
––Sudut Pandang Wolfgang––
Di kejauhan aku melihat satu Skyship melintasi langit datang mengarah kesini.
Tanpa harus menyimpulkan, aku sudah tahu bahwa tujuan kapal milik The Rising Sun Empire mengarah pada Kubah Emas.
Yang itu berarti, mereka datang ke arahku.
Aku sedikit panik, tapi wajah ku tetap datar seolah menyembunyikan kepanikan yang ada.
Sebagai seorang ahli level Bencana, setidaknya aku juga memiliki kesombongan yang tidak gentar terhadap lawan.
Posisi badanku berdiri tegak, aku juga memegang staff sihir yang biasa kugunakan untuk menyangga tubuhku. Bukan berarti aku orang lumpuh yang perlu bantuan.
Di sekitar ku ada ribuan beast. Mereka dari berbagai jenis, seperti tipe serigala, harimau, singa, gajah, bahkan ada juga yang rupanya tidak bisa diidentifikasi.
Yah, apa yang harus dipikirkan? Jenis-jenis beast terlalu banyak untuk dihitung, bahkan spesimennya tidak karuan, hanya orang gila yang mencoba mencatat seluruh jenisnya.
Setidaknya aku memiliki 5 Beast King tingkat 10 saat ini, dan sisanya adalah Beast King peringat rendah lainnya.
Beast King dibagi 15 level. Semakin rendah angkanya maka semakin kuat Beast King itu.
Jika Beast King level 15 bisa menghancurkan satu kota kecil, maka Beast King di atasnya akan jauh lebih kuat lagi.
Dari perkiraan yang telah aku pelajari, Beast King level 15 sepadan dengan Petualangan SS-rank, level 10 sepadan dengan SSS-rank, level 9-7 sepadan dengan Bencana-rank, level 6-5 sepadan dengan Raja-rank, level 4-3 sepadan dengan Kaisar-rank.
Aku tidak tahu seberapa kuat Beast King tingkat 2 dan 1 karena mereka sangat jarang muncul.
Jika pun itu muncul, dunia mungkin benar-benar mengalami malapetaka.
Yah semoga saja itu tidak pernah terjadi.
Tapi mungkin jika mereka muncul, aku bisa mengubahnya menjadi Beast Servant milikku!
Hmm, bukankah saat itu aku sudah tak terkalahkan di dunia dengan Beast King tingkat 1 di bawah kendaliku.
Dengan keahlian Tamer, bukankah itu tidak mungkin?
Baiklah, aku pikirkan itu di masa depan.
Kembali di depan mataku, Skyship dengan ukuran besar yang setidaknya bisa menampung 500 orang berhenti di udara.
Aku mengadah menatap langit. Seperti yang di duga dari salah satu kapal The Rising Sun Empire, bahkan kapal anak buahnya semengesankan ini.
Aku masih mengingat kapal utama milik Kaisar Angin saat itu, ukuran Skyship ini bahkan kalah jika di bandingkan. Bahkan peribahasa gajah dibanding semut bisa digunakan saat menilai keduanya.
Benar-benar berbeda jauh!
Yah, meskipun aku juga punya Skyship seperti ini yang tidak kalah juga sih.
Meski aku sedikit pamer, tapi julukan Master Beast Wolfgang juga sangat terkenal di dunia Lo ~
Aku cukup kaya untuk membangun kekuatan ku sendiri. Banyak orang juga memuja diriku karena ketenaran dan kekuatan ku, jika aku tidak kuat dan punya banyak koneksi, bagaimana aku bisa sampai seperti ini.
Bagaimana pun aku juga menjadi salah satu 22 Sekaibusho yang terkenal di dunia.
Sekaibusho adalah julukan sebuah kelompok yang terdiri dari 22 ahli yang kuat dan terkenal yang telah bersekutu dengan Keluarga G.
Sebagai sebuah kelompok, Sekaibusho adalah salah satu dari Tiga Kekuatan Besar yang menjaga keseimbangan dunia dan Ras Manusia.
Bisa dikatakan, kami seorang ahli hebat yang berubah menjadi prajurit yang melayani Keluarga G. Meskipun kami bekerja untuk Keluarga G, tapi rata-rata dari kami sendiri tidak peduli atau menghormati Keluarga G.
Kami bahkan juga dianggap oleh Force sebagai pemberontak yang mengacaukan dunia karena tidak menjunjung tinggi filosofi keadilan mereka.
Kami juga dikenal sebagai "anjing penjaga" dan dihina oleh para survivor atau bajak laut lainnya, tetapi kami masih ditakuti dan dihormati karena reputasi dan kekuatan kami yang kami peroleh sebelumnya, dan bahkan setelah kami menjadi Sekaibusho.
Sekaibusho bahkan tidak kalah bila dibandingkan dengan Seven World Powers. Diantara kami, bahkan ada yang pernah berperang melawan mereka.
Sebelum kami menjadi Sekaibusho, tingkat bounty kami yang terendah memiliki hadiah 150 juta Ryo, dan yang tertinggi setidaknya hampir 500 juta Ryo.
