
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.
_______________________________________
"Apa maksudmu ?" tanya Reyhan, Putra Mahkota Rey Hann hanya menyimak.
"Entahlah, ini hanyalah firasatku, tapi yang jelas kau harus berjaga-jaga." jawab Raja Gil.
"Jika benar-benar terjadi, mungkin inilah alasannya kekuatanku terkirim ke dimensi ini." lanjutnya.
"Kenapa kau bisa bicara seperti itu, seolah-olah kau kekuatanmu sangat hebat." balas Reyhan mengejek.
"Tentu saja kekuatanku sangat hebat. Karena aku adalah Raja Pahlawan." jawab Raja Gil sedikit angkuh.
"Bahkan di dunia dimensimu kisahku cukup dikenal orang banyak, sampai-sampai peranku dimainkan dan muncul disalah satu serial anime. Hahaha." lanjutnya sambil tertawa.
"Benarkah, kenapa aku tak tau kisahmu, dan aku merasa tidak pernah menontonnya." balas Reyhan mengejek.
"Tentu saja kau tak tau, karena kau terlalu sibuk dengan tugas-tugasmu saat kau masih hidup." balas Raja Gil.
"Bahkan kau menduda setelah bercerai selama 10 tahun sebelum kau tewas, hahaha." lanjutnya tertawa keras, Raja Gil tak mau kalah mengejek Reyhan.
"5hit !!" guman Reyhan.
"Sudah-sudah, jangan bertengkar." ucap Putra Mahkota Rey Hann menenangkan Raja Gil dan Reyhan.
"Dia yang mengejekku." balas Reyhan.
"Aku mengejekmu karena kau meragukan kehebatanku." balas Raja Gil yang tak mau kalah.
Putra Mahkota Rey Hann mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Jadi yang jelas, aku hanya bisa menyampaikan, lindungilah keluargaku. Mereka juga keluargamu, karena kau sudah menetap di tubuhku. Gunakanlah kekuatan yang mulia Raja Gil untuk kebaikan, dan selamatkanlah seluruh Kerajaan jika bencana itu benar-benar terjadi." ucap Putra Mahkota Rey Hann.
"Nah.., aku suka cara bicaramu yang punya etika tidak seperti dia," sambil menunjuk ke arah Reyhan.
"makanya move on !! Hahaha." ucap Raja Gil tertawa lagi.
"Kau..!!" ucap Reyhan tak terima.
"Sudah-sudah, jangan berselisih lagi." Putra Mahkota Rey Hann menenangkan Raja Gil dan Reyhan lagi.
"Mungkin itu saja yang bisa kusampaikan." ucap Putra Mahkota Rey Hann, lalu ia menatap Raja Gil.
"Apa yang mulia Raja Gil ingin menyampaikan sesuatu kepadanya ?" lanjutnya bertanya.
"Aku hanya ingin menyampaikan berhubung kau menempati tubuh Putra Mahkota Rey Hann, maka kau akan menjadi penerus Raja Wan. Jadilah sesesorang yang bijaksana jika kau menjadi Raja nanti." ucap Raja Gil.
"Dan satu lagi, kau harus move on dari masa lalumu. Aku yakin kau akan mendapat wanita yang lebih baik dan hebat dari mantan istrimu, hahahahaha." lanjutnya.
Reyhan semakin ingin menghajar wajah Raja Gil. Raja Gil masih tertawa, tapi perlahan-lahan, tubuhnya bercahaya emas, lalu berubah menjadi butiran-butiran emas seakan ia melenyapkan dari hadapannya.
Begitu juga dengan Putra Mahkota Rey Hann, ia juga berlahan menghilang dari harapan Reyhan. Reyhan hanya diam melihat keduanya yang sudah melenyap dari hadapannya.
.
.
.
.....
Reyhan membuka matanya, ia melihat sekelilingnnya, ternyata ia berada di kamarnya. Hari sudah pagi, Reyhan bangun dari kasurnya, lalu ia duduk di sisi ranjangnya.
"Jadi tadi hanya mimpi." gumannya.
"Baiklah, waktunya beraktifitas." Reyhan berdiri lalu ia akane membersihkan dirinya.
.
.
.
Hari telah mendekati siang. Sekarang hari kedua perayaan ulang tahun Putri Mahkota Lin Wei. Dimana hari ini adalah pertunjukan penampilan bakat pangeran-pangeran dan para Putra Mahkota dari Kerajaan-Kerajaan lain.
Semua para tamu undangan sudah bersiap-siap untuk menyaksikan pertunjukan bakat para penerus-penerus muda dari Kerajaan-Kerajaan lain. Banyak sekali penonton yang tak ingin melewatkannya. Bahkan dari rakyat biasa.
