Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 41


Putra Mahkota KunLi Wong mengajak Putri An Niu dan Putri Zhu Niu Kerajaan Wong. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu menggunakan kuda mereka dan berlari, sedangkan Putra Mahkota KunLi Wong ia meloncat-loncat dari pohon ke pohon dengan bantuan sihir anginnya. Tak lama kemudian mereka telah sampai di kota Kerajaan Wong.


Putra Mahkota KunLi Wong mengajak mereka berdua menuju istana. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu menolak, mereka memilih mencari penginapan. Putra Mahkota KunLi Wong tidak memaksa, ia pasrah atas kemauan mereka berdua, agar mereka merasa nyaman di dekatnya, mengingat dirinya yang akan menjadi calon kakak ipar mereka nantinya.


Sebelum Putra Mahkota KunLi Wong menggalkan mereka, ia berpesan untuk segara datang kepadanya jika membutuhkan bantuannya, dan iiyakan oleh Putri An Niu dan Putri Zhu Niu.


Sebenarnya Putra Mahkota KunLi Wong ingin ikut bergabung dengan Putri An Niu dan Putri Zhu Niu untuk mencari Reyhan. Tapi, ia tak bisa meninggalkan tugasnya sebagai Putra Mahkota Kerajaan Wong, dan ia semakin sibuk setelah menjadi anggota Ksatria Negara Barat. Dirinya berharap Reyhan segera kembali dan segera mengambil alih posisi pemimpin anggota Ksatria Negara Barat.


.


.


Kembali ke posisi Putri An Niu dan Putri Zhu Niu, mereka berdua telah menemukan tempat penginapan. Mereka membersihkan diri mereka, dan setelah itu nencari makan, karena siang mereka tidak sempat untuk makan. Mereka keluar dari kamar mereka, dan turun ke bawah, dan keluar dari tempat penginapan untuk mencari tempat makan terdekat.


Setelah menemukan tempat apa yang mereka berdua cari, mereka segera masuk ke tempat itu, dan segera mencari tempat duduk. Mereka menemukan telah menemukan tempat meja kosong, karena tempat makan itu cukup luas dan sangat ramai. Mereka duduk salung berhadapan, tak lama kemudian sorang pelayan datang. Putri An Niu dan Zhu Niu memesan makanan dan minuman mereka.


Semua pengunjung menatap gadis kembar itu, mereka semua merasa baru pertama kali melihat mereka berdua di lingkungan Kerajaan Wong. Dari tampilan mereka berdua hanya menggunakan hanfu yang biasa dipakai oleh rakyat biasa. Ada sepasang mata dari seorang pemuda melihat mereka berdua, lalu ia tersenyum menyeringai.


Setelah menunggu, pesanan mereka datang. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu memakan makanan mereka. Ketika baru saja selesai makan, tiba-tiba seorang pemuda yang melihat mereka berdua berdiri dari duduknya lalu menghampiri meja Putri An Niu dan Putri Zhu Niu. Pemuda itu langsung duduk di bangku kosong di sebelah Putri An Niu.


"Hei gadis, sepertinya aku baru melihat kalian disini." ucap pemuda itu melihat-lihat gadis kembar itu secara bergantian.


"Kalian pasti saudara kembar. Kenalkan namaku ShaosLo dari keluarga Bangsawan Lo Kerajaan Wong." lanjutnya memperkenalkan diri dengan bangga


Putri An Niu dan Putri Zhu Niu tidak menjawab atau merespon ShaosLo, mereka memanggil pelayan untuk membayar makanan mereka. Semua pengunjung berbisik-bisik, mereka membicarakan pemuda itu yang ternyata putra dari keluarga Bangsawan Lo yang terkenal di Kerajaan Wong. Pemuda itu bernama ShaosLo.


Tak ingin berlama-lama di tempat, mereka berdua bergegas pergi. Sedangkan pemuda bangsawan yang benama ShaosLo marah karena merasa baru kali ini diabaikan oleh seorang wanita. Selama ini tak pernah ada wanita dari rakyat biasa mengabaikannya, ia segera menyusul Putri An Niu dan Putri Zhu Niu yang sudah keluar dari rumah makan itu.


Para pengawal ShaosLo, juga mengikuti tuannya dari belakang. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu segera kembali ke penginapan. Tapi tiba-tiba ada seseorang meloncati mereka berdua dari atas lalu mengahadangi jalan mereka. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu sedikit terkejut melihat pemuda tadi sekarang berhadapan dan mengahalangi jalan mereka.


"Kalian mau kemana ?" tanya ShaosLo, Putri An Niu dan Zhu Niu tidak menjawab, hanya memasang wajah datar.


Putri An Niu dan Putri Zhu Niu langsung main pergi saja meninggalkan ShaosLo di tempatnya. Semua orang yang melihat ShaosLo dari mendapat penolakan, berbisik-bisik.


"Dasar gadis miskin." guman ShaosLo menatap punggung gadis kembar itu yang semakin menjauh.


