Terjebak Akibat MATA BATIN

Terjebak Akibat MATA BATIN
Cerita YASYA


Namaku Ani, aku sekarang kelas 10 SMK di Kota Salatiga. Aku memang terbilang orang yang tidak percaya adanya sesuatu atau lebih tepatnya cerita mistis. Tapi entah mengapa teman-temanku masih mempercayai itu, padahal zaman udah modern dan canggih mereka bahkan masih percaya sama tahayul begitu.


Pagi itu, aku sengaja berangkat sekolah lebih awal karena aku lupa belum mengerjakan PR dari guru yang menurutku itu sangat membosankan. Jadi aku berinisiatif buat menyalin pekerjaan Clara tapi bukan menyontek ingat itu.


Dan akhirnya PR ku selesai juga mata pelajaran yang membosankan hmm. Disisi itu seperti biasanya aku melihat teman-temanku Clara, Ilyas, dan Naila melakukan rutinitasnya yaitu apalagi kalau bukan mendengarkan cerita horror terbaru Yasya. Yasya memang suka dengan hal-hal yang berbau gaib mungkin itu karena ayahnya seorang paranormal yang cukup terkenal di kota ini. Awalnya aku memang tidak akan bergabung dengan mereka karena aku tau itu membosankan tapi Clara memanggilku untuk ikut bergabung disana yah mau tidak mau aku ikuti ajakan Clara karena dia akan marah jika aku tidak mengikutinya.


Alhasil disitu aku tertarik pada satu cerita yang sedang diceritakan oleh Yasya. Aku tertarik pada cerita yang menurutku menarik yaitu mata ketiga. Menurut Yasya mata ketiga atau yang biasa disebut sebagai mata batin adalah suatu kemampuan yang tidak dimiliki oleh setiap orang yaitu melihat makhluk halus atau makhluk tak kasat mata hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memilikinya atau seseorang yang mempelajari itu.


Aku pun mendengarkan Yasya yang sejak tadi udah trocos kayak kereta api.


"Menurut ayah ku mata batin seseorang bisa dibuka secara paksa, tetapi harus berani menerima resiko atau segala sesuatu yang nantinya akan terjadi diluar dugaan!" tutur Yasya yang sembari tadi ngoceh terus.


"Emang yang bakalan terjadi apa kalau mata batin kita dibuka Sya?" oceh Clara yang memotong cerita Yasya.


"Aduhhh...iya iya sabar kenapa sih, ini juga mau cerita main potong aja, itu mulut gak bisa direm apa? kayak kereta api aja, hmm!!!" tutur Yasya dengan jengkel.


"hehe..., makanya kalau cerita jangan setengah-setengah kan penasaran akunya!" bantah Clara.


"hmm...." jawab Yasya.


"Mata batin yang sudah dibuka akan berefek luar biasa seperti seseorang dapat melihat, merasakan, bahkan mendengar kehadiran mereka dan tidak menutupi kemungkinan akan mengalami kejadian-kejadian ganjil yang tidak akan dialami oleh manusia pada umumnya." oceh Yasya dengan panjang dan detail.


"Maksud kamu mereka siapa Syaa?" teriak Ilyas yang sukses membuat Yasya kaget karena tingkahnya.


"Yasss...jangan bikin aku jantungan kenapa sih, aku kaget tau gak lagian kamukan disamping aku kenapa harus teriak, dan masa kamu gak tau maksud aku apa?" bentak Yasya yang kaget karena Ilyas.


"Iya tuh, makanya sekali-kali pelajari tentang dimensi lain juga jangan percintaan mulu yang di pelajari, ya gk Sya?" trobos Naila membela Yasya.


"Hmm...namanya juga Aditya Ilyas Pramudza ya pasti kalau cewek nomer satu, ya kan Yas heheh?" tutur Yasya.


"Iyaaa...iya maaf, lagian kalau ngomong yang jelas dong biar aku ngerti, hehe!" balas Ilyas pada Yasya.


"Makanya peka dong, huu...dasar gak peka!" ejek Naila.


"iya tuh bener kata Naila sama Clara, Ilyas emang gak pernah peka hehe." cletuk Yasya.


"Lah...kok aku dibawa-bawa, salahku apa emang?" bantah Clara pada Yasya.


"Lahkan emang bener adanya kan, lagian itu fakta kali!" goda Yasya pada Clara.


"Tau tuh gak jelas banget kamu!" bantah Ilyas yang tidak terima atas perkataan Yasya.


"Tuhkan kompak mereka saling tidak terimanya." goda Yasya lagi pada Clara dan Ilyas.


"Paan...sih Sya!!" teriak Ilyas dan Clara serentak.


"Tuhkan bener cocok kalian, kompak lagi jadian aja gih!!!" goda Yasya kembali dengan kejahilannya.


"gakkkk, ogahh...I don't like you understand!!!" serentak Clara dan Ilyas bersamaan kembali dan saling membuang muka.


"Ehemmm....aaacieee...yang satu hati tapi tak seferkuensi karena gengsi!" goda Naila kepada Clara dan Ilyas.


"udah...udah jangan ribut kamu juga Nai jangan manas-manasin kenapa sih, kasihan Ilyas sama Clara tuh!" tuturku memisah keributan.


"Ok guyss..., ini jadi dilanjutin gak nih?" tanya Yasya.