Bukankah itu sudah cukup untuk mengatakan bahwa kelompok kami kuat.
Untuk aku sendiri yang menjadi bagian dari 22 Sekaibusho.
Meskipun peringkatku hanya di 18 tapi itu sudah menunjukkan bahwa aku adalah ahli yang kuat, bukan?
Oke kembali ke dunia nyata.
Saat itu pandanganku melihat satu orang turun dari Skyship. Karena jaraknya agak jauh dariku, aku tidak bisa melihat jelas siapa orang itu.
Orang itu setelah turun terbang ke arahku. Aku menjadi waspada dan bersiap bertarung, tapi orang itu tampaknya tidak memiliki jejak permusuhan.
Setelah dekat, akhirnya aku dapat melihat orang itu.
Aku kenal dengan orang itu.
Anak ke-2 dari Kaisar Angin, Kiryuu.
Setelah melihatnya, aku mulai berpikir cepat. Apakah ia datang kesini untuk menyelamatkan kakaknya, atau itu sudah diperintahkan Kaisar Angin, atau hanya keputusan sendiri, aku sibuk memikirkan.
Setelah itu aku menyimpulkan apa yang ada di dalam pikiran ku.
Tidak mungkin Kaisar Angin bisa mengirimkan pesan ke Great Mainland saat ini, lagipula ia saat berada jauh di Boundless Ocean.
Walau menggunakan Pon Pon sekalipun, itu mustahil dikirim begitu cepat karena jaringan sihir tidak bisa melewati Endless Line garis pemisah dunia. Ada sebuah energi tertentu dalam Endless Line yang mengacaukan jaringan sihir sehingga seseorang tidak bisa mengirimkan pesan secara langsung ke sisi dunia.
Seseorang harus mengirimkan pesan ke orang yang dekat dari Endless Line, lalu orang yang menerima pesan harus kesulitan melewati jalur Endless Line menyebranginya, setelah berhasil melewati, orang itu bisa mengirimkan pesan ke orang yang dituju.
Bisa disimpulkan, Kiryuu tidak datang atas perintah Kaisar Angin. Jadi jawaban kedua, mungkin dia datang kesini atas inisiatifnya sendiri.
Toh, aku juga mendengar dia tidak tinggal di Boundless Ocean bersama ayahnya, tapi di salah satu benua di Great Mainland.
Hmm, apakah Seiryu yang mengirimkan pesan hingga Kiryuu datang kesini? Kita cari tahu sendiri.
"Yo... Si Anjing Penjaga, bagaimana kabarmu?" sapa Kiryuu dengan wajah senyuman.
"Aku masih seperti biasa." jawabku datar.
Aku tahu bahwa Kiryuu tidak datang dengan damai, mungkin saat ini kita hanya akan basa basi. Selanjutnya mungkin ia akan mengatakan maksud tujuannya yang sebenarnya.
Kiryuu tampaknya menganggukan kepalanya seolah ia lega melihat kawannya baik-baik saja. Tapi aku bukan temannya sama sekali.
"Hmm, apakah itu Kubah Emas Surgawi milik Keluarga G! Wow! Apa yang mereka lakukan di tempat seperti ini hingga membuat formasi penghalang yang begitu mahal?" ucapnya sambil terkejut. Ia juga tampaknya bertanya padaku.
Aku tidak merespon beberapa detik sebelum berkata,"Itu tidak ada hubungannya denganmu. Lantas, apa yang kamu lakukan di tempat kecil seperti ini?" balik kutanya.
Kiryuu seolah menggaruk kepalanya dan tertawa masam.
"Aku sebenarnya mendapatkan pesan dari seseorang. Orang itu mengaku sebagai Seiryu dan mengatakan bahwa ia butuh bantuan. Tapi yang kukenal dari kakakku, ia tidak pernah sekalipun meminta bantuan pada orang lain. Selain itu nomor yang tertera berbeda dengan nomor Seiryu yang aku simpan. Apakah pesan ini bohong?
Tapi aku juga memiliki firasat tertentu, lagipula kami adalah anak kembar dan hubungan kami memiliki spiritual yang kuat. Meski pesan ini bohong aku juga ingin mengeceknya lagipula sudah lama aku tidak melihat kakakku.
Namun sepertinya firasat ku benar saat aku datang kesini dan melihat mu. Tampaknya aku cukup tidak sopan karena harus bermain kasar setelahnya." jelas Kiryuu panjang lebar.
Aku juga menghela nafas karena tidak bisa lepas dari pertarungan yang akan datang.
Misiku adalah menjaga Kubah Emas dan tidak membiarkan seorang pun memasukinya.
Jika tidak perjanjian akan gagal dan aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan.
Jadi karena itu...
"Ayo tarung." ajakku.
"Ayo." jawab Kiryuu menaikkan lengan bajunya.
–––
[1] Sekaibusho, Sekai (dunia) dan busho (jenderal).