
Dengan tubuh yang besar. Johnson datang ke arah Gin dengan berlari yang membuat tanah seakan bergetar terjadi gempa.
Gin tidak berani ceroboh dan melaju ke arah Johnson dengan Voidwalk. Ia menyadari bahwa saat ini ia tidak bisa menghindari pertarungan ... Jadi cara terbaik saat ini adalah dengan pertarungan frontal.
Gin cukup beruntung karena lawannya adalah Johnson yang hanya pengguna Haki saja, tidak seperti River yang seorang Maqi yang memiliki banyak trik licik di lengan bajunya. Namun, tentunya ia tidak bisa meremehkan karena bidang Choetsu Haki Johnson sangat tinggi.
Sekali ia terpukul, maka nyawanya akan melayang!
Gin saat ini tidak menahan kemampuan miliknya, ia bahkan mengaktifkan Mata Jahat dan menggunakan skill Dōsatsugan untuk memprediksi arah gerakan Johnson.
Dengan fitur ini, ia bisa setidaknya memprediksi niat Johnson melalui peredaran Mana dalam tubuhnya. Meski kemampuan ini tidak bisa melihat Niat Haki, tapi itu sangat membantu Gin dengan visinya yang luas.
"Kemarilah bocah!" Saat berteriak, lengan Johnson bergetar dengan munculnya cahaya emas dari setiap celah Iron Gloves secara singkat.
Kemudian Johnson dengan tenaga luar biasa memberikan pukulan ke arah Gin dengan cepat. Pukulan itu seolah merobek udara yang membuat angin bersiul menandakan pukulan ganas itu.
Bahaya!
Gin bisa merasakan perasaan terancam dari pukulan luar biasa Johnson dan dengan cepat memutar tubuhnya menghindari pukulan yang datang.
"Heh, usaha yang sia-sia." Johnson sedikit mendengus yang kemudian Iron Gloves-nya mengeluarkan aura emas seperti mengelilingi lengannya.
Meski Gin bisa menghindari pukulan itu, namun itu hanya beberapa centi saja. Saat Johnson mengaktifkan auranya, itu bocor dan mengenai kulit Gin.
Segera setelah Gin mengenai itu. Ia memiliki raut wajah berubah dan tiba-tiba matanya menunjukkan ketakutan karena ia bisa merasakan rasa sakit yang datang.
Dalam posisi menghindar di udara pada lengan Johnson. Gin tidak bisa membantu tapi menjerit karena tubuhnya tiba-tiba terpental ke atas.
"Kuck~"
Meski aura yang terkena sedikit dan mengenai pinggang kiri Gin, tapi itu benar-benar membuat tubuhnya seolah tertabrak sesuatu yang keras.
Tubuh Gin terpental ke atas seolah dilempar. Rasa nyeri bisa dirasakan di perut Gin yang membuatnya tidak bisa bernafas dan sakit.
Gin menggertakan giginya karena marah dan menendang kehampaan untuk terjun dengan cepat ke arah Johnson. Mengabaikan rasa saki luka di pinggangnya.
Pedang Jaakuna memberikan emosi negatif dengan aura brutal berdarah yang mengelilinginya membuat orang yang menatapnya menggigil.
Aura crimson juga berputar mengelilingi Gin seolah itu melindungi bocah itu dari bahaya.
Saat pedang meluncurkan, Gin telah memberikan tuduhan balasan cepat dengan momentum mengancam nyawa.
Johnson mengangkat kepalanya karena menyadari pendekatan Gin dan mengangkat lengannya ke depan seolah melindungi tubuhnya dari bilah Gin.
CLANK ...
Bunyi tabrakan logam membuat suasana sekitar hening.
Johnson bisa menahan serangan Gin dengan senyum wajah yang mengejek, sementara Gin mendapati lengannya bergetar.
Tidak ada bekas lecet apapun pada Iron Gloves Johnson dan itu masih tampak mengkilap dengan rona emas.
Pada pemogokan itu. Johnson dengan cepat menggunakan lengannya untuk seolah meraih Gin tapi berhasil dihindari dengan cepat oleh Gin.
Berkat Mata Jahat Gin bisa memiliki visi satu langkah lebih cepat. Sayangnya ia tidak memiliki kekuatan yang mampu menumbangkan Johnson dengan cepat seperti serangan destruktif. Gin harus memikirkan alternatif lain untuk mengalahkan pria besar itu.
Akhirnya keduanya bertarung dengan macet. Tidak ada perubahan yang signifikan. Jika bocah itu terancam, ia akan menghindar secepat kilat.
Johnson juga sudah mulai jengkel dengan gaya bertarung Gin yang licik. Ia tahu bahwa bocah itu tidak bisa melukainya sebab tubuhnya yang keras berkat pelapisan Chōetsu Haki, dan lebih memilih untuk menghabiskan stamina miliknya.
Tapi semakin lama bertarung, semakin membuat Johnson marah karena Gin sepertinya malah terlihat nyaman dan menganggap pertarungan ini latihan uji coba miliknya.
Sementara Johnson juga risih dan jengkel. Gin juga merasakan firasat buruk karena emosi negatif yang terakumulasi dari Pedang Jaakuna mulai menyerang kesadarannya yang akan membuatnya kehilangan kendali.
Aura hitam itu terus memengaruhi kesadaran jiwa Gin yang membuat bisikan-bisikan iblis. Gin yang merasakannya juga tidak bisa berhenti takut dengan efek ini dan ingin segera melepas Pedang ini.
