Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Bab 39 - Pertarungan Sengit


Di sisi pihak Gin saat ini. Gin saat ini tengah beradu pukulan dengan Rihana menggunakan Pedang Jaakuna yang menimbulkan percikan api di mana-mana. Pertarungan mereka terbilang sangat cepat, itu karena Rihana dengan gerakan bayangannya dan Gin menggunakan Blinkstep yang hampir tidak bisa ditangkap oleh mata.


Pada awalnya Gin berhasil mendesak Rihana dengan tuduhan yang sangat mendominasi, tapi Rihana juga bukan orang biasa, ia menggunakan banyak metode licik yang menghambat arah serangan Gin.


Jelas pengalaman Rihana dalam bertarung lebih berpengalaman ketimbang Gin.


Namun tentunya masih menjadi luar biasa karena Gin bocah 6 tahun bisa beradaptasi dalam pertempuran melawan Rihana seorang ahli Tingkat SSS.


Akan tetapi seiring berkembangnya pertarungan, Gin menjadi lebih lambat karena efek cooldown Blinkstep telah habis. Lagipula teknik itu hanya berlangsung 10 detik.


Karena hal itulah Gin saat ini lebih menderita sebab ditekan oleh Rihana.


BANG!


Dengan suara dentingan senjata, Gin terpental mundur dengan tangannya masih gemetaran, untung saja ia bisa menstabilkan posisinya dan berdiri mantap.


Clause yang melihat tuan mudanya mampu bertarung melawan Rihana tidak bisa berhenti terkejut! Ia menjadi semakin yakin bahwa tuan mudanya di masa depan akan menjadi bakat monster yang namanya akan terkenal di dunia karena menjadi ahli yang kuat!


Namun ia tidak lama dalam mengagumi dan membantu menyokong karena Gin tampak masih sedikit cidera.


"Tuan muda apakah kamu tidak apa-apa?"


"Aku tidak apa-apa, hanya luka dalam yang kecil. " jawab Gin dengan menyaku darah yang ada di bibirnya.


Melihat itu Clause tidak bisa berbicara, "Tuan muda, biarkan saya yang melawan wanita itu. Meski anda memiliki banyak teknik yang hebat, tapi wanita itu memiliki pengalaman tempur lebih dari anda. Tuan muda memang bakat yang luar biasa, tapi melawan ahli setingkat wanita itu, masih sangat mustahil."


Gin agak tidak enak dan memiliki perasaan kesal karena dirinya yang tidak bisa melawan Rihana dengan waktu lama. Perasaan tidak berdaya seperti itu benar-benar membuat Gin meremas dirinya karena betapa lemahnya dia.


Tapi benar apa yang diucapkan Clause, tidak perlu memaksa dan ketahui kemampuan diri sendiri. Orang harus menjadi bijak dalam mengambil keputusan dan Gin tahu kapan harus maju dan mundur.


'Jika saja aku ingat perasaan saat mengaktifkan Shihai Haki saat itu ... Mungkin aku bisa menang saat ini.' Gin hanya mendesah dalam batin. Ia sudah beberapa kali mencoba mengaktifkan Shihai Haki setelah kembali saat itu, namun itu sangat sulit untuk muncul.


Gin sudah bertanya pada ayahnya tentang hal itu, tapi ia tidak memberi tahu bahwa dirinya telah membangkitkan Shihai Haki. Ayahnya mengatakan bahwa saat mengaktifkan Shihai Haki itu memiliki perasaan yang sangat unik. Ayahnya juga mengatakan bahwa memahami Haki hanya bisa dimengerti oleh diri sendiri, karena naluri setiap orang itu berbeda-beda.


Sebab itu Haki atau bahkan ditingkat Shihai Haki lebih sulit daripada Mana atau Sihir.


Gin yang telah diganti Clause dalam bertarung memulihkan tenaganya dengan Sihir Pemulihan miliknya sendiri.


Gin melihat ke depan di mana Clause dan Rihana tengah bertarung satu sama lain.


Karena Clause murni seorang penyihir, jadi dia menggunakan berbagai mantra sihir untuk melawan. Keduanya bertarung dengan sengit, tapi Gin bisa melihat Clause sedikit lebih dominan.


Gin senang dan berharap Clause bisa menang. Ia kemudian melihat ke belakang untuk melihat para pelayan yang masih ada. Sebelumnya ada 78 pelayan total di rumah Gin, tapi saat ini hanya tersisa 50 orang yang masih hidup. Beberapa mati karena telat dan tertimpa reruntuhan, beberapa mati karena di bunuh Rihana. Apapun hasilnya itu membuat Gin sangat marah.


Di beberapa titik dikejauhan. Gin juga bisa melihat dan mendengar pertarungan yang amat sengit, mungkin itu ayahnya dan Sage Pedang. Dan di sisi lain ia juga bisa tahu bahwa ada pertarungan lain yang tidak kalah dahsyat, mungkin itu Adelyn, Maria, dan Ibunya yang melawan musuh.


