
Setelah tabrakan terjadi. Segera itu hampir menghancurkan area dalam radius di sekitarnya. Lubang mengerikan terbentuk di bawah seperti menandakan pertarungan dahsyat itu.
Clause tahu bahwa jika tetap di tempat maka itu masih akan terkena dampak yang parah, jadi dia membawa orang-orang dengan kapal pergi menjauh lebih lagi.
Tapi siapa yang mengharapkan bahwa saat pergi menjauh, kapal seperti menabrak sesuatu setelah beberapa kilometer.
Clause seperti menyadari sesuatu dan jejak kerutan muncul di wajahnya, "Ini... Sebuah segel formasi!"
Melihat lebih dari dekat, ia tidak bisa membantu tapi merasa khawatir. Karena ia tahu bahwa segel formasi ini sangat mustahil untuk bisa keluar jika terjebak di dalamnya.
Clause sangat berpengetahuan. Melihat rona emas transparan penghalang, ia tidak bisa bergumam. "Segel Kubah Emas Surgawi!"
Saat Clause sedang dalam pikirannya sendiri. Gin dari samping juga melihat penghalang itu, ia pun bertanya, "Kakek, apakah ini sebuah segel formasi?"
Clause mengangguk sambil menjawab, "Benar, ini segel formasi yang rumit dan sangat mustahil untuk ditembus."
Gin memperhatikan penghalang dan tidak bisa mengerutkan dahinya, "Ini sepertinya sudah disiapkan matang-matang."
Kedua berdiri dan memperhatikan penghalang dengan seksama. Meski di dunia ini juga ada teknik untuk menembus sebuah segel formasi, tapi untuk segel formasi kasus kali ini sangat sulit bahkan mustahil.
Saat itu, Gin melihat ke belakang dimana suara gemuruh terus terjadi bergema akibat pertarungan seorang ahli tingkat “Bencana”.
Di dunia ini tingkat kekuatan seseorang juga dibedakan menjadi beberapa tingkatkan, meski pembagian ini cacat karena tidak serta merta tepat, tapi orang-orang di dunia ini masih menggunakannya.
Selain tingkat para petualangan dari E hingga S yang mudah diklasifikasikan. Sebenarnya di atasnya masih ada yang lebih tinggi seperti SS dan SSS. Namun petualangan tingkat SSS jarang ditemukan dan biasanya hanya di sebuah ibukota negara yang besar.
Di atas itu ada juga kekuatan yang lebih tinggi. Setelah level SSS kemudian ada level Bencana, Raja, dan Kaisar.
Gin pernah bertanya pada ayahnya tingkat berapa kekuatannya saat ini. Dan ayahnya menjawab setidaknya ia lebih kuat dari ahli tingkat Bencana dan bisa menahan tipis ahli tingkat Raja.
Meski Gin sangat yakin pada kekuatan ayahnya, tapi ia tidak bisa berhenti khawatir, "Kakek, siapa sebenarnya Joaquin G. Blade ini? Kekuatannya tidak kalah dengan ayah!"
Clause tersenyum pahit kemudian menjawab. "Sang Sage Pedang, itulah julukannya. Setidaknya ia adalah ahli tingkat Kaisar."
"...?"
Tingkat Kaisar!
'Omong kosong! Bukankah ayahnya akan kalah disini?' Gin tidak bisa membatin karena ia tahu bahwa jarak antar kekuatan meski terlihat kecil celah dua tingkatan, tapi kesenjangan itu amatlah besar.
"Tapi? Ayahku terlihat bisa seimbang! Kurasa--" Gin juga tidak yakin. Clause menggeleng kepalanya dan menjawab. "Siapa yang tahu, pria itu masih menahan kemampuannya dan lagipula kekuatannya lebih kuat dari tuan muda pikirkan."
Gin menatap Clause sambil mengernyitkan dahinya, "Kakek, seperti kamu sangat mengenal Sage Pedang itu?"
Clause tersenyum pahit sambil menjawab. "Benar, karena dulu aku sangat akrab dengannya."
"..."
Saat mereka sibuk melihat pertempuran dari jauh. Tiba-tiba Gin seperti mencium bau harum yang memabukkan, ia seperti sangat mengantuk dan ingin segera pergi tidur.
Tapi kemudian ia di bangunkan Clause dengan luka kecil ditangannya.
"Maaf tuan muda karena melukai anda, tapi jika tidak, anda akan pingsan dan mati." Clause sambil memegang Gin mengatakan kata-kata itu.
Gin hendak bicara tapi dipotong oleh suara orang lain. Suara wanita itu lembut namun dingin dan hampa seolah ia sama sekali tidak memiliki perasaan.
"Oh, ada yang sadar dengan bubuk racunku ya ..." Wanita itu ada di atas tiang kapal utama dengan posisi duduk mengayun kakinya.