Didalam salah ruangan peserta, Reyhan sedang duduk bersama keempat saudarinya.
Reyhan terpaksa ikut, bukan karena Raja Wan yang memintanya. Tapi atas perminta Permaisuri Xia dan Selir May dan Bao. Bahkan keempat saudarinya juga memaksanya untuk ikut.
"Adik kau harus ikut ini adalah hari kedua perayaan ulang tahunku." ucap Putri Mahkota Lin Wei.
Reyhan hanya mengela nafasnya, lalu ia mengangguk kepalanya. Putri Mahkota Lin Wei sangat senang lalu ia memeluk Reyhan.
"Terimakasih adikku, kau cukup menampilkan kehebatanmu, aku menganggapnya sebagai hadiah darimu." ucap Putri Mahkota Lin Wei sambil melepas pelukannya.
"Sudah jelas sekali kakak Rey Hann pasti akan menang." ucap Putri Jing Mi dan Putri kembar An Niu dan Zhu Niu mengangguk kepalanya.
"Ehem..."
Semua kelima orang itu menoleh kepalanya. Mereka melihat Putra Mahkota KunLi Wong yang sudah ada dihadapan mereka.
_____________________________________________
TOKOH VISUAL.
Putra Mahkota KunLi Wong. (21th)
Keahlian :
- Bela Diri, Berpedang, & Berburu.
- Sihir Elemen : Air & Angin.
.
.
_____________________________________________
"Salam yang mulia Calon Raja Wan." ucap Putra Mahkota KunLi Wong.
"Panggil saja aku MasBro." balas Reyhan.
Putra Mahkota KunLi Wong mengerut dahinya, lalu saat akan membuka mulut.
"Tidak ada penolakan." ucap Reyhan.
Putra Mahkota KunLi Wong menghela nafasnya. "Baiklah."
Lalu Putra Mahkota KunLi Wong melirik ke arah Putri Mahkota Lin Wei, lalu ia memberi kode kepada Reyhan. Reyhan yang mengerti, ia pun segera merespon.
"Kalian berempat bisakah tinggalkan kami." ucap Reyhan.
Mereka berempat menolaknya, karena mereka ingin berdekat dengan Reyhan. Reyhan mencoba membujuknya, dengan alasan obrolan sesama lelaki sejati. Akhirnya mereka menurutinya.
Saat mereka berempat akan meninggalkan kedua laki-laki tampan itu menuju ruangan penonton yang dibuatkan khusus untuk para putri. Putra Mahkota KunLi Wong memberi senyuman kepada Putri Mahkota Lin Wei saat melewatinya.
Tapi Putri Mahkota Lin Wei tidak membalasnya atau meliriknya. Melainkan ia hanya menghadap pandangannya ke arah depan dengan wajah datarnya.
Putra Mahkota KunLi Wong hanya tersenyum miris melihat Putri Mahkota Lin Wei bersikap tidak peduli keberadaannya. Lalu ia kembali fokus melihat Reyhan yang sedang meilhatnya sambil mengangkat alis sebelahnya.
"Apa yang ingin kau sampaikan ?" tanya Reyhan.
Sebelum menjawab, Putra Mahkota KunLi Wong memperkenalkan dirinya, lalu ia mulai bercerita tentang tujuannya. Reyhan yang mendengar mengerti sambil mengangguk-angguk kepalanya.
"Berarti yang tau perjodohan hanya kau, Raja Wong dan Ayahku ?" tanya Reyhan.
"Benar, tapi sebelum itu, aku ingin berusaha dulu agar Putri Mahkota Lin Wei menyukaiku. Jadi saat kita menikah nanti, dia telah benar-benar mencintaiku." jawab Putra Mahkota KunLi Wong menjelaskan.
"Baiklah, saat ini aku akan memanggilmu MasBro, begitu juga sebaliknya" balas Reyhan.
"MasBro ? Apa itu ?" tanya Putra Mahkota KunLi Wong.
"Artinya panggilan akrab untuk teman dekat. Kau bisa memanggil sebutan itu kepada teman yang lebih tua atau yang lebih muda darimu" jawab Reyhan asal.
"Wah panggilan yang bagus aku suka." jawab Mahkota KunLi Wong.
Reyhan tidak mungkin ia menjelaskan panggilan 'MasBro' dari kehidupannya sebelumnya waktu masih di zaman modern. Tapi pembicaraan mereka teralihkan saat mendengar teriakan kasim yang sedang mengumumkan pertandingan.
"HARI KEDUA PERAYAAN ULANG TAHUN PUTRI MAHKOTA KERAJAAN WAN, AKAN SEGERA DIMULAI !!"