Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 87


Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.


Terimakasih.


_______________________________________


Kerajaan Wan.


Reja Wan, Raja Xie, dan rombongannya telah berada di depan istana. Mereka terkejut, karena tiba-tiba mereka berpindah tempat. Memang sebelumnya mereka pernah berpindah tempat oleh sihirnya Reyhan.


Tapi kali ini, sedikit berbeda, karena sihir perpindahan tempat sebelumnya menggunakan portal cahaya dan memasukinya. Untuk yang ini, tanpa portal cahaya, hanya dalam sekejap dan seketika mereka telah tiba di tempat tujuan.


"Kita berpindah tempat kah ?" tanya Putra Mahkota To Mu kebingungan dan ia masih menggendong tubuh Xiu Juan yang belum sadarkan diri.


"Sepertinya begitu, tapi kali ini berbeda." jawab Putri Jing Mi.


"Baiklah, kalian pergilah istirahat." ucap Raja Wan kepada Raja Xie, Putra Mahkota To Mu dan Ke-4 Putrinya, lalu pandangannya beralih ke para pengawalnya. "Kalian, pergilah ke para pengawal lainnya untuk mempertingkatkan penjagaan !!" Para pengawal pun pergi setelah mendapat perintah Raja Wan.


"Sedangkan untuk dirimu, kau akan kemana ?" tanya Raja Xie.


"Entahlah, aku akan pergi ke ruang utama, kondisi seperti ini, aku tak bisa berbuat apa-apa saat Kedua Putraku saling bertarung. Aku memilih untuk menunggu saja." jawab Raja Wan.


"Aku juga akan menunggu." balas Raja Xie, dan yang lainnya pun ingin ikut menunggu juga, Raja Wan hanya mengela nafasnya lalu mengangguk kepalanya.


.


.


.


.....


Disisi Lain.


.


.


.


DUAR !!


Jian Heeng menyerang Reyhan dengan Api hitamnya. Tapi Reyhan masih bisa menghindarinya. Saat akan siap untuk menyerang balik, Reyhan terbelalak. Jian Heeng sudah tak ada di tempatnya, ia telah melarikan diri.


Reyhan melihat sekelilingnya, ia pun menggunakan kekuatan baru, salah satunya mempertajamkan penglihatannya. Dan akhirnya ia melihat apa yang ia cari. Dari jarak kejauhan, ia mampu melihat targetnya.


Reyhan melihat targetnya kini telah berlari memasuki hutan. "Kau takkan bisa kabur dariku."


Tiba-tiba muncul 2 sayap di punggung Reyhan.



Ia pun segera mengepak kedua sayapnya dan membawa tubuhnya terbang di udara, lalu mendorong dirinya ke arah tempat tujuannya.


Dengan menggunakan kedua sayapnya, Reyhan terbang dan membawa dirinya menuju targetnya yang sedang berlari dan meloncat-loncat. Kali ini ia tidak akan membiarkan targetnya melarikan diri.


Terbang dengan kecepatan tinggi, kini ia telah mendekati targetnya. Terlihat jelas Jian Heeng seperti orang kelaparan akan membunuh. Reyhan yang sudah terbang di atas Jian Heeng, lalu ia mendekat. Sepertinya Jian Heeng tidak menyadari kehadirannya.


Gerakan dorongan cepat, ia mendekat, Reyhan menghilangkan kedua sayapnya, ia pun langsung melancarkan tendangannya ke punggung Jian Heeng.


BUGH !!


Jian terjatuh tergelusur ke tanah. Ia segera berdiri, tiba-tiba tubuhnya terdorong dari belakang, hingga tubuhnya terjatuh lagi le tanah.


Merasa punggungnya sepertk sedang diinjak, Jian Heeng sedikit menoleh kepalanya dan melirik ke arah belakangnya. Seketika matanya melebar, ternyata yang menyerang dan menginjak punggungnya adalah sosok Reyhan yang sedang menatap dingin ke dirinya.


BUGH !!


Reyhan menendang lagi hingga tubuh Jian Heeng terpental dan menghantam batang pohon, dan jatuh lagi ke tanah.


"Aaggrrhhh !!"


Merasakan sakit pada tubuhnya, ditambah kesadarannya mulai menggelap.


"Sial apa yang tejadi dengan mataku ?" kata Jian Heeng.


"Biar aku saja yang menggunakan tubuhmu."


"Kau..." ucap Jian Heeng, ia mengenal suara yang mengajak dirinya berbicara di dalam pikirannya, siapa lagi kalau bukan kekuatan iblisnya yang mengajaknya berbicara. "Aku takkan membiarkanmu mengambil tubuhku !!"


"Owhh... Tapi lihatlah sekarang dirimu. Kau akan kalah."


