
_______________________________________
Setelah banyak percakapan.
Awalnya mereka ragu tentang apa yang dijelaskan Reynal. Samua ragu dengan apa yang diceritakan. Tapi akhirnya percaya, setelah Raja Arlie mengambil tindakan.
Lalu Reynal meminta untuk membawa pakaian ganti yang layak dengan jumlah sesuai tahanan tadi. Awalnya pada bingung, untuk apa pakaiannya itu ?
Reynal hanya menjawab. "Kalian akan tau nanti."
Raja Arlie percaya pada Reynal tak berbohong. Dia bisa membedakan orang mana yang berbohong dan mana yang tidak berbohong tepatnya jujur. Raja Arli memerintahkan semuanya untuk bersiap untuk pergi.
Tapi ada satu yang tak terima ketika anaknya diam-diam melakukan hal yang tidak baik. Dia adalah keluarga Bangsawan Roan.
Ayahnya tak terima setelah mendengar cerita Reynal. Tapi ia memilih untuk ikut dan melihat sendiri.
Raja, Putra Mahkota, dan 20 pengawal dan sebagian perdana mentri berkumpul di ruangan sesuai perintah Reynal. Alice dan Elena pu juga ikut. Reynal akan membawa semuanya ke lokasi dengan teleportnya.
Wsst !!
.....
Setelah sampai dilokasi, Reynal, Alice, dan Elena langsung bergerak jalan membagikan pakaian yang layak kepada para tahanan. Sedangkan lainnya masih terdiam.
Mereka djam kerena tak terkejut dibawa teleport oleh seorang laki-laki bernama Reynal itu. Bahkan Raja Arlie dan Putra Mahkotanya pun juga teraku. Mereka masih tak percaya apa yang mereka rasakan barusan.
Reynal menatap ke semua orang Kerajaan. "Kalian jangan diam saja !!etidaknya kalian bantu para korban atau bereskan belatung-belatung pisang itu !!" sambil menunjukan kepada Bane dan pengikutnya.
Semua tersadar lalu segera bergerak membantunya membereskan semua segala kondisi disana. Reynal, Alice, Elena, dan lainnya telah membantu dan memberikan pakaian ke semua korban.
Lalu mereka segera keluar dari ruangan itu. Dan yang lainnya juga telah membawa para pelaku keluar.
Semua telah berkumpul di luar.
Disini ayahnya Bane entah ingin percaya dan tidak percaya atas melihat Putranya saat ini. Dirinya tak menyangka Putra kesayangannya berbuat hal yang menjijikan.
"Ayah tak pernah mengajarimu berbuat hal yang menjijikan seperti itu !!" ucap Ayahnya Bane menatap Putranya yang tengah duduk tak berdaya di tanah.
Plak !!
"Aku menyesal telah memiliki Putra sepertimu." ucap Ayahnya Bane setelah menampar keras dengan kekuatannya, hingga tubuh anaknya jatuh ke tanah.
Hingga bisa dilihat dari sudut bibirnya yang mengeluarkan banyak darah dan sampai beberapa giginya lepas.
Ayahnya Bane pun pergi meninggalkan Putranya. Lalu berjalan mendekati Raja Arlie, ia berlutut dihadapan dan menundukan kepalanya. Sang Raja pun menatapnya.
"Yang Mulia, hamba mohon ampun. Hamba telah gagal mendidik Putra hamba. Hamba menerima hukuman darimu Yang Mulia."
Raja Arlie tersenyum. "Apakah kau tau apa keinginanku sebagai Raja ?"
Ayahnya Bane mengangguk kepalanya.
Raja Arlie menghela nafasnya. "Keinginanku, kita sebagai Ras manusia bisa berhubungan baik dengan Ras demi-human dan Ras lainnya. Aku menciptakan sebuah Kerajaan yang damai."
Ayahnya Bane diam. Ia mengakui Putranya salah. Ia ingin sekali membela Putranya, tapi Putranya telah mengacaukannya. Ia malu. Dia Malu bukan karena nama keluarganya menjadi jelek di mata sang Raja.
Melainkan ia malu dihadapan sahabat kecilnya yang tak lain Raja Arlie. Dari sini mengapa keluarga Bangsawan Roan sangat dekat, disukai, dan dipercaya oleh keluarga Kerajaan.
Raja Arlie dan Ayahnya Bane dari dulu hingga sekarang mereka bersahabat baik. Ayahnya Bane tau apa keinginan sahabatnya dari kecil. Dan dia sudah paham sifat dari sahabatnya.
Dan keinginan Raja Arlie juga adalah keinginannya juga. Ayahnya Bane juga menginginkan perdamaian dan berhubungan baik ke semua Ras.
