Terjebak Akibat MATA BATIN

Terjebak Akibat MATA BATIN
Gold leaf


Kami terus berjalan melewati semak belukar yang ada di hutan, tak jarang kami mendengar suara-suara yang entah berasal dari mana. Kami berjalan dengan tak tentu arah, karena tujuan saat ini ialah memecahkan teka-teki ini. Sepanjang perjalanan kami terus bergurau, meskipun begitu kami tetap waspada jika terjadi sesuatu yang diluar dugaan kami. Setibanya kami di hutan yang kini telah jauh dari tempat tinggal kami, ekor mataku tidak sengaja menangkap sesuatu yang aneh pada sudut arah yang berlawanan dengan tempat kami berdiri. Karena rasa penasaran, akhirnya aku memutuskan untuk pergi kearah tersebut yang dimana sesuatu aneh yang aku maksud tadi ternyata hanyalah selembar daun berwarna gold dengan sisi atasnya yang berwarna hitam. Tetapi bukan warna daun tersebut yang membuat berbeda dan aneh, melainkan terdapat bentuk tiga bintang yang berada tepat di bagian tulang daun tersebut.


"Kenapa aneh, dan kenapa ada daun seperti ini di hutan?" ucapku bertanya kepada diri sendiri.


Mataku segera beralih menyapu kesegala arah, alih-alih mencari keberadaan pohon yang tumbuh dan memiliki daun seperti ini. Hasil yangku dapat ternyata nihil, aku tidak menemukan apapun disekitar ku yang serupa dengan apa yang aku cari saat ini. Yasya yang melihat dari kejauhan akhirnya berniat untuk menghampiriku. Dan kemudian disusul oleh Ilyas yang ternyata juga memperhatikanku sendari tadi.


"Kenapa?" ucap Yasya.


"Mmm..., ini." ucapku sembari memperlihatkan daun emas yang aku temukan tadi.


"Glod leaf?" ucap Ilyas.


"Yah." ucapku menanggapinya.


"Dimana kamu menemukannya?" tanya Yasya.


"Disini." ucapku kembali menunjukkan tempat dimana aku menemukan daun emas tersebut.


"Hanya satu?" ucap Yasya yang hanya aku balas dengan anggukan saja.


"Darimana asal daun seperti ini?" ucap Ilyas sembari celingak-celinguk disekitar hutan dengan mata yang intens berharap menemukan apa yang ia cari.


"Tidak ada pohon yang memiliki daun menyerupai apa yang ada pada kita saat ini." ucapku seakan tahu dengan apa yang Ilyas cari.


"Bagaimana mungkin? Jika satu daun gugur disini, pasti ada pohon yang tumbuh disekitarnya juga." ucap Ilyas kembali mencari pohon yang dimaksudkan tadi.


"Iyah, terserah kamu saja." ucapku mengalah.


"Aku juga tidak tahu." ucapku yang memang tidak mengetahui hal tersebut.


"Coba aku lihat!" ucap Ilyas sembari mengambil daun tersebut dari tangan Yasya.


"Wow, is a amazing!" ucap Ilyas yang kagum dengan bentuk tiga bintang diatas daun tersebut.


"It's really like a rare leaf that has a unique shape." ucap Ilyas kembali.


"Ekhem. Nggak usah lebay, lagian pakai bahasa Indonesia bisakan?" ucap Yasya sinis.


"Like like me, if it's happy for me what do you want ha?" ucap Ilyas dengan gaya berbahasa Inggris nya.


"Okay, I'm not banning you anymore and I'm not going to care much less bring it up again. Understand!" ucap Yasya yang tidak ingin kalah dengan Ilyas.


"Ya...ya..., don't worry boy." ucap Ilyas kepada Yasya.


"Hem." ucap Yasya singkat.


"Oke, lalu bagaimana dengan daun ini sekarang?" ucapku setelah mendengar olimpiade bahasa Inggris mereka.


"Apa kalian ada memikirkan sesuatu tentang daun ini?" ucapku kembali kepada mereka.


Kami terdiam sejenak memikirkan apa yang harus kami lakukan pada daun emas ini. Ilyas yang saat ini memegang daun tersebut hanya membolak-balikkan daun tersebut karena tidak tahu apa yang harus diperbuatnya.