"Aku masih belum kalah, pertarunganku ini masih berjalan. Aku akan membunuh lawanku !"


"Benarkah ? Tapi bukankah kau tadi melarikan diri ya ?" tanya sang kekuatan iblis dengan suara nada mengejek.


"Diam !!"


"Apa maksudmu ?" tanya Jian Heeng.


"Apa kau ingat saat menghancurkan batu yang menyegelku ?"


"Ya, aku mengingatnya."


"Apa kau juga ingat, kalau kekuatan sang pahlawan juga ikut disegel bersamaku ?"


Jian Heeng terbelalak. "Bukankah, pemilik kekuatan sang pahlawan sudah tidak ada."


"Kau benar, pemiliknya sudah tidak ada, tapi lawanmu yang sekarang ini adalah pemilik barunya. Tepatnya saudara laki-lakimu adalah pemilik barunya."


Jian Heeng terdiam, ia marasa tak percaya.


"Jadi, lebih baik aku yang melawannya. Aku sudah tidak sabar ingin melawannya."


Jian Heeng masih terdiam.


"Jika terdiam, kuanggap jawabanmu adalah 'ya'."


"Tunggu !!"


Tidak menghiraukan ucapan Jian Heeng, kekuatan sang iblisnya tidak menjawab.


.


.


.....


Reyhan yang sedang terdiam melihat Jian Heeng seperti tidak sadarkan diri setelah terkena tendangan kuatnya, lalu ia mendekatinya. Baru beberapa langkah, tiba-tiba muncul Api hitam di tubuh Jian Heeng.


Api Hitamnya semakin membesar dan menyelimuti tubuh Jian Heeng yang sedang mulai terbangun dan ia pun berdiri.



Reyhan melihat perubahan tubuh Jian Heeng, ia langsung memasang kuda-kudanya.


"Hahahaha...., sekarang kita akan bersenang-senang."


Reyhan sedikit terkejut dari suara yang keluar dari mulut Jian Heeng, pasalnya suaranya berbeda tidak seperti sebelumnya.


BUGH !!


Reyhan terpental terdorong jauh kebelakang setelah mendapat pukulan keras dari Jian Heeng. Saat akan mencoba mengimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh, dan mendaratkan kakinya di tanah. Tak disangka, Jian Heeng sudab ada tepat berada dihadapanya.


BUGH !! BAGH !!


Wajah Reyhan terkenal pukulan, lalu disusul tubuhnya terkena tendangan di pinggangnya, hingga membuatnya terdorong jauh ke samping. Dan kedua pedangnya lepas dari genggaman kedua tangannya.


Reyhan terjatuh di tanah dan berguling-guling. Setelah itu, ia berdiri...


BUGH !!


Tak terduga Jian Heeng sudah di depannya sambil melayangkan kepalan tanganya dan menghantamnya. Bahkan reyhan belum sempat terkejut, ia terkena pukulan lagi, hingga ia terpental lagi.


BUGH !!


Lagi-lagi Jian Heeng beregerak cepat, Reyhan terkena tendangan hingga ia terdorong ke atas. Dengan cepat lagi, Jian Heeng melompat.


BUGH !!


Tubuhnya terkena tendangan lagi, membuat dirinya terdorong ke bawah dan menghantam tanah. Jian Heeng turun dari atas dan mengarahkan kakinya untuk menghantam Reyhan lagi yang baru terjatuh di tanah.


BRAK !!


Jian Heeng terbelalak, injakan kakinya tak mengenai Reyhan yang telah berhasil menghindari darinya. Dengan langkah cepat Reyhan langsung melompat, tangan kanannya mengepal dan memgarahkannya ke arah Jian Heeng.


BUGH !!


Jian Heeng sedikit terdorong, tapi itu cukup membuatnya tergelusur di tanah. Kondisi Reyhan yang terlihat babak belur karena luka yang diberikan oleh Jian Heeng. Dengan Kekuatan barunya, ia pun menggunakan regenerasinya untuk memulihkan diri.


Setelah pulih, Reyhan merentangkan kedua tangannya, seketika kedua pedangnya yang terbang sendiri dari tempatnya ke genggamannya. Matanya menatap dingin ke arah Jian Heeng yang sudah berdiri dan menatapnya.


"Permainan yang luar biasa." ucap Jian Heeng, dan Reyhan tidak menjawab.


"Baiklah jangan pedulikan ucapanku, ayo kita lanjutkan lagi permainan ini." lanjutnya.


Jian Heeng yang masih di dalam mode api hitamnya, kedua tangannya mengarahkan ke Reyhan. Dan terlihat bola api hitam di kedua telapak tangannya.


Disisi Reyhan, ada beberapa asesoris yang tiba-tiba muncul dan menempel di tubuhnya.