"Aku bisa melihat mana yang baik dan mana yang baik tapi palsu yang dengan melihat kesungguhan dari seseorang. Disini aku melihat kau tak bersalah. Yang adalah Putramu." ucap Raja Arlie.
"Apakah kau keberatan jika Putramu mendapat hukuman dariku ? Karena dia telah merusak hubungan baik di Kerajaanku. Aku sebagai Raja ingin menghukum Putramu." lanjutnya.
Ayahnya Bane mengangguk kepalanya. "Hamba sebagai ayah kandung Putraku, menyerahkan semuanya kepadamu Yang Mulia."
Ayahnya Bane menghela nafasnya. "Sepertinya Putra keduaku lebih baik untuk memimpin nama keluarga Roan."
.....
Setelah kejadian Putra Bangsawan Roan, semua penduduk bisa bernafas lega. Tak ada lagi yang berbuat seenaknya sendiri. Semua Ras pun juga senang karena keburukan Bane sudah diketahui oleh sang Raja.
Semua tahanan sebelumnya sudah dipulangkan. Mereka tak perlu dirawat karena sebelumnya Reynal telah menyembuhkan mereka.
Alice dan Elena pun juga tak menyangka kalau Putra Bangsawan Roan bisa melakukan hal menjijikan seperti itu. Tapi namanya sudah kejadian tetaplah kejadian. Semua bisa terjadi.
Disamping itu, semua masih bertanya-tanya dari pihak Kerajaan. Tak hanya itu, Raja dan Putra Mahkota Kerajaan Arlie juga bertanya-tanya siapa Reynal.
Raja Arlie bisa melihat sosok hebat yang baru ia temuinya. Tapi, ia juga tak bisa menebak apa maunya laki-laki yang bernama Reynal itu.
.....
Keesokan Harinya.
Reynal masih di wilayah Kerajaan Arlie. Tepatnya di kota Kerajaan, ia masih tinggal disana.
Kini ia tengah makan siang bersama Alice dan Elena di lantai atas bangunan penginapan mereka. Mereka satu meja, Elena dan Alice duduk bersebelahan, dan Reynal duduk dihadapan mereka berdua.
Mereka sama-sama telah selesai maka siang mereka. Mereka tak memilih untuk langsung pergi, mereka memilih untuk bersantai.
"Aku tak menyangka kejadian kemarin." ucap Elena.
"Aku juga begitu, padahal Kerajaan Arlie terkenal akan kedamaian semua Ras." kata Alice.
"Tapi kenyataannya memang seperti itu. Semua bisa terjadi." kata Reynal.
Alice dan Elena menatap Reynal. Mereka sudah tau awal mula Reynal bisa mengetahuinya. Awalnya terkejut pada laki-laki itu setelah menceritakan semua bermula kejadian kemarin.
"Mungkin setelah kalian selesai urusan disini. Aku akan pergi." ucap Reynal.
Alice terbelalak. "Kau akan pergi kemana ?"
"Aku akan mencari pamanku. Tak bisa seterusnya aku bersantai seperti ini." jawab Reynal.
"Apa kau sudah menemukan keberatan pamanmu ?" tanya Elena.
"Belum, tapi aku harus mencarinya. Keberatannya sangat berbahaya. Sepertinya dia sekarang juga sedang merencanakan sesuatu." jawab Reynal.
"Merencanakan sesuatu ?" sahut Alice.
"Ya, kata ayahku dia licik." jawab Reynal.
"Setelah kau berhasil menangkap pamanmu. Kau akan kembali ke dunia asalmu ?" tanya Elena.
"Ya, itu pastinya. Bagaimanapun aku disini bukanlah tempat asalku." jawab Reynal lalu ia melirik gadis yang ada dihadapannya. Reynal merasakan sesak saat mengatakan hal tadi, seakan ia akan berpisah dengan Alice.
"Kembali ya." guman Alice, hanya bisa didengar oleh Elena. Alice sedikit menundukan wajahnya. Hanya mendengar saja ia seakan tak rela berpisah dengan laki-laki yang duduk dihadapannya.
Hanya Elena yang mendengar gumanannya Alice, ia melirik ke melihat Gadis yang sudah ia anggap sebagai kakaknya. Elena bisa menebak kalau Alice pasti akan bersedih berpisah dengan Reynal.
Sebenarnya Elena sudah senang jika Alice dan Reynal dekat. Tapi bagaimana ? Mereka berdua terlihat saling menyukai dan mencintai. Tapi disamping itu, Reynal juga harus kembali ke dunia asalnya.
_______________________________________
Maaf Telat Update.
Kemarin Author Gak Enak Badan.
Tetap Ikuti Terus Ceritanya, Jangan Lupa Like, Vote, Gifts, dan Rate⭐5.