Wanita itu memiliki rambut abu-abu panjang di kuncir ke belakang. Mengenakan pakaian gelap ketat yang memperlihatkan lekuk tubuh panasnya. Ia juga membawa kunai besar bergigi empat di tangan dan memakai topeng hitam shinigami yang menutupi wajahnya.
Gin yang sudah di bangunkan Clause tidak bisa mengerjapkan matanya.
Ini Ninja! Ninja Asli!
Ninja wanita!
Rihana yang menatap ke bawah tidak seperti yang diharapkan dan dia hanya duduk diam. Kemudian ia seperti mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan itu adalah Pon Pon seperti menelpon seseorang.
Setelah sedikit melakukan pembicaraan, ia memasukkan Pon Pon-nya kembali dan berdiri.
Detik kemudian, seperti ilusi tubuhnya seperti berubah menjadi afterimage dan menghilang.
Pada waktu singkat saat Rihana menghilang, ada sebuah teriakan dari belakang pelayan Gin.
"Ah! Tolong! Tuan Clause! Miguel telah mati!"
"Ini! Tubuh Vina! Vina terbelah dua!"
"Ahh! Tangan... Tanganku terpotong!"
Gin melihat kebelakang dengan panik dan bisa melihat percikan darah kemana-mana di mana tubuh para pelayanannya banyak yang terbelah seolah-olah itu sangat rapuh. Aksi pembantaian berdarah itu membuat Ana dan Marsha pingsan karena tidak kuasa melihat hal kejam itu.
Clause yang terlambat menyadari segera bertindak. Ia merapalkan mantra dengan cepat dan seperti membuat gelombang tipis gelembung transparan, yang kemudian muncul dari lingkaran sihir menciptakan pengaruh di sekitar kapal.
BUZZ!
Rihana yang sebelumnya telah membunuh banyak pelayan dengan gerakan bayangan miliknya berhenti dan menjauh menjaga jarak.
Jika Rihana masih asik membantai dan mengabaikan serangan Clause sebelumnya, maka dia akan terpengaruh dan menderita luka. Dia mengambil keputusan bijak dengan mundur secara mantap.
Gin yang melihat banyak pelayan rumahnya mati tidak bisa menahan kemarahan. Meski dia sangat senang karena bisa bertemu ninja asli, tapi jika itu membunuh orang yang dia kenal, tentunya ia tidak akan tinggal diam.
Setelah Rihana diam menjaga jarak, tiba-tiba dia merasakan dari indera presepsi-nya bahwa sebuah bahaya menghampirinya.
Ding!
Dua senjata tajam bertabrakan dan menimbulkan bunyi yang berdengung.
Rihana sedikit terkejut karena orang yang menyerangnya adalah Gin seorang anak kecil yang ia anggap bukan apa-apa. Rihana terkejut karena gerakan Gin sangat cepat bahkan tidak bisa di tangkap oleh mata.
Sebagai seorang spesialis dalam hal kecepatan, tentunya mampu bergerak cepat dengan usia itu membuat Rihana terkejut dan bertanya siapa sebenarnya bocah ini?
Berbeda dengan Rihana yang bergerak melalui bayangan, gerakan Gin sebelumnya seperti mengabaikan hukum ruang dan pendekatannya lebih ke arah instan, hampir mirip dengan teleportasi!
Pedang Jahat Terkutuk telah dikeluarkan Gin dari inventaris miliknya, dan Gin yang baru pertama kali menggunakannya merasakan perasaan tidak nyaman.
Entah kenapa Gin merasakan keinginan membunuh yang kuat. Pedang itu seperti memengaruhi pikirannya yang terus mengirimkan bisikan-bisikan iblis membuat rasa haus darah Gin semakin meningkat.
Meski efek negatif yang diberikan sangat membuat Gin tidak nyaman, tapi pedang itu juga memberikan kekuatan serangan yang tinggi membuat Rihana cukup kewalahan saat menangkis.
Rihana tidak bisa membantu tapi melihat pedang ditangan Gin dengan seksama.
Entah kenapa dia bisa merasakan rasa kebencian mendalam pada pedang itu yang juga membuat dirinya tidak nyaman.
Aura crimson pedang itu benar-benar seperti senjata yang terlahir dari jurang neraka itu sendiri. Kejam, jahat, brutal, dan tanpa ampun, itulah rasa penindasan yang diberikan dari pedang itu.
"Pedang yang mengerikan." gumam Rihana menatap tangannya yang masih bergetar sebab efek tangkisan.
Dan hari ini.
Pedang Jaakuna Noroi! [1]
Akan memulai aksinya!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[1] Aku mengganti yang semula “Norowareta Kokken” menjadi “Jaakuna Noroi” karena mudah diingat dan diucapkan.
[A/N : Kemarin tidak update! Maaf aku sedikit sibuk dengan RL dan malamnya kepalaku pusing! Jadi tidak sempat untuk menulis:v]