
Kuro berdiri dengan gagah berani di depan Ava, dengan pandangan tajam, dia melihat musuhnya tanpa rasa takut, meskipun itu Dewa Iblis sekalipun, Kuro tampaknya tidak akan goyah.
Seluruh suasana di sekitar lebih intens karena Shihai Haki milik Kishin meledak, dengan membawa momentum luar biasa tangguh.
Seolah-olah dunia tenggelam, dan gelombang kejut memanipulasi udara.
Meskipun orang-orang disini ahli level Bencana, mereka tidak tahan dengan Shihai Haki jahat milik Kishin. Baru pertama kali mereka bisa merasakan Shihai Haki yang sangat jahat dan brutal.
Bang!
Momentum yang menakutkan meledak dari sosok besar Kishin, dia seperti seorang jenderal perang yang dikelilingi oleh atmosfer yang mengerikan.
Aliran kekuatan ini menyapu ke segala arah menenggelamkan penonton seketika, semua orang merasa runtuh.
Gerakan ini sangatlah besar, Heavenly Golden Dome Seal tampaknya tidak tahan dengan itu dan terus bergetar hebat seolah mau pecah kapan saja.
Inikah kekuatan Dewa?
Seketika pikiran ini muncul di benak semua orang.
"Iblis ini terlalu kuat!"
Newyear menatap Kishin dengan wajah kaget, ia sama sekali tidak berharap kekuatannya bisa sebesar ini, itu sangat kuat hingga bahkan membuat ahli seperti dirinya putus asa.
"God Demon of Slaughter ... Kishin ... "
Blade menggumamkan kata-kata yang hanya bisa dia dengar, seakan-akan ia ingin menanamkan nama ini kedalam hatinya. Entah kenapa Blade seperti mengingat masa lalu, saat itu -- Blade juga putus asa dengan sosok iblis yang membunuh kedua orang tuanya.
Kebencian itu karena betapa tidak berdayanya dirinya, membuatnya bertekad untuk tumbuh mengejar kekuatan terkuat demi bisa membalas dendam.
Jika dia tidak mendapatkan pertemuan kebetulan saat petualangannya, mungkin dia tidak akan bisa memiliki derajat kokoh setinggi ini.
Namun sekali lagi, ia seperti berada di titik awal dalam hidupnya saat berhadapan dengan Kishin.
Tekanan Haki begitu berat di pundak orang-orang. Newyear yang bahkan memiliki Shihai Haki untuk melawan jatuh berlutut sedih, hanya Blade yang masih berdiri mapan tegap, akan tetapi ia juga tampak kesulitan bergerak.
Dalam menghadapi Shihai Haki menakutkan Kishin, Kuro tidak ragu juga menggunakan kekuatan penuh. Haki itu seperti tekanan spiritual, jika roh-mu kuat, maka ketahananmu terhadap Haki akan jauh lebih kuat.
Kedua Haki bertabrakan.
Shihai Haki saling bentrok!
Dunia berguncang, seakan hari kiamat akan datang. Dunia menjadi redup dan raungan menakutkan seolah gunung api meletus.
Rumble!
Riak menggunung-gunung! Ini sudah berbeda dengan tabrakan Haki Blade dan Kuro sebelumnya, jika Blade masih menahan kemampuannya, maka Kishin tampaknya habis-habisan.
Dalam kondisi itu, tentu saja Haki Kuro tampak lebih lemah dari milik Kishin dan terus ditekan, jika terus seperti ini, Kuro bisa mati!
Kacha!
Ini bukan Kuro, melainkan retakan di udara yang terus meluas akibat raungan yang menggetarkan, tampaknya Kubah Emas tidak bisa bertahan lagi. Bisa di lihat di atas kepala bahwa itu sudah mulai pecah.
Beberapa awan putih yang hadir di langit tiba-tiba menjadi gelap, seperti menandakan perubahan dunia.
Puchi ~
Darah dimuntahkan dari mulutnya, tubuhnya sempoyongan karena tidak kuat menahan kesombongan Haki yang menekannya, Kuro seolah-olah bisa rubuh kapan saja.
Namun saat itu.
Shihai Haki tiba-tiba muncul ...
Bang! Bang!
Bukan milik Kuro, melainkan milik Blade dan Newyear yang bekerja sama menekan Kishin. Orang-orang ini tahu bahwa jika mereka tidak bisa menahan iblis ini, maka dunia akan mengalami kehancuran dan nasib buruk.
Orang dengan tingkat kekuatan Kishin, itu sudah cukup untuk menyombongkan diri berkeliling dunia dengan bangga. Mungkin tidak akan ada seorang pun yang berani memusuhinya.
Mata Kishin menajam dan ekspresinya berubah, dia menguatkan lagi Haki-nya ke tingkat tertinggi saat ini untuk melawan Haki lawannya.
3 Shihai Haki melawan 1 Shihai Haki.
Meski kalah jumlah Kishin tetap berani dan meraung habis-habisan, iblis masihlah iblis, apalagi Dewa Iblis seperti dirinya, superior yang dia miliki sangat tinggi.
Empat orang menggunakan tipe Haki yang sama, paling kuat sambil berhadapan, tabrakan semacam ini akan mengubah awan putih menjadi hitam dan membelah bumi.
