
Tubuh Gin membengkak yang bisa dilihat oleh mata t3l4nj4ng. Begitu kulitnya menghitam kecoklatan, itu tampak keras dan diperkuat seolah ia tengah menampilkan Chōetsu Haki.
Raungan histeris dikeluarkan Gin seolah ia telah berubah menjadi iblis, pada saat ini, bahkan River dan Clause harus menghentikan pertarungannya menatap Gin dengan ngeri.
Ketika Gin menjerit. Aura hitam negatif yang terpicu dari Pedang Jaakuna telah merasuki kesadaran Gin dan menyebar menimbulkan riak ledakan hingga menembus awan.
Gejolak terjadi seperti gempa membuat langit dan bumi gemetar. Gin hanya bisa meraung seperti iblis yang terbangun dari jurang neraka.
Mata bocah itu menyala seolah menjadi senter dengan warna merah darah yang membuat setiap orang yang menatapnya menggigil.
Pusaran aura kegelapan brutal mengelilingi Gin membuatnya tidak bisa didekati.
Johnson dari jauh juga ikut terpengaruh oleh Bedevilment Gin dan tidak bisa menelan ludah.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah dia tengah dirasuki iblis? Tapi ... Disini tidak ada iblis atau roh jahat yang tengah merasuki sebelumnya."
Johnson tidak tahu dan merasa bingung.
Itu tentu demikian karena, Bedevilment biasa terjadi jika seseorang tengah dirasuki oleh mahkluk roh jahat atau pengaruh iblis yang membuat kesadarannya bertindak gila dan haus darah.
Orang-orang yang mengalami Bedevilment akan bertindak brutal dengan membunuh baik musuh atau teman karena pikirannya hanya memikirkan tentang pembunuhan. Selain itu, biasanya setiap kemampuannya akan meningkat secara drastis, bahkan tidak jarang bisa beberapa kali lebih kuat.
Namun tentu saja ada efek negatif yang mengerikan terjadi setelah Bedevilment. Orang itu akan mati karena jiwa kehidupannya terbakar dengan kemampuan yang ekstrim. Jika pun selamat, ia hanya akan cacat seperti orang linglung semasa hidup.
Akan tetapi pada kasus Gin kali ini. Itu sangat berbeda dengan deskripsi yang Johnson tahu. Satu hal pasti, Johnson tidak bisa bertindak gegabah karena dia bisa merasakan tubuhnya seolah kaku ketakutan merasakan transformasi Gin saat ini.
Saat itu tawa jahat keluar dengan kebencian yang mendalam.
"Hahaha!"
Gin dengan penampilan berbeda tampaknya telah berubah kepribadian.
Saat matanya menatap Johnson. Ia kemudian menyeringai kejam.
"Daging manusia ... "
Johnson "..."
––––––––––––––––––––––––––
Di dalam kesadaran Gin. Itu seperti ruangan tanpa batas dengan kegelapan dimana-mana. Itu sunyi senyap seperti di ruang angkasa.
Jiwa Gin terpejam dengan tubuh meringkuk t3l4nj4ng melayang-layang di ruangan gelap ini.
Tiba-tiba muncul dari kekosongan sebuah mata merah raksasa yang menatap Gin tajam dengan rasa haus darah. Gin tampak kecil di bandingkan ukuran mata itu seolah dia hanya semut.
Saat ini mata itu seperti menembakkan sebuah aura merah yang terhubung dengan jiwa Gin mencoba memengaruhi Gin sepenuhnya. Meskipun sosok yang memiliki mata raksasa itu berhasil mengambil dan menguasai tubuh Gin saat ini, tapi ia kesulitan untuk menghancurkan jiwa Gin sepenuhnya.
Kemudian saat Mata itu terus menyerang kesadaran Gin. Tiba-tiba muncul rantai merah raksasa yang terhubung dengan perut jiwa Gin pada sosok raksasa pemilik mata itu yang melilit tubuhnya secara tak kasat mata.
Rantai Tembaga Merah itu kemudian bersinar redup yang membuat sosok mata raksasa itu menjerit kesakitan.
Melolong!
"Bajingan! Bocah ini memiliki harta rahasia yang melindungi jiwanya!" Sosok itu meringis kesakitan dan menatap jiwa Gin dengan kebencian mendalam.
"Tunggu saja! Tidak lama aku akan menghancurkan jiwamu dan mengambil alih tubuhmu! Saat ini, aku perlu nutrisi untuk memulihkan kekuatanku ... "
Sosok mata itu kemudian terpejam dan membuat kesadarannya mengambil alih tubuh Gin saat ini.
Kembali ke luar.
Gin yang telah dipengaruhi sosok mata itu dengan haus darah bergegas ke arah Johnson saat ini. Setiap luka di tubuhnya telah menghilang dan disembuhkan diganti dengan kulit padat penuh vitalitas otot kekuningan.
Masih menggunakan Pedang Jaakuna, Gin dengan erat menebas Johnson dengan kekuatan luar biasa.
Karena gerakan Gin jauh lebih cepat dari sebelumnya, Johnson tidak bisa menghindari serangan itu dan harus membalasnya.
Rumble!
Suara pukulan keras bergema seperti menandai runtuhnya tanah di bawah kaki. Johnson tidak bisa bergidik ngeri karena Iron Gloves yang ia pakai bergetar hebat. Meski ia sudah melapisinya dengan Chōetsu Haki, tapi itu masih membuat goncangan hebat.
