
Di dalam sebuah kamar, ada sepasang suami istri lebih tepatnya pengantin baru yang sedang tiduran di kasur ranjang. Mereka tidak memakai sehelai benang apapun, hanya selimut yang menutupi tubuh telanjang mereka.
"Terimakasih."
Xiu Juan tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan mengangguk kepalanya. Lalu Reyhan mencium bibir istrinua dengan lembut. Xiu Juan menerima dan terbawa ciuman suamimya.
Tubuh mereka berdua masih tidak memakai sehelai benang pun, hanya selimut yang menutupi tubuh tel4njang mereka. Karena lelah dan mengantuk, akhirnya mereka berdua tertidur bersama.
Pagi hari, Xiu Juan terbangun, dan membuka matanya. Entah kenapa ia merasa aneh pada dirinya, seakan ada yang memeluknya. Nyawanya belum terkumpul, hingga dirinya belum menyadari bahwa sosok laki-laki yang sudah menjadi suaminya.
Xiu Juan menatap laki-laki tampan, dan sangat mirip dengan sosok laki-laki yang ia kenali dan masih terlihat memenjam kedua matanya.
Terlihat sangat damai, ia memenjam kedua matanya. Xiu Juan mencoba mengingat kejadian apa yang telah menimpanya sehingga dirinya bisa melihat sosok laki-laki yang mirip dengan laki-laki yang ia cintai.
Setelah nyawanya terkumpul, Xiu Juan membuka kedua matanya seakan dirinya terkejut. Ia telah mengingat dimana dirinya telah menikah dengan laki-laki yang masih tertidur di sampingnya. Matanya membulat setelah ia memgingat lagi dirinya telah bermain panas dengan laki-laki itu yang kini telah menjadi suaminya.
Ya, yang pertama ia lihat setelah bangun dari tidurnya adalah Reyhan, yang kini telah resmi menjadi tidur.
Sudah dipastikan, kini dirinya saling berpelukkan dengan Reyhan. Mereka berdua benar-benar tidak memakai sehelai benang apapun. Hanya selimut yang menutupi tubuh tel4njang mereka. Disisi Reyhan sebenarnya ia telah bangun, ia pura-pura tidur. Ia membiarkan istrinya yang kini terus menatap dirinya.
Sudah hampir lama, Reyhan pun membuka kedua matanya. Dan benar saja, Xiu Juan langsung memenjam kedua matanya, ia pura-pura tidur, karena tak berani manatap suaminya. Dirinya masih merasa gugup karena malu. Reyhan tersenyum melihat istrinya pura-pura tidur, ia bisa menebak kalau istrinya malu pada dirinya.
"Aku tau, kau pura-pura tidur." ucap Reyhan.
Ya, tidak bisa mengelak, akhirnya Xiu Juan membuka kedua matanya. "Kak Rey."
"Apa aku mengganggu tidurmu ?" tanya Reyhan.
Xiu Juan menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu ia tersenyum. "Tidak apa-apa."
Reyhan tersenyum, lalu ia mencium kening istrinya. Xiu Juan yang mendapat perlakuan itu dari suaminya hatinya merasa senang.
"Ini sudah pagi ya ?" tanya Xiu Juan setelah Reyhan mencium keningnya.
"Ya, ini sudah pagi." jawab Reyhan, ia terbangun dan duduk sambil merenggangkan otot-ototnya.
Xiu Juan tediam melihat tubuh six pack milik suaminya. Matanya terhipnotis, ia terpesona.
"Apa kau sudah puas melihat suami tampanmu ini." ucap Reyhan dengan percaya diri.
"Ehh..."
"Sudahlah, ayo kita mandi." Reyhan tersenyum sambil menyeringai dan menaik turunkan kedua alisnya. Xiu Juan melihat suaminya seperti itu, ia hanya mengela nafasnya.
"Gak !! Aku mau mandi sendiri aja." kata Xiu Juan, lalu ia segera bangkit dari ranjangnya. Tapi saat ia akan berdiri.
"Aaarrgghh..!!" Xiu Juan sedikit teriak, lalu ia tidak jadi berdiri.
Xiu Juan diam duduk di tepi ranjang dan memenjam matanya menahan rasa sedikit sakit yang ia rasakan. Reyhan melihat istrinya seperti itu, ia segera mendekatinya.
"Kau gapapa ?" tanya Reyhan khawatir.
"Aku gapapa." jawab Xiu Juan sambil menahan rasa sakit di bagian bawah sana.