Karena dampaknya berasal dari duel empat orang, dan tidak diarahkan pada orang-orang, tapi mereka bisa melihat pemandangan berubah, dan mendengar raungan guntur, mereka tidak bisa tenang, ini seperti mereka adalah manusia yang menyaksikan pertarungan antar dewa.
Roarrr!!
Rumble!
Guntur terus jatuh, menghujam Kubah Emas membuatnya seperti kaca yang rapuh.
Bagaimana ini bisa terjadi!
Aku Dewa Iblis Pembantaian!
Aku mahkluk terkuat di alam semesta!
Bagaimana aku bisa kalah dengan manusia fana?!
Boom!
Pertarungan ini berakhir karena ada celah kekuatan, pertarungan tidak berlangsung lama, hanya berlangsung beberapa tarikan nafas, dan antara Kishin dan tiga orang, badai terbentuk. Badai sama sekali tidak menyerbu tiga orang itu.
Semua mengalir menuju Kishin, kain merah terus berkibar dan pecah seperti jaring laba-laba terbentuk di bawah kakinya.
Hasilnya sudah jelas.
Meski Kishin superior, dia tidak bisa menghadapi Shihai Haki ketiga orang itu secara langsung dan benar-benar dikalahkan.
Namun meski begitu, tubuh fisik Kishin baik-baik saja, tapi luka roh spiritual akibat Haki lah yang menyerangnya saat ini, membuatnya menderita.
Dewa masihlah Dewa, meski tubuh fisiknya tidak sempurna, ia masih mustahil kalah dari manusia fana.
Puchi~
Blade dan Newyear memuntahkan seteguk darah secara bersamaan, mereka juga terluka akibat serangan Haki barusan. Meski itu bukan luka fisik, tapi pemulihan roh spiritual juga akan berlangsung lama.
Tubuh besar Kishin terduduk terlihat menarik nafas secara kasar, ia jelas juga kelelahan.
Kuro juga tidak sanggup berdiri, dan akan terkapar pingsan, tapi saat itu Ava dengan kecepatan penuh melaju ke arahnya mengobati dengan Healing, mencoba memulihkan.
Selain menyembuhkan luka fisik, Healing juga bisa mengobati luka spiritual jika telah mencapai tingkat tinggi. Sebagai ‘Saints Maiden’ Sihir Penyembuhnya tidak bisa dibandingkan oleh Healer biasa di dunia.
Kuro bisa pulih dengan cepat, ia menatap ke arah Kishin dan merasa bahwa ini kesempatan terbaik untuk menyerang.
Mata mereka bertemu Ava dan memahami maksud satu sama lain, dengan itu Kuro memegang tangan Ava dan bergerak cepat ke arah Kishin menggunakan Voidwalk.
Kishin menyadari pergerakan keduanya, dan menatap tajam dengan niat membunuh.
"Matilah mahkluk fana!"
Sambil mengatakan itu, ia mengayunkan sabit raksasa mencoba mengenai keduanya. Sabit itu juga memiliki rasa haus darah dan tidak bisa sama sekali diremehkan.
Begitu dekat, Kuro menyerang dengan teknik pedang tinggi.
"Shinku Kokyu: Sunpō Suru!"
Teknik ketiga belas dari Pedang Hampa!
Membelah dimensi! Tidak ada yang luput di dunia ini dari potongan dimensi! Terpecah, terbelah, apapun itu bisa dilewati.
"..."
Haki Kishin terpotong!
SLASH!
Namun sudah diduga Kuro, meski itu teknik pedang tertinggi, itu hanya menimbulkan luka dalam di perut Kishin, seberapa tebal kulitnya.
Saat itu Ava tidak tinggal diam mengambil kesempatan.
"Sacred Adamantine Chain!"
Rantai pengekangan ilusi muncul dari perut Ava dan itu menembak langsung ke perut Kishin. Energi Murni berasal dari rantai suci itu membuat Kishin kepanasan, iblis itu meraung marah.
"Bangsat! Rantai sialan!!..."
Saat itu, sabit raksasa milik Kishin yang jatuh di belakang kedua orang itu ditarik kembali oleh Kishin dengan cara misterius.
Kuro dan Ava kaget, namun mereka masih terlambat, jika itu terus melaju, maka sabit itu akan dengan mudah menembus perut Ava dan memotongnya menjadi mayat terbelah.
Tanpa pikir panjang Kuro bergerak.
Dengan tubuhnya ia menghalangi ujung sabit agar tidak terkena langsung pada Ava, namun meski begitu, tubuhnya telah lemah dan letih akibat pertarungan panjang, Choetsu Haki-nya tidak bisa menahan ujung sabit itu.
Puchi~
Perut Kuro tertusuk oleh ujung sabit, dan karena ia dekat dengan Ava saat menghalangi, Ava juga ikut terkena juga, Kuro berada di belakang dan Ava di depan. Kedua perut mereka tertembus oleh ujung sabit, darah menetes di bagian perut mereka. ‘¹’
"..."
–––
[1] ↑ Parodi Naruto, adegan ketika Minato dan Kushina menahan kuku Kurama dengan perut mereka, menukar hidup mereka demi bocah reinkarnasi cakra Asura itu.