
Pertarungan terus berlanjut.
Kuro terpaksa mundur, matanya dingin saat dia melambaikan pedangnya sambil berputar, dalam sekejap, banyak bayangan pedang muncul.
Triknya adalah gerakan cepat dan juga level yang lebih tinggi dari penguasaan Pernapasan Angin.
Saat itu meluncur, banyak tebasan mengarah pada Demon Gin.
Bagi Blade, permainan pedangnya setara dengan jutaan pedang, hanya dengan serangan pedang, ia bisa membuat celah di langit dan memporak-porandakan alam dengan membawa badai petir.
Sedang Kuro, permainan pedangnya sederhana hanya membawa prisip satu pedang. Satu membelah bukit dan gunung, satu membelah laut, dan satu membelah langit. Pedoman ini telah ia pegang sejak kecil hingga ia menciptakan Pedang Hampa yang mampu menembus ruang.
Setelah mencapai level setinggi itu, bermain pedang akan menjadi seperti pertarungan taktik, dengan kekuatan yang luar biasa.
Om!
Ketika Kuro terus menggerakkan pedangnya, tangan iblis di sampingnya meledak terbuka, tiba-tiba dia bergerak sangat cepat menuju Demon Gin.
Pada saat ini, Kuro sementara orang tampaknya telah berubah menjadi pedang, dia penuh niat pedang, itu memberi ilusi leher terasa nyeri terpotong.
"Ini sangat cepat!"
Demon Gin melihat bahwa kecepatan Kuro meningkat, kali ini Kuro mungkin akan mengerahkan teknik tertinggi, jadi Demon Gin menggunakan tangan iblis lainnya di belakangnya, memberikan ilusi haus darah dan menampilkan Shihai Haki.
Kuro berteriak.
"Sora!" [1]
Demon Gin juga meraung.
"Devil Armor!"
Keduanya bertabrakan di udara.
Boom!
Kuro membuktikan bahwa dia layak untuk mendekati pendekar pedang Grandmaster, Sambil menggunakan kekuatan dan kecepatan puncaknya, dia bisa menahan sebagian gerakan Demon Gin.
Kuro dan Demon Gin memiliki gaya bertarung yang berbeda, Kuro memiliki pertahanan jauh lebih lemah dari Johnson, tetapi serangannya jauh lebih kuat daripada Newyear.
Kebanyakan orang yang memiliki kekuatan level Bencana akan memiliki poin kuat dan poin lemah, seperti Johnson yang mendapat pertahanan tetapi tidak banyak dalam serangan itu, dan Kuro dengan kecepatan dan kekuatan serangan serta pertahanan yang rendah.
Di antara orang-orang semacam itu, sulit untuk mengetahui siapa yang lebih kuat, jika tanpa menyebutkan Shihai Haki.
Demon Gin masih melawan Kuro, itu pertarungan pedang taktik yang sulit dipahami oleh orang biasa.
Boom!
Demon Gin menggunakan tangan iblis kemudian pedang berubah menjadi mesin bor raksasa hitam yang melilit lengan Demon Gin dan menyerang Kuro dengan ganas.
Kuro cepat, sosoknya berkedip, dan bersiap memotong.
"Meskipun hal-hal ini sangat kuat, butuh terlalu banyak energi dan perhatian untuk memanipulasi mereka, juga ada beberapa kekurangan juga."
Mata Kuro berkedip ketika dia bergerak ke arah Demon Gin dengan sangat cepat, tiba-tiba dia menggunakan celah kelemahan yang dia bicarakan dan mengayunkan pedangnya ke Demon Gin.
Ding!
Sosok Demon Gin pindah, pakaiannya dipotong tetapi dia tidak memiliki luka, Karena sebelum pedang menyentuh, dia menggunakan sisa tangan iblis melindungi kulitnya.
Meski tidak kuat tapi setidaknya di depan serangan Kuro, dia bisa membela diri.
"Tch, Benda yang merepotkan."
Jika diperhatikan, tangan iblis tampaknya seperti sebuah materi kasar yang bisa berubah lunak dan keras, itu bisa berkumpul menjadi satu di tangan kiri Demon Gin membuat senjata raksasa seperti bor, kekerasannya hampir setara dengan memakai Choetsu Haki.
Ditambah, kemampuan fleksibel yang bisa berpisah menjadi bilah-bilah yang mampu menjaga sekeliling Demon Gin, selain itu bisa dikendalikan dari jarak jauh seolah itu benda hidup.