Reyhan tau istrinya kini sedang menahan sakit akibat ulahnya, tapi ia tersenyum setelah melihat bercak darah yang menempel di seprai kasurnya. Reyhan segera menggendong tubuh istrinya perlahan.
"Hei.., kau mau apa ? Turunkan aku !"
Xiu Juan terkejut ketika suaminya menggendongnya.
"Kita mandi bersama." jawab Reyhan santai.
"Aku mau mandi sendiri." sahut Xiu Juan.
"Diamlah, turuti saja suamimu ini." balas Reyhan.
Xiu Juan hanya bisa cemberut, sedangkan Reyhan merasa gemas melihat istrinya seperti itu. Reyhan menggendong tubuh istrinya, dan akhirnya mereka mandi bersama.
Disisi Lain, di dalam kamar.
Terlihat pasangan suami istri yang juga termasuk pengantin baru, siapa lagi kalau bukan KunLi Wong dan Lin Wei. Mereka berdua baru saja terbangun. Mereka sama-sama tidak mengenakkan pakaian apapun, hanya selimut yang menutupi tubuh tel4njang mereka berdua.
KunLi Wong dan Lin Wei sama tersenyum malu setelah mengingat jika mereka telah melakukan hubungan intim layaknya suami istri pada umumnya. Mereka berdua bangun dan segera mandi bersama untuk membersihkan diri mereka.
Hari ini dimana KunLi Wong akan membawa istrinya untuk pergi ke Kerajaan Wong. Lin Wei setuju dan mematuhi KunLi Wong, meskipun berat akan berpisah dengan orang tuanya, dan saudara dan saudarinya, ia harus ikut kemana pun suaminya pergi.
Karena sekarang Lin Wei adalah berstatus istri, tepatnya Permaisuri Putra Mahkota KunLi Wong yang nantinya akan menjadi Raja di Kerajaan Wong.
Begitu juga dengan Xiu Juan, ia harus tetap tinggal dan menetap di Kerajaan Wan, karena sang suami adalah calon Raja Kerajaan Wan nantinya.
Hari telah pagi, semua anggota keluarga dari 3 Kerajaan berkumpul di ruang utama. Semua berkengkrama dan bercerita. Seperti biasa Raja Wan, Raja Xie, dan Raja Wong bercerita dan membahas persoalan tentang keadaan, dan permasalahan disetiap Kerajaan mereka masing-masing.
Para wanita, antara lain dari Putri-Putri, dan para istri Raja juga sibuk berbagi cerita. Pangeran Jierui Wong dan Putra Mahkota To Mu hanya diam, diam-diam tapi mereka curi-curi padang ke Putri An Niu dan Putri Zhu Niu.
Beberapa selang kemudian para pelayan sambil membawa makanan, karena sudah waktunya untuk makan sarapan pagi. Tapi mereka masih sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, sambil menunggu kedua pasangan pengantin baru.
Singkat Cerita.
Tak beberapa lama kemudian terlihat sepasangan pengantin baru berjalan dari Kediaman mereka. Reyhan dan Xiu Juan berjalan sambil bergandengan tangan. Mereka pergi menuju ruang utama. Setelah sampai, semua anggota keluarga berhenti pembicaraan mereka.
Mereka menoleh dan tersenyum melihat kemesraan pasangan pengantin baru tersebut. Reyhan memasang wajah masa bodo, sedangkan istrinya hanya menunduk kepalanya karena malu.
Reyhan dan Xiu Juan berjalan menuju kursi yang tersedia dan masih kosong. Ia duduk bersebelahan bersama istrinya. Suasana pun menjadi hening.
Hening.
Hening.
Hening.
"Kenapa kalian tiba-tiba diam ?" tanya Reyhan.
"Bukankah kalian sedang sibuk bercerita ?" lanjutnya.
Baru saja Reyhan memecahkan keheningan, terdengar suara langkah kaki yang datang mendekati mereka. Semua menoleh ke arah sumber suara itu.
Terlihat juga pasangan pengantin baru yang sedang berjalan mendekat sambil bergandengan mesra. Reyhan tersenyum menyeringai melihat KunLi Wong dan Lin Wei yang baru saja muncul setelah dirinya dan istrinya. Ia punya pikiran jahil
"Kenapa kalian lama sekali ? Apa masih belum puas malam pertama kalian ? Kita sudah berkumpul dari tadi." ucap Reyhan santai, Xiu Juan terbelalak mendengar ucapan suaminya.
KunLi Wong dan Lin Wei seketika berhenti langkah kaki mereka, dan menjadi malu. Semua orang melongo memandang Reyhan yang terlihat santai tanpa dosa.