Sistem Bakat Tak Terbatas

Sistem Bakat Tak Terbatas
Bab 29 - Hadiah


Gin setelah beberapa hal itu memiliki tubuh yang letih, ia kemudian menduduki mayat Goro sambil memeriksa bilah sistem.


[Paket Hadiah dari “The Most Ancient Evil” telah berada di inventaris anda]


Dalam sistem Gin juga memiliki yang namanya akses “inventaris” yang bisa digunakan. Tapi Gin tidak bisa menggunakannya sebelum ia mencapai level 2 sistem.


Gin tidak tahu, tapi dia merasa bahwa saat kenaikan level sistem, setiap keuntungan yang diberikan sangat banyak. Akses inventaris ini sangat bermanfaat bagi Gin karena dia bisa menyimpan barang yang berat dan repot ke dalamnya. Meskipun, Gin tidak bisa menyimpan barang yang terlalu luas dalam ruang.


'Bitches, buka paket hadiah.'


Entah kenapa Bitches sudah terbiasa dengan namanya, yah meski masih disesali tapi bagaimana pun ia tidak bisa mengubahnya kembali.


[Membuka paket hadiah ... ]


[Ding ... ]


[Mendapatkan “Norowareta Kokken(Pedang Hitam Terkutuk)”]


[Mendapatkan “Sarung Pedang Terkutuk”]


[“The Most Ancient Evil” memberikan pesan agar anda memberikan pertunjukkan menarik lainnya di masa depan]


...


Setelah melihat beberapa notifikasi.


Gin merasa bahwa sosok yang memberikannya sistem padanya tampaknya bisa melihat apapun yang dia lakukan. Seolah-olah seluruh aksi dan kehidupannya hanyalah sebuah tontonan yang disiarkan di televisi, dan perasaan itu sangat tidak nyaman.


Meski Gin dalam hati marah karena seluruh privasinya dapat dilihat oleh orang lain, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya perlu menjalaninya karena kehidupan ini pula telah diberikan oleh sosok itu.


Gin menatap pedang yang ditampilkan dalam gambar hologram dan tidak bisa membatin. 'Itu pedang yang mengerikan.'


Gin pernah mendengar dari ayahnya bahwa di dunia ini ada juga banyak senjata yang memiliki pengelompokan dan peringkat yang menilai kekuatan senjata itu sendiri.


Yang paling Gin tahu, ia mengetahui tentang pemeringkatan 3 kelompok pedang yang sangat terkenal. Seperti, 203 Jojoshinoken, 18 Densetsunoken, dan 6 Shinwanoken. 3 kelompok pedang itu sangat terkenal karena menjadi tolak ukur kekuatan setiap senjata di dunia.


Meski saat ini dunia telah sedikit maju dengan ada teknologi yang mampu mengukur “power” dari sebuah senjata, untuk benar-benar akurat menilai peringkat, tapi beberapa orang seperti Klan Shinto seperti ayahnya masih memegang prinsip ini.


Dan untuk pedang yang diterima Gin saat ini, Norowareta Kokken, adalah pedang yang peringkatnya setidaknya setara dengan Jojoshinoken, dan yang lebih bagusnya lagi, pedang ini bisa lebih berkembang setiap Gin bertarung bahkan bisa mencapai Shinwanoken atau melampauinya.


Itu benar-benar pedang yang sangat luar biasa.


Namun yang menjadi masalah bagi Gin adalah efek kutukan yang diberikan dari pedang itu padanya. Memang benar bahwa pedang itu bisa lebih kuat secara mandiri setiap ia membunuh seseorang, tapi itu juga akan memberikan efek negatif seperti pengaruh jahat bagi perasaan Gin.


Jika itu terakumulasi terlalu banyak, maka besar kemungkinan Gin akan terpengaruh dan malah berubah menjadi sosok jahat yang dipengaruhi pedang itu sendiri.


Sesuai dengan namanya, meski pedang itu hebat, tapi itu juga kutukan yang ditakuti banyak orang.


Gin melupakan pedang itu saat ini dan fokus memulihkan diri. Gin membeli ramuan dari sistem dan meminumnya hingga memulihkan tenaganya.


Bisa dipastikan berkat pertarungan ini setiap kemampuan Gin telah meningkat dengan signifikan, apalagi dia telah membangkitkan Shihai Haki yang sangat jarang orang miliki.


Perlu diketahui, hanya satu banding satu juta orang yang bisa membangkitkan Shihai Haki di dunia ini. Gin tidak tahu seberapa luas dunia, tapi jika dia harus menebak, mungkin itu akan beberapa kali lebih luas dari bumi itu sendiri.


Bayangkan, jika Bumi ada sekitar 7 milyar orang yang hidup, itu setidaknya akan memiliki jumlah pengguna Shihai Haki sebanyak 7.000 orang. Lalu bagaimana di dunia ini, bisa dipastikan bahwa jumlah orang hidup akan jauh lebih banyak lagi!


Membayangkan itu membuat Gin yakin bahwa di dunia luar pasti lebih berbahaya dan kejam dari Goro saat ini.


Setelah fase tenang itu, Gin akhirnya melihat sosok di kejauhan yang tampak familiar.


Setelah itu adegan kembali seperti sebelumnya.


***


Gin saat ini tertidur karena tubuh fisiknya kelelahan.


Ketika ia bangun, tubuhnya sudah berada di ranjang dengan selimut putih yang cukup tebal. Ruangan ini berkayu dengan di sudut ada perapian yang membuat suhu tetap hangat. Gin juga bisa merasakan bahwa tangannya di pegang seseorang yang membuatnya tetap hangat.


Ia menoleh untuk melihat Marsha yang memegang tangannya sambil tertidur di kursi. Gin tetap diam dan tidak mengganggu gadis ini tidur, dari kelihatannya, Marsha telah banyak merawatnya karena Gin bisa melihat kantung mata hitam yang berat di sekitar mata.


Dengan hati-hati ia melepaskan tangan hangat Marsha dan melangkah berjalan keluar. Entah kenapa Gin bisa merasakan perasaan bergerak di ruangan ini, entah itu hanya perasaannya atau sesuatu yang lain.


Saat membuka pintu, Gin bisa melihat semuanya.


“Ini ... Kapal!"


Gin yang melangkah keluar bisa merasakan perubahan suhu yang signifikan disini. Sangat dingin, itu tentu demikian karena kelihatan saat ini tengah hujan salju.


Meski dingin, Gin menikmati perasaan ini sambil terpejam dengan mengangkat wajahnya membiarkan titik-titik salju yang lembut menerpa wajah putihnya.


"Kamu sudah bangun Shiro?" Sebuah suara muncul dari atas, dan itu adalah ayahnya yang berada di kemudi kapal menatapnya ke bawah.


"Ya, baru saja. Berapa lama aku pingsan?"


"Sekitar 5 jam, kurasa ... "


Kemudian sebuah suara datang dari depan, "Bocah, apakah kamu tidak kedinginan? Saat ini musim salju baru dimulai."


Adelyn berjalan dari dek depan mengenakan mantel jubah hitam dengan di lehernya melingkar bulu putih yang hangat, ia memakai topi koboi yang khas.


Berjalan mendekati Gin, ia kemudian mengeluarkan sebuah jubah hitam yang tampaknya cukup identik seperti yang dikenakan.


"Aku mendengar kamu sebentar lagi ulang tahun, aku lupa membeli hadiah untukmu, jadi aku hanya bisa memberikan ini untukmu."


Gin mengambil mantel itu dan memakainya. Ia tersenyum dam berkata, "Tidak apa-apa, aku menyukainya hanya ... Ini sedikit lebih besar dari tubuhku."


Adelyn tanpa mengubah ekspresi berkata, "Setidaknya itu bisa kamu pakai sampai kamu dewasa, kan?"


Gin tersenyum dan berterima kasih.


"Arara, Shiro-kun kamu sudah bangun ternyata. Aku sangat mencemaskan mu karena koma cukup lama." Maria datang dengan kecepatan luar bisa dan memeluk Gin dengan erat.


Gin bisa mencium buah kembar Maria karena wajahnya ditekan terhimpit di antaranya dan tidak bisa tersenyum c4bul.


'Muehehe, ini adalah hadiah ulang tahun yang terbaik!'


Setelah puas memeluk Gin, Maria melepaskan pelukan dan memainkan wajah Gin.


"Apakah kamu sebentar lagi akan ulang tahun? Hmm, aku juga lupa membawa hadiah.... Coba kupikirkan hadiah yang cocok yang kumiliki saat ini."


Setelah berpikir sejenak, Maria kemudian melepaskan kalung yang ia kenakan dan memakaikannya pada Gin.


"Ini ... "


"Ya, itu adalah kalung yang sangat berharga bagiku."