Sejak pertempuran tadi, Kuro sangat kerepotan karena visinya terganggu bilah-bilah dari tangan iblis.
Jika dia tidak memperhatikan kelemahan, dia akan terus ditekan.
Demon Gin mengangkat tangan kirinya dan mengumpulkan tangan iblis yang tersebar menjadi satu, detik kemudian, seolah menyatukan Pedang Jaakuna, tangan iblis telah berubah menjadi pedang panjang hampir 3 meter yang terhubung langsung dengan lengan kiri Demon Gin.
Tampaknya tangan iblis bisa bertidak menjadi baju zirah pertahanan juga, dengan ini, badan sebelah kiri Demon Gin tampak sangat kuat.
Demon Gin tertawa jahat dan bergerak sangat cepat ke arah Kuro.
Kuro mengerutkan kening, menarik nafas dalam-dalam mengeluarkan potensi penuh pedangnya.
Dia tidak mau ragu lagi, jika pertarungan terus berlanjut, situasinya akan sangat berbahaya, dia harus menghentikan Demon Gin walau harus melukai tubuhnya.
Saat itu Demon Gin sudah berada di depannya, menyerang dengan pedang raksasa jahat dengan wajah haus darah, Kuro lalu menebas pedangnya membuat momentum tebasan di luar akal.
"Shinkū Kokyū : Eien o Kiru!" [2]
Energi pedang meledak menciptakan sinar memotong garis lurus.
Wajah Demon Gin berubah, ia terkejut.
"Sial!"
Namun sudah terlambat.
Saat tubuhnya ingin menghindar, itu langsung di serang gelombang pedang yang datang.
Woach!
Spratt~
Meski Demon Gin terkena serangan, ia bisa menghindari tubuhnya kecuali lengan kiri.
Tangan iblis yang sebelumnya menutupi tubuh bagian kiri Demon Gin pecah, Demon Gin juga mendapatkan serangan balasan akibat rusaknya tangan iblis membuatnya memuntahkan seteguk darah.
Tubuhnya yang sebelumnya penuh vitalitas tampak berubah lemah, secara tidak langsung, Kuro telah berhasil mengalahkan Demon Gin karena menghancurkan tangan iblis.
Itu sebenarnya terhubung dengan jiwa asli yang merasuki Gin. Saat ini Demon Gin bisa merasakan bahwa kendalinya pada tubuh semakin melemah.
"Sial! Aku butuh jiwa lagi!" Menggertakkan giginya, Demon Gin menatap Kuro dengan benci.
Ia tidak menduga bahwa manusia yang ia pandang rendah bisa melukai dirinya, tebasan terakhir itu seolah-olah bisa membelah segalanya.
Meski dampaknya terlihat kecil, tapi Kuro bisa memadatkan energi pada serangan bilah ke satu titik yang akan menguatkan kekuatan sisi itu ke tingkat luar biasa. Itu sangat sulit dicapai dan hanya seorang Grandmaster.
Tunggu.
Demon Gin menatap Kuro memeriksa dan menemukan sesuatu.
Kuro saat ini mengalami Flow dengan matanya tampak kosong tapi fokus, auranya tampak berubah seperti membuat kebangkitan dirinya saat ini.
Kuro telah naik ke tingkat Grandmaster!
Berkat wawasan yang diterima berkat perlawanan Blade dan Demon Gin, level kenaikan Kuro tak terhindarkan, ia saat ini mengalami pencerahan dan telah naik setingkat dalam ranah pedang.
Demon Gin tampak marah karena pertarungan sebelumnya malah membantu Kuro berkembang lebih kuat, kebanggaannya sebagai mahkluk agung tidak bisa diterima.
Namun ia tahu situasinya dan mengabaikan Kuro yang masih berdiri kosong, meski tahu Kuro tidak bergerak, tapi jika dia mengambil tindakan, Kuro akan membalas meski dalam keadaan itu.
Jadi ia lebih memilih mundur untuk mencari jiwa, jika tidak, maka kesadaran bocah tubuh yang ia pakai akan menguasai lagi, ia tidak mau itu terjadi dan ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengembalikan kekuatannya.
Namun saat itu, setelah jauh dari Kuro, ia dihadapkan dua orang.
Sosok itu adalah...
Joaquin G. Blade dan LaBeouf G. Newyear.
Sepertinya, Demon Gin tidak bisa beristirahat sebentar.
–––
[1] Sora : Hampa
[2] Pernapasan Hampa : Memotong Abadi