
_______________________________________
Reyhan perlahan melangkah maju, semua orang yang menjaga Kaisar Eldezer, Putra Mahkota Elios, dan Permaisuri Caroline semakin waspada.
Disisi Elios, ia melihat Xiu Juan sudah berada di luar ruangan, ia melangkah maju, Caroline menahannya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Biarkan dia, dia bukan Anathasya, dia istrinya." ucap Caroline khawatir.
"Tapi ibu, bagiku dia tetap Anathasya, dan aku akