Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Bab 51 - Mahkluk Abadi!


Saat ini Kuro menghalangi jalan ketiga orang; River, Ethan, dan Rihana, dia melakukan itu karena tidak membiarkan orang-orang ikut campur.


Meski pikirannya egois, tapi dia masih memiliki keyakinan bahwa sinar harapan Gin masih hidup meski telah berubah menjadi monster. Kuro tidak yakin juga soal itu, apakah ini yang dinamakan sebuah intuisi.


River geram karena Kuro menghalangi jalannya membantu Blade dan Newyear yang tengah berhadapan dengan Kishin, dia pun berbicara, "Seiryu minggirlah, jangan menghalangi jalan kami! Iblis itu harus segera dilenyapkan!"


Kuro tidak merubah ekspresinya dan berkata, "Aku tidak akan membiarkan kalian ikut campur, lagipula itu masihlah putraku."


Ethan yang mendengar itu tidak bisa menggeram, "Persetan dengan putramu! Lihat baik-baik sosok itu! Apakah itu masih putramu?"


Kuro juga tahu bahwa keyakinannya tidak pasti, dia saat ini was-was dengan kehidupan Gin yang penuh tanda tanya. Tapi dia meyakini jika selama iblis itu tidak mati, maka Gin pasti juga bisa diselamatkan.


Melihat kegugupan banyak orang, Rihana berbicara, "Kalau begitu, kita tunggu saja pertarungan mereka, aku percaya Sage Pedang juga bukan orang yang lemah."


Saat mengatakan itu orang-orang kembali melihat pertarungan yang mengguncang.


Blade dan Newyear bekerja keras saat melawan Kishin, Newyear menggunakan berbagai Sihir Magnetnya untuk menghambat gerakan Kishin dan sesekali melukai tubuhnya, tapi tidak peduli seberapa keras ia mencoba, kulit Kishin seolah-olah itu terbuat dari logam yang amat keras.


Blade juga menunjukkan keseriusan yang tidak pernah ditunjukkan. Dari cincin ruang miliknya, Blade mengeluarkan ribuan pedang yang melayang disekitarnya, semua ukuran pedang itu sama seperti Pedang Murasaki yang dipegang, dan setiap pedang juga memiliki aliran listrik.


Flying Thousand Sword's!


Teknik ciri khas yang hanya dimiliki Blade seorang. Jika pria tua itu sudah menggunakan teknik ini, maka ia sudah berubah serius.


Blade melayang di udara sambil mengendalikan seribu pedang petir, wujudnya saat ini benar-benar mengesankan, siapapun yang melihatnya pasti akan terpukau oleh keagungan Sage Pedang itu.


Saat itu Blade mengangkat tangan kirinya yang meremas Pedang Murasaki dan mengayun secara diagonal sambil menggumamkan kata-kata ...


"One Million Volt Thunder Slash!!"


Sebuah serangan serupa yang digunakan pada Kuro sebelumnya, tapi kali ini tampak lebih dahsyat karena seribu pedang bersinar putih sebelum seolah bergetar mengeluarkan petir.


Seribu pedang bergerak seolah-olah menjadi seperti aliran air dan menyerang ke arah Kishin membawa guntur yang menakutkan.


Seribu gelombang petir tiba-tiba muncul dari setiap seribu pedang, itu seperti ingin mencincang Kishin dengan cara kejam.


Momentum yang dibawa benar-benar dahsyat, membuat dunia jatuh dalam kengerian.


Bahkan Kuro yang merasakan itu dari jauh tidak yakin apakah dia bisa selamat dari serangan itu. Dari berbagai kemungkinan, mungkin peluangnya hampir nol persen.


Setiap orang juga bisa merasakan betapa ngeri serangan itu, mereka sekarang menyadari meskipun sebagian orang-orang ini dikatakan ahli level Bencana, dan kesenjangan dengan level Kaisar hanya dua tingkat, tapi tampaknya celah itu benar-benar jauh.


Mereka bahkan tidak bisa begitu sombong menyatakan bisa selamat dari serangan Blade.


"Trik kecil ..."


Namun berbeda dengan keterkejutan banyak orang, Kishin hanya mencibir seolah melihat aksi yang kekanak-kanakan.


Kishin tidak melakukan apa-apa dan seolah membiarkan serangan itu mengenainya. Dia sepertinya menerima serangan itu dengan biasa.


Itu sangat gila!


Perlu diketahui bahwa serangan Blade saat ini setidaknya bisa menghancurkan satu kota kecil, bisa kalian ketahui bahwa serangan itu sangatlah kuat.


Tapi Kishin menerimanya begitu saja!


Boom! Boom! Boom!


Saat itu suara ledakan terus bergema membombardir Kishin dengan brutal, asap menutupi tempat Kishin berdiri dan orang-orang tidak yakin dengan kondisinya.


Setelah entah berapa lama waktu tak ditentukan, serangan akhirnya berakhir, di sana tempat sebelumnya Kishin pijaki telah berlubang dengan celah mengerikan sedalam 100 meter, jika saja tidak ada Kubah Emas, mungkin efeknya akan berimbas keluar.


Tidak ada tanda-tanda Kishin saat ini, tidak tahu apakah tubuhnya meledak buyar atau dengan cara lain. Namun yang pasti, Kishin pasti menderita luka.


Saat itu sesuatu bergerak di bawah tanah tempat lubang berada.