"Jadilahhh..." serentak mereka berempat bersamaan.


"Wooo...santay dong guys jangan main kroyokan!" seru Yasya.


"Aku mau coba dong membuka mata batinku!!!" pintaku kepada teman-temanku.


Bamm...!!! kalimat ku berhasil membuat mereka terkejut dan diam seketika, selang beberapa lama setelah mereka terdiam, mereka saling menabrakkan aku pertanyaan-pertanyaan dari segala penjuru.


"An....kamu gak bercandakan?" tungkas Naila.


"Kamu gak main-mainkan An??" tutur Clara yang terkejut dengan kalimat yang dilontarkan oleh ku.


"Ehh...buset, kamu benaran An??Ooo...may...gate...seorang Ani Safitri yang pendiam, cuek, dan bosanan tiba-tiba angkat bicara dan mengajukan diri sendiri untuk membuka mata batin?An...setan apa yang merasukimu ha?" oceh Ilyas panjang lebar kepada ku.


"Ann...!!!, kamu yakin dan sadarkan sama apa yang kamu ucapkan barusan kan??" ucap Yasya yang berusaha menyakinkan ucapanku tadi.


"Heyy...stop deh kalian ini paan sih lebay banget deh, apa lagi kamu Yas!!! hmm...udah ok pertanyaanya aku bingung mau jawab yang mana dulu, okey...aku jawab pertanyaan kalian satu-satu tapi santay bisa gak kalian tuh, huft!?" ocehku kesal karena mulut mereka yang gak ada rem.


"Yang pertama aku gak bercanda okay, yang kedua kapan aku pernah main-main dengan ucapanku ha?, yang ketiga gak ada setan apa pun yang merasukiku kecuali..., kalianlah setannya!!, okey yang terakhir aku udah yakin dan aku sadar dengan apa yang aku ucapkan!!! udah puaskan ngocehnya kalian kuping ku panas gara-gara mulut cerewet kalian itu?!" jelas ku panjang lebar kepada mereka berempat.


"Yeee...kamu nih An gitu amat sama kita, pakek ngatain setan sama cerewet lagi! jangan gitulah ntar kalau cantiknya ilang gimana coba? , hehe!!" tutur Ilyas yang mulai mengodaku.


"Paan...sih Yas gak jelas banget deh hmmm, mau aku tabok ya? lagian kalau cantiku ilang masalah buat kamu, nggakkan? " sambarku yang mulai sedikit kesal.


"Whatt...!, eittttt santay dong An jangan main tangan mulu kenapa sih jadi cewek kasar amat, lagian kalau kamu tabok aku ntar kalau kegatengannya mamas Ilyas ilang gimana coba? mau tanggung jawab kamu, kalau mau sih gak papa hehe mau kamu tabok samapai seribu kali pun aku rela hehe!" goda Ilyas kembali ke aku.


"Iya aku mau sama kamu, tapi ku makan dulu ginjal beserta jantung mu gimana deal??" tutur ku dengan sedikit meninggikan suaraku.


"Ehhh...busetttt ngeri juga nih anak kalau lagi darah tinggi, tapi tetep cantik kok hehe!!" goda Ilyas lagi ke aku.


"Bilang apa kamu barusan ha? mau ku makan ginjal dan jantung mu sekarang juga ha?? bentak ku kesal dengan Ilyas.


" Udahh...udahh..., kenapa malah kalian berdua jadi ribut sih, kamu juga Yas jangan sok ganteng kenapa sih, orang tampang aja kayak rantai karatan aja kok bangga!" sahut Naila dengan jengkel.


"Hekk...eleh bilang aja kamu jouleskan ngaku aja kenapa sih, aku juga gak papa kok hehe!" goda Ilyas kali ini mengarah kepada Naila.


"Dihh...dasar kadal huhhh!!" jawab Naila dengan jengkel.


"Stttt....! Udah diem, jadii....gimana sekarang?" tanya Clara yang penasaran akan kelanjutannya.


Untuk sesaat aku dan mereka terdiam sejenak dan mulai berfikir rencana apa yang akan kita lakukan selanjutnya nanti.


TIBA-TIBA BAMMM....!!!


"Oke finee...!" teriak Yasya secara tiba-tiba yang membuat Clara, Ilyas, Naila, dan aku kaget.


"Yasyaa...." serentak kami bersamaan memanggil nama Yasya dengan jengkel.


"Hehe,iya iya maaf, oke kita sehabis pulang sekolah kita ke rumah aku, aku akan coba bicara sama ayah untuk membantu membuka mata batin kamu An!, gimana An? " tanya Yasya kepada Ani dengan tingkah cengengas-cengenges.


"SETUJU...!!!" serentak mereka kompak kembali dan sukses membuat Yasya yang kaget sekarang.


"Aaaa...., paan sih kalian biasa aja jawabnyakan bisa kenapa harus barengan sih bikin jantung aku mau copot aja!" cetus Yasya dengan rasa kesal kepada teman-temannya.


"Gimana jadi copot gak tuh jantungnya?" balasku dengan diiringi tawaan Clara, Ilyas, dan Naila.


"Aaaa...sial kalian ini, serahlah!" oceh Yasya dengan marah.


"Utututut....Yasya nya marah ya, cup...cup...cup." goda Clara karena mengerti Yasya yang sedang marah.


"hmmm....!!!" balas Yasya dengan cuek.