ShaosLo menjadi marah, karena selama ini tak ada wanita yang menolaknya. ShaosLo yang selalu berdekatan dengan wanita manapun, bahkan ia bergonta-ganti setelah usai diranjang. Hanya saja wanita-wanita yang ia dekati hanyalah rakyat biasa, bukan dari kelas bangsawan-bangsawan, atau kerajaan. Dirinya hanya ingin memuaskan hasratnya


ShaosLo tidak berani mendekati anggota Kerajaan merayu Putri Kerajaan karena orang tuanya adalah perdana mentri di Kerajaan Wong. Jadi jika dia asal bermain dengan Putri Kerajaan, bukan hanya dia tapi Keluarganya juga akan kena imbasnya.


Biasanya, ShaosLo sedikit merayu, wanita itu langsung tertarik padanya. Dan baru saja, kali ini ia tolak mentah-mentah, ia tak terima wanita yang menurutnya dari rakyat biasa sudah berani menolak ajakannya. Terlintas ia punya rencana sesuatu dipikirannya. Lalu ia tersenyum licik untuk melakukan rencananya kepada Putri An Niu dan Putri Zhu Niu nantinya.


Author : Kalo saja ShaosLo tau Putri An Niu dan Putri Zhu Niu adalah Putri dari Kerajaan Wan, ia takkan berani mengganggunya, karena sama saja ia menyerahkan nyawanya kepada Raja Wan.


.


.


.


Keesokan harinya, Putri An Niu dan Putri Zhu keluar dari penginapan, mereka berdua menaiki kuda-kuda mereka dan berencana melanjutkan perjalanan mereka. Sebelumnya mereka sebelum pergi sudah berpamitan kepada Putra Mahkota KunLi Wong. Putra Mahkota KunLi Wong ingin sekali ikut dengan mereka dan mencari keberadaan Reyhan. Hanya saja ia tak bisa meinggalkan Kerajaan karena posisinya sebagai Putra Mahkota Wong.


Mereka berdua sudah memasuki hutan sebelumnya yang masih di wilayah Kerajaan Wong. Namun setekah beberapa lama mereka telah melewati perbatasan, tiba-tiba mendengar suara dari arah belakang mereka. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu terkejut melihat sekelompok orang-orang besar berpakaian serba hitam, kain menutup kepala serta wajah yang berlari dengan kuda-kudanya ke arah mereka.


Mereka berkejar-kejaran di dalam hutan. Putri An Niu dan Putri Zhu Niu tak tau harus menghindar kemana, dan tak mengerti tujuan orang-orang itu mengejar mereka berdua. Mereka berdua memilih melarikan diri, karena orang yang mengejar mereka menurutnya bukanlah orang sembarangan, ditambah orang-orang itu berjumlah 10 orang.


Hewan kuda milik Putri An Niu dan Putri Zhu tiba-tiba berhenti tak ingin berlari. Kuda mereka seakan-akan tak berani melanjutkan lariannya ke depan. Akhirnya mereka berdua segera turun dan menyeret paksa kuda mereka, tapi tetap saja kuda-kuda mereka kekeh tidak ingin bergerak dari diamnya.


"Kalian tak bisa pergi ke dalam hutan itu !!"


Putri An Niu dan Putri Zhu Niu mendengar teriakan dari seseorang yang muncul dari rombongan orang-orang berpakaian hitam itu. Orang itu melepas kain yang menutupi wajahnya, seketika Putri An Niu dan Zhu Niu terkejut melihat siapa orang itu.


"Kalian sudah tau aku siapa bukan ?"


"Aku akan membawa kalian berdua."


"Aku masih tak terima penolakankan kalian di hari kemarin."


Orang itu adalah ShaosLo yang masih tak terima mendapat penolakan dari Putri An Niu dan Zhu Niu. Dan kali ini ia dirinya berencana menculik dan menjadikan mereka berdua sebagai wanitanya. Karena menurutnya, ia memiliki wanita kembar mungkin menjadi hal baru.


"Tak hanya kuda kalian yang tak ingin masuk, kuda-kuda milik kita juga tak ada yang berani masuk ke hutan angker yang ada dihadapan kalian." ucap ShaosLo dan anak-anak buahnya pun tertawa.


Putri An Niu dan Putri Zhu Niu tercengkang mendengar nama hutan yang ada di hadapannya. Ya. Mereka semua berada di perbatasan hutan biasa dengan hutan Angker.


ShaosLo menyuruh 4 anak buahnya yang paling kuat untuk menangkap gadis kembar itu. Tak ingin ditangkap, Putri An Niu dan Putri Zhu Niu menarik pedang-pedangnya dan bersiap untuk menyerang, meski kemungkinan besar mereka akan kalah.


4 orang besar itu baru beberapa melangkahkan kakinya, tiba-tiba dari arah belakang Putri An Niu dan Putri Zhu Niu, muncul 4 pedang yang terbang keluar dari dalam hutan Angker dan meluncur terbang melewati mereka berdua.



.


Jleb.. Jleb.. Jleb.. Jleb..


.


.


Keempat pedang itu menyerang dan menusuk kepala orang 4 itu hingga tembus ke belakang.