Gin yang dirasuki tertawa kejam seolah ini menyenangkan dan terus menyerang Johnson dengan bertubi-tubi. Tidak ada gerakan khusus pada Gin dan itu hanya menyerang dengan cara kasar dan frontal.
Tapi meskipun begitu, gerakannya yang terlalu cepat membuatnya lebih sengit dari sebelumnya.
Gelombang demi gelombang energi pedang gelap terus bermunculan berkat efek sisa pemogokan serangan Gin.
Sampai saat ini tidak ada yang membuatnya lebih merasa terhina kecuali pada Seiryu. Kekalahannya di awal membuatnya lebih membenci Seiryu karena begitu mudah dia kalah. Namun meski begitu, ia setidaknya tidak terlalu malu karena kalah dari Seiryu mengingat kekuatannya.
Tapi kali ini. Dia bahkan bisa dipukuli oleh seorang anak berusia 6 tahun! Sifatnya yang sombong tidak akan membiarkan itu terjadi dan merasakan penghinaan.
Apalagi bocah ini adalah anak dari Seiryu orang yang dia benci. Memikirkan ini lebih membulatkan tekadnya untuk membunuhnya.
Walaupun Gin saat ini tengah dalam kondisi Bedevilment, tapi mengapa ia harus takut. Ia yakin dengan kekuatannya sendiri berkat akumulasi waktu yang ada. Tidak mungkin bocah 6 tahun ini bisa lebih kuat dari dirinya seorang petarung yang telah merasakan pengalaman nyata krisis hidup dan mati.
Jika itu ahli tingkat SSS yang mengalami Bedevilment, ia tentunya akan waspada dan lari. Tapi hanya dengan Gin yang mengalami Bedevilment, ia tidak terlalu cemas.
Saat kepercayaan diri ini muncul. Johnson jauh lebih tenang dan tidak terlalu khawatir.
Clause yang sebelumnya bertarung dengan River hendak membantu tuan mudanya, namun itu dihadang River.
River melihat ke arah Johnson dan memastikan bahwa kepercayaan dirinya meningkat dan memutuskan untuk mencegah Clause mengganggu.
Meski River sebelumnya juga takut dengan perubahan Gin, tapi saat ini ia yakin dengan kemenangan Johnson sebab kekuatannya yang dimiliki. Meski ia mengejek Johnson, tapi ia harus memuji bahwa bidang Chōetsu Haki Johnson jauh lebih tinggi daripada dia.
Karena itu ia sangat yakin dengan kemenangan Johnson.
Gemuruh! Gemuruh! Gemuruh!
Ledakan terus terjadi dengan menimbulkan riak yang hancur berkeping-keping. Gin masih gila dan semakin gila saat menyerang, bahkan Johnson berkeringat dingin merasakan serangan Gin yang semakin kuat.
"Bangsat! Bocah Shinto! Makan ini serangan ini!"
"Divine Chopper Punch(Pukulan Tembaga Ilahi)!"
Serangkaian energi terpicu dari tubuh Johnson dan terkonsentrasi menyelimuti lengan Iron Gloves menimbulkan kilau cahaya mistis. Niat Haki beredar dari pukulan itu memunculkan aura yang sangat sengit!
Udara bahkan terlihat robek dan bergema seolah seorang Dewa yang marah hendak membasmi umat-Nya yang menentang.
Energi yang dipicu itu luar biasa besar membuat Gin yang dikendalikan sosok misteri mengernyitkan dahinya.
Namun tawa mengejek bergema yang itu dihasilkan dari mulut Gin seolah saat melihat usaha Johnson ini hanya sepele.
Johnson yang melihat ejekan Gin memiliki ekspresi marah dan meraung memicu kekuatan pukulan lebih keras.
Tapi!
Pukulan yang membawa gemuruh menghancurkan itu tiba-tiba buyar seolah dinetralisir oleh sesuatu.
Mata Johnson melebar seolah terkejut dan wajahnya menjatuhkan rahang seperti tidak percaya.
Bagaimana bisa terjadi?
Tiba-tiba saat itu. Aura sombong jahat, brutal, dan kejam namun agung terpicu beberapa kilometer membuat dunia seolah tunduk!
Shihai Haki!
Seluruh momentum yang dimiliki Johnson sebelumnya saat ini hilang seolah tidak ada.
Pada saat itu, bahkan Clause dan River harus bergidik kaku merasakan aura berdarah ini. Mereka merasakan darah dalam tubuh mereka bergejolak seolah mau meledak!
Beberapa kilometer jauhnya juga. Maria, Adelyn, Ava, dan Kuro harus berhenti dalam bergerak karena merasakan dominasi Haki brutal ini.
"Ini ..."
Di sisi lain, Newyear juga mengerutkan kening merasakan Shihai Haki ini.
"Haki busuk yang mengeringkan ... "
Bahkan Blade yang telah memulihkan dirinya tidak bisa bergidik.
"Ini! Aku sepertinya pernah merasakan jenis Haki ini? Mm, Shihai Haki yang sangat jahat ... "
Saat ini Johnson hanya bisa terduduk gemetar. Apa itu kesombongan? Di depan Shihai Haki, seluruh perjuangannya sebelumnya hanyalah kentut yang sia-sia.
Sosok iblis Gin saat ini benar-benar tercetak di mata Johnson.
Kejahatan!
Itulah penggambaran Gin saat ini.