Situasi ini benar-benar membuat Gin gugup dan berharap agar semua anggota keluarganya bisa selamat.


***


Di sisi lain, masih di bawah kubah emas.


Kuro yang beradu melawan Blade tampak memiliki luka yang cukup serius di sekujur tubuhnya, sedangkan Blade juga memiliki pakaian berantakan namun lukanya tidak separah Kuro.


Meski Kuro tampak dalam posisi kalah, tapi roh bertarungnya masih tinggi dan tidak patah semangat.


Kuro masih memasang wajah serius tajam dan berkata, "Jangan samakan aku dengan 'dia' aku bukan Pendekar Pedang Busuk seperti dirinya!"


Saat itu bilah Kuro bersinar merah tajam dengan aura kehitaman yang ikut menyertainya. Blade bersikap serius dan mencengkram Pedang Murasaki Petir dengan erat ditangan kirinya.


Dengan waktu singkat, dunia seperti tenang dan berubah menjadi abu-abu seolah-olah waktu telah berhenti. Dengan ayunan tenang, bilah Kuro seakan membelah langit dan bumi!


"Shinkū Kokyū : Jikū no Bunkatsu(Pernapasan Hampa : Membelah Ruang-Waktu)!"


Blade yang merasakan itu tidak bisa terbelalak! Tubuhnya seakan sulit bergerak dan hanya bisa membiarkan tebasan gelombang pedang membelah dirinya. Tapi bukan Sage Pedang namanya jika dia tidak punya trik.


Ia memiliki mata tajam dan wajah serius yang kemudian dengan sekuat tenaga menggunakan tiga jenis Haki secara bersamaan, Tomei, Choetsu, dan Shihai dengan upaya penuh.


Dengan itu ia bisa menggerakkan tubuhnya lagi dan membuat serangan balasan.


"One Million Volt Thunder Slash!" [1]


Tiba-tiba satu juta guntur berwarna biru muncul dari balik awan yang menyertai tebasan milik Blade membuat dunia bergetar! Seakan-akan semua guntur itu meraung layaknya singa yang marah yang membuat bunyi keras dan bisa didengar beberapa mil.


Tebasan itu bukan murni pedang, tapi ada juga sihir di dalamnya yang menjadikan itu menjadi serangan Maqi yang sangat ganas!


Joaquin G. Blade, Sage Pedang!


Selain menjadi salah satu ahli pedang terkuat di dunia, tidak banyak yang tahu bahwa ia juga seorang penyihir yang mumpuni. Menjadikannya seorang “Magic Swordsman” yang sangat hebat dengan pedang-pedang magisnya.


Kembali ke pertarungan. Meski Blade sudah menggunakan salah tahu teknik terkuatnya, tapi ia selangkah lebih lambat dan hanya bisa menangkis dalam jarak dekat yang membuatnya mendapatkan kerugian besar.


BOOM!


Ledakan terjadi dan itu menimbulkan riak menakutkan dan banyak asap mengepul di tempat pijakan Blade sebelumnya.


Tidak tahu bagaimana nasib Blade saat ini. Tapi Kuro yakin meski ia tidak berhasil membunuhnya tapi itu juga memberikan luka berat pada Blade.


Setelah satu menit tidak ada reaksi, Kuro bisa melihat setelah asap hilang bahwa Blade saat ini dengan posisi duduk tengah memegang dadanya dan batuk darah dengan parah. Namun meski begitu, matanya masih sadar dan menahan tubuh agar tidak jatuh dengan menancapkan pedang ke tanah.


Kuro melihat itu tidak bisa mendesah. Kekuatannya saat ini masih kurang, ia bahkan hampir menggunakan setiap kemampuannya untuk melawan Blade, namun itu hanya membuat pria tua itu luka parah dan kelelahan.


Kuro tahu bahwa dia tidak bisa bertarung lama dengan Blade saat ini, meski Blade terlihat lemah, tapi ia masih bisa bertahan dengan vitalitas tubuhnya yang kuat. Dia tahu bahwa Blade harus memulihkan tubuhnya saat ini, dan itu juga memerlukan waktu yang cukup.


Ia menggunakan kesempatan ini untuk mencari Ava dan lainnya. Kuro tahu bahwa di bagian lain juga ada pertarungan yang terjadi, jadi dengan mudah menemukan lokasinya.


Kuro saat ini khawatir, ia ingin segera membuat anaknya kabur dari Segal Kubah ini, jika tidak maka itu akan dibawa di Keluarga G.


Ia tahu bahwa ia membuat kesalahan dengan menodai 'Gadis Suci' Keluarga G yaitu Ava, tapi ia tidak menyesalinya.


Namun ia khawatir dengan anaknya karena Keluarga G tidak akan membiarkan garis keturunannya menyebar ke orang luar. Apalagi itu adalah garis darah dari Ava seorang gadis suci yang diasuh secara ketat.


Hanya satu kemungkinan jika Anaknya tertangkap keluarga G.


Eksekusi!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[1] One Million Volt Thunder Slash, Tebasan Guntur Satu Juta Volt.