Namun di satu sisi, pedang ini membantunya dalam berhadapan dengan Johnson satu lawan satu. Jujur, tanpa Pedang — Jaakuna Noroi — Gin tidak yakin apakah dia bisa berhadapan dengan Johnson.
Berkat aura negatif yang memengaruhi kesadaran. Itu juga membuat Johnson terpengaruh yang membuatnya tidak bisa berkonsentrasi dan hanya bisa mengeluarkan 80% kemampuannya.
Jika Gin melepaskannya, mungkin kemampuannya tidak akan bisa mengatasi gempuran dari Johnson.
Jika ia membuat keputusan melarikan diri. Gin tidak tahu bagaimana nantinya nasib Clause karena akan terkepung dua orang. Ditambah melarikan diri bukanlah prinsip dari Gin. Meskipun Gin penakut, bukan berarti dia pengecut!
Dia tahu kesenjangan kemampuannya antara Johnson, tapi ia masih mau melawannya karena ia memiliki kesombongannya sendiri.
"F*ck!?"
Gin menggunakan Voidwalk untuk mundur dengan cepat. Untungnya Gin tidak terlambat dan bisa menjaga jarak dengan pukulan.
Tapi.
Johnson seperti sudah mengantisipasi kecepatan melarikan diri Gin dan menyeringai kejam. Ia kemudian meraung.
"God Iron Punch(Pukulan Dewa Besi)!?"
Saat itu pukulan yang dilancarkan Johnson seperti membawa momentum luar biasa dengan Haki yang mengelilinginya. Pukulan itu seperti memukul kekosongan dan menciptakan sebuah sentakan gelombang yang berbentuk layaknya kepalan emas yang melaju ke arah Gin.
Gin bergidik ketakutan saat ini. Meski ia bisa menghindar mundur sejauh 5 meter, tapi serangan Johnson lebih cepat dan ia tidak akan sempat menghindar.
Dengan Mata Jahat, ia dengan cepat mengambil keputusan cepat untuk menyerang serangan yang melaju.
Menarik nafas dalam-dalam, Gin mengerahkan teknik Pedang Pernapasan.
Itu teknik ketiga dari Pedang Pernapasan Angin.
"Kaze no Kokyu : Kazaguruma(Pernapasan Angin : Kincir Angin)!"
Segera Pedang Jaakuna yang sebelumnya memberikan fluktuasi jahat berubah menjadi percikan air biru yang mengalir di sekitar pedang.
Gin memberikan ayunan tiga tebasan dengan tarian memutar tubuhnya yang menciptakan gelombang angin.
SLASH! SLASH! SLASH!
Tiga gelombang yang menghalangi jalan masuk pukulan membuat bunyi ledakan mengakibatkan momentum serangan Johnson diringankan.
Namun meski begitu, ketiga tebasan gelombang angin tidak bisa menghalangi jalan pukulan dan tersebar dengan hembusan saat tertabrak. Aura pukulan itupun masih melaju kuat ke arah Gin.
BOOM!
Gin yang tertabrak pukulan tidak bisa terbang terlempar sambil memuntahkan seteguk darah akibat luka dalam. Bocah itu merasa kepalanya berkunang-kunang saat tubuhnya terseret jauh di tanah.
Setelah terlempar jauh, Gin berhenti karena tubuhnya menabrak Penghalang Kubah Emas yang menimbulkan seluruh tubuhnya tersentak di balut luka-luka berdarah.
Gin terkapar seperti mayat mati dengan tubuhnya yang berdarah. Matanya redup dan kesadarannya sepertinya akan hilang. Rasa sakit terus menyebar membuatnya hampir mati rasa.
Meski itu bukan pukulan langsung Johnson, tapi itu masihlah serangan yang mengerikan. Tidak bisa dipikirkan bagaimana jadinya jika Gin dipukul secara langsung? Mungkin tubuhnya sudah meledak berhamburan!
Pikiran Gin saat ini kosong. Kesombongan, kejeniusan, apa itu semua? Jika kamu mati, maka itu semua akan berakhir.
Gin bahkan tidak sempat melihat sistem untuk memulihkan diri. Bahkan Bitches sepertinya panik karena luka yang dialami Gin saat ini.
Meski ia mengendalikan sistem, tapi Bitches tidak bisa melakukan apa-apa tanpa kehendak Gin. Jadi karena itu, ia panik karena jika Gin mati, ia juga akan lenyap!
Saat itu Johnson datang secara perlahan dengan seringai kejam.
"Inilah akhirnya ... "
Ia tertawa terbahak-bahak dan mengangkat Gin dengan meremas lehernya.
Namun saat Johnson ingin meremukkan kepala Gin, ia bisa merasakan sesuatu yang berubah.
Ia tiba-tiba merasakan bahwa Gin yang hampir mati memiliki perubahan pada tubuhnya.
Tubuhnya bergetar dan emosi negatif jahat brutal mengelilingi tubuhnya dan masuk melakukan lubang mata dan mulutnya.
Mulut Johnson melebar menganga.
Tubuh Gin telah mengalami transformasi!
Rambutnya yang perak, kini berubah hitam legam dan memanjang. Tubuhnya yang putih halus bahkan lebih halus dari kulit wanita mengalami pengerasan yang membuat kulitnya coklat. Selain itu serat-serat ototnya juga berkembang dengan cara signifikan.
Wajah Gin yang menggambarkan polos, acuh sedikit sombong telah berubah dengan menggambarkan rasa brutal, tajam, dan jahat.
"Ini?"
Johnson melepaskan cengkramannya dan melihat Gin dari jauh tidak bisa berteriak.
"Bocah ini mengalami Bedevilment!"