuk." ucap Ilyas sembari melangkah masuk kedalam rumah dan diikuti oleh Clara dan Naila.
Ketika sosok itu beranjak ingin pergi aku melangkah ingin mendekatinya entah hal apa yang tiba-tiba membuatku berniat untuk mendekatinya. Ketika hendak mendekati sosok itu tiba-tiba.
'Grep...'
"Ehh..." ucapku terkejut karena seperti ada orang yang memegang tanganku.
"Mau kemana kamu An?" ucap orang tersebut.
Aku langsung menoleh kebelakang karena mendengar suara yang tidak asing.
"Eh Yas ngapain kamu disini?" tanyaku kepada Yasya.
"Harusnya itu aku yang tanya sama kamu, kamu ngapain disini dan mau kemana kamu?" ucap Yasya kembali.
"Mmm...itu anu." jawabku bingung.
"Iya anu apa yang jelas kalau bicara tu jangan ona anu terus." jawab Yasya dengan bingung.
"Itu tadi..." ucapku sembari menunjuk sosok yang berada diayunan tadi.
"Apa nggak ada apa-apa juga." jawab Yasya sambil melihat tempat yang ditunjuk olehku.
"Loh...kok nggak ada, tadi ada disana kok." ucapku terkejut karena sudah tidak melihat ada sosok tadi diayunan.
"Sudah sudah ayo masuk yang lain udah masuk duluan, lagian diluar dingin nanti sakit." ucap Yasya.
"Tapi..." belum sempat melanjutkan ucapanku tiba-tiba Yasya langsung mengandeng dan menarik tanganku untuk masuk kedalam.
Ketika aku ingin masuk kedalam tiba-tiba sosok itu muncul kembali diayunan dan berdiri menatapku sembari tersenyum manis kearahku. Aku yang tidak sempat melihatnya lebih jelas karena ditarik oleh Yasya masuk hanya dapat bergumam.
"Dia...!!!" gumamku.