Detika kemudian sosok tiba-tiba muncul berdiri dengan bangga sekali lagi.


Kishin tampaknya masih mempertahankan senyumannya yang keji. Tubuhnya tampak menderita luka yang serius, kulit yang seperti armor itu terkelupas, bahkan dua lengannya telah terputus.


Akan tetapi tampaknya wajahnya tidak mencerminkan kepanikan atau takut, justru seolah ia sangat bersemangat.


Tiba-tiba saat orang-orang menonton kondisi tubuhnya, sesuatu abnormal terjadi pada tubuh Kishin, gumpalan-gumpalan crimson menutupi tubuhnya yang terluka dan mulai meregenerasinya kembali.


"..."


Bisa dilihat dengan mata t3l4nj4ng bahwa luka yang diderita Kishin tampak sembuh kembali dengan kecepatan luar biasa, bahkan lengannya yang terputus, bisa tumbuh lagi berkat gumpalan itu.


Kishin tiba-tiba tertawa terbahak-bahak menatap orang-orang seolah sangat menghibur, ia kemudian berkata.


"Apakah kalian masih belum paham situasinya? Aku mengatakannya sekali lagi! Aku adalah Dewa! Sang Dewa Iblis Pembantaian! Seorang Dewa yang memiliki kekuatan yang tidak akan bisa terjamah oleh mahkluk fana! Karena Aku Dewa tidak bisa mati! Bisa dipastikan bahwa aku mahkluk ABADI!"


Matanya tajam ke arah Blade dan berkata, "Manusia fana sepertimu cukup luar biasa, tapi sayangnya kamu hanya bisa melukaiku, bahkan tidak bisa membunuhku."


Kishin tidak banyak berkata-kata, ia tiba-tiba memposisikan tangannya seolah memegang sesuatu, gumpalan merah berkumpul di tangan Kishin dan itu kemudian berubah menjadi sebuah senjata.


Lebih tepatnya, itu sebuah sabit hitam raksasa yang memiliki mata pisau merah yang sangat tajam. Kishin mencengkram sabit itu di lengan kanan bagian bawahnya.


Memegang senjata itu, Kishin tampak benar-benar seolah perwujudan dari iblis penjagal yang tidak akan pernah mengedipkan matanya ketika membunuh seseorang. Ia seperti malaikat pencabut nyawa!


Namun saat Kishin semakin sombong, tiba-tiba ia mengerutkan kening karena bisa merasakan sebuah ancaman.


Dalam pikiran Kishin, bagaimana mungkin ada manusia fana yang bisa mengancamnya? Tapi entah mengapa perasaan itu semakin menguat yang membuat dia sedikit merinding.


Woach!


Dengan wajah terkejut, Kishin melihat serangan yang datang ke arahnya. Itu adalah sihir cahaya yang membentuk sinar plasma menembak ke arahnya.


"Sihir ini ..." Kata-kata Kishin tersendat dalam mulut karena serangan itu telah mengenainya.


Bang!


Meski dampaknya kecil dan hanya memberikan goresan di perut, wajah Kishin tampak jelek dan memancarkan niat membunuh yang ekstrim.


"Sihir Murni...!!" Kishin terkejut sekaligus marah.


Di dunia ini, setiap hal dan benda memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing, tidak terkecuali iblis seperti dirinya. Iblis menggunakan energi jahat sebagai media basis Sihir mereka, bisa dikatakan, corak utama bagi iblis adalah energi jahat yang mereka miliki, tidak hanya sihir, bahkan aura dan Haki milik mereka juga memancarkan energi jahat, itulah mengapa tidak heran iblis dikatakan sebagai mahkluk jahat.


Sudah menjadi dasar bahwa energi jahat akan menimbulkan pengaruh jahat bagi mahkluk yang memilikinya, mereka akan bertindak brutal dan haus darah sesuai sifat hukum alam itu.


Tapi juga ada kasus tertentu yang dimana seseorang mampu menggunakan energi jahat tanpa merubah sifat sejati mereka. Mereka bisa dikatakan sebagi orang-orang yang terlatih.


Energi Jahat bisa dilawan dengan musuh sejatinya -- Energi Murni (Baik), sama seperti hitam dan putih, keburukan bisa dilawan dengan kebaikan. Itulah hukum yang tidak akan berubah di dunia ini.


Kishin meraung dan menoleh ke asal orang yang menyerang.


Itu adalah Ava.


Siapa yang menyangka bahwa Sihir Cahaya Ava tampaknya kental dengan energi murni yang bisa mengancam dan memengaruhi Kishin.


Saat Kishin marah dan menerjang ke arah Ava, disitulah sosok pria menghalanginya.


Itu Kuro.


"Jangan sentuh istriku!"


–––


Note:


↑ Energi Murni, sebuah energi yang baik, musuh utama energi jahat. Energi Jahat, sebuah energi yang jahat, musuh utama energi murni. Bukan berarti energi murni berhubungan dengan sihir cahaya saja, tapi elemen lain juga bisa memiliki energi murni tergantung seberapa murni hati orang tersebut. Semakin baik orangnya, semakin murni Energi Murni miliknya, dan semakin jahat, maka semakin jahat Energi Jahatnya.


↑"Jangan sentuh istriku!". Lol!? Parodi Kuro di bab sebelumnya. "Jangan sentuh anakku!"