
Di sisi lain tempat yang masih di bawah kubah emas segel. Gin saat ini tengah berada di pinggiran hutan melihat pertarungan sebelumnya yang telah menghancurkan kediamannya.
Villa yang semula mewah dan besar, kini telah berubah menjadi reruntuhan tidak berbentuk lagi. Meski Gin marah karena ada beberapa buku yang belum habis ia baca, tapi karena mengingat saat ini tengah terjadi pertarungan ia hanya bisa pasrah.
Saat ini ia bersama Marsha, Kakek Clause, Ana dan beberapa pelayan lainnya untuk mengungsi menjauh dari pertarungan.
Untungnya saat villa belum runtuh, Gin dan lainnya telah kabur lebih dulu dengan kapal menjauh dari bahaya. Tapi meski begitu, ia masih terkena imbas seperti gelombang kejut yang kencang.
Dan itu menyadarkan Gin bahwa pertarungan nyata di dunia ini jauh lebih epik dan luar biasa.
Saat ini Gin berada setidaknya kurang dari 1 kilometer dari tempat pertarungan ayahnya, dan Gin bisa menyaksikan keseluruhan pertarungan antara ayahnya dan Johnson sebelumnya meskipun tidak jelas.
Namun karena tebasan luar biasa Kuro di akhir membuat Gin bisa melihat betapa kuatnya serangan itu!
Tebasan yang bisa membuat jurang dan tanah tidak rata! Itu bukan lagi pertempuran manusia!
Gila! Sangat Gila!
Gin tidak hanya menonton pertempuran saja, tapi ia juga tengah mengobati korban luka pada pelayan dengan sihirnya. Namun yang menjadi kejutan Gin adalah, para pelayan ternyata memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan itu menunjukkan bahwa orang-orang ini sangat terlatih.
Dan yang membuat Gin kaget lagi. Kakek Clause yang dia kenal seorang pria tua ramah yang tampak lemah memiliki kekuatan sihir luar biasa yang mampu membuat sihir penghalang dengan lambaian tangan.
Meski itu tidak secanggih ibunya, tapi itu masih luar biasa.
Jika sebelumnya Kakek Clause tidak menampilkan kemampuan miliknya, maka Gin dan beberapa orang lainnya akan terhempas karena gelombang kejut pertempuran.
Gin yang sibuk sambil mengobati seseorang bertanya, "Bagaimana situasi saat ini kakek?"
Clause mengerutkan alisnya melihat kejauhan. "Sepertinya telah dimenangkan oleh tuan, tapi ..." Gin bingung dan menyahut. "Tapi apa?"
Saat itu, aura dominasi Haki menyebar dengan cara sombong dan menekan hampir sejauh beberapa kilometer! Seolah-olah dunia ini seperti ditekan dan ditundukkan dengan cara mengerikan.
Beberapa hewan seperti burung atau lainnya yang tidak sempat kabur hanya bisa terjatuh pingsan karena tidak kuasa menahan beban spiritual. Bahkan para pelayan yang telah disembuhkan Gin yang memiliki kekuatan lemah hanya bisa kehilangan kesadaran saat itu muncul.
Haki para Raja!
Shihai Haki!
Aura itu sangat sombong dan tirani! Sangatlah tirani!
"Haki ini!? Itu orang ini ...?" Clause mendecakkan lidahnya ketika tangannya berayun untuk membuat penghalang lapis lebih kuat lagi. Itu untuk membuat agar aura Haki tidak masuk memengaruhi orang di dalam penghalang yang ia buat.
Gin yang merasakan sebelumnya tidak bisa menggertakkan giginya karena betapa ganasnya Shihai Haki sebelumnya. Meski ia juga pernah merasakan Shihai Haki milik ayahnya, tapi itu tidak ditujukan secara langsung. Apalagi kelihatannya Haki ini bahkan lebih ganas dari milik ayahnya.
Perasaan menggigil itu benar-benar hampir membuat Gin ketakutan setengah mati! Jadi seperti itu perasaan jika terkena Shihai Haki!
Akhirnya Gin sadar mengapa ayahnya selalu menekan bahwa jika bertemu seorang ahli Shihai Haki, lebih baik kabur jika Gin juga belum memiliki Shihai Haki. Karena pengguna Shihai Haki benar-benar memenuhi syarat menjadi ahli tingkat Raja!
Namun saat ini Gin telah berhasil membangkitkan Haki pertamanya, bahkan itu langsung Shihai Haki yang tidak pernah terdengar lagi di dunia.
Sayangnya, Gin sangat sulit menggunakannya karena dia melupakan perasaan saat membangkitkan itu. Itu lumrah karena pelatihan kendali Gin pada Haki sangat minim. Lagipula dia baru seorang Haki awal kebangkitan.
Gin yang telah memenangkan diri bertanya sambil melihat kejauhan, "Kakek, Haki ini! Sangat mengerikan!"
"..."
***
Berpindah ke sisi lain di daerah pertempuran.
Kuro yang merasakan Haki yang menindas dirinya tidak menahan kemampuannya lagi dan juga melepaskan Shihai Haki yang juga tidak kalah.
Maria, Adelyn, dan Ava yang telah terbebas lega bisa sedikit menstabilkan dirinya. Mereka tahu bahwa pertarungan antara pengguna Shihai Haki bukan pertarungan yang bisa mereka dekati, dan dengan kebijakan sama ketiganya menjauh dari tempat.
Aura dominasi Kuro meski tidak setirani Blade, tapi itu juga membawa keganasan halus yang setiap orang jika merasakannya akan seolah memiliki perasaan terpotong.
Blade memandang rendah Kuro dari atas juga tidak bisa mengagumi, "Haki yang luar biasa, jika kamu bertahan 10 tahun lagi mungkin Haki-mu sudah setingkat para Raja dan mungkin menjadi Santo Pedang selanjutnya! Tapi ... Sayang sekali aku harus menangkap kamu saat ini."
Auranya semakin mengganas dan itu seperti ingin menginjak, menenggelamkan Kuro ke tanah. Tapi Kuro tidak diam saja tentunya dan menampilkan Haki-nya yang diperluas.
Keduanya saling adu Shihai Haki dengan caranya masing-masing membuat setiap tanah hancur berkeping-keping. Itu juga memengaruhi alam dimana awan mendung terbentuk seperti pusaran di bawah medan perang karena duel.
BOOM! BOOM! BOOM!
Riak ledakan itu lebih keras dari nuklir dan gelombang kejut hampir merusak setiap ekosistem di sekitar. Dalam domainnya, seseorang bisa memengaruhi apapun di dalamnya, jadi tidak jarang bagi pengguna Shihai Haki yang kekuatan seperti membawa badai dan hujan. Benar-benar kekuatan perusak!
Meski Kuro seringkali ditekan tapi ia berhasil menahan serangan dan memberikan balasan Haki yang juga harus ditindak siap oleh Blade.
Keduanya tahu bahwa jika hanya menggunakan Shihai Haki maka mereka akan berakhir seimbang. Ditambah Shihai Haki sangat memengaruhi mental dan itu akan sangat menggangu dalam pertempuran.
Blade mengambil pedang di bawah kakinya yang bilahnya hampir sepanjang satu meter dan lebar sepuluh centimeter. Berwarna ungu dengan energi mistis mengelilinginya.
Salah satu pedang dari 18-Densetsunoken!
Purple Lighting Sword (Murasaki no inadzumanoken)!
Sebagai salah satu pedang legenda tentunya itu memiliki kekuatan yang sangat besar. Ia mampu memanggil badai dan petir alam saat digunakan dalam kondisi penuh! Selain itu, petir yang muncul bukan petir biasa, tapi “Petir Ungu” yang merupakan jenis petir tertinggi.
Blade membuat gerakan tebasan yang itu kemudian memunculkan kilat-kilat petir yang menjadi gelombang pedang ungu. Gemuruh menyatu seolah mengiring serangan itu yang membawa kekuatan luar biasa!
"Lightning Breath: Purple Lightning Wave (Pernapasan Petir: Gelombang Kilat Ungu)!"
Serangan itu hampir membawa gemuruh petir menyahut tanpa henti. Langit dan bumi seperti tenggelam oleh serangan kilat itu.
Kuro yang melihat serangan ganas itu datang memiliki wajah kompleks. Ia menarik nafas dalam-dalam dan mengerahkan kemampuan tekniknya.
"Shinkū Kokyū : Akaao no konton (Pernapasan Hampa : Kekacauan Merah-Biru)!"
Aliran kosong merah dan biru muncul dari bilah Kuro membawa aura tidak kalah dari serangan Blade. Terlihat sederhana, tapi ruang seperti bergetar saat itu muncul dan membuat partikel atom bergerak dengan cara aneh seolah membuyarkan hukum ada dan tiada!
Dua enegi pedang saling bertabrakan dan itu membuat dunia seperti tenggelam karena ketakutan!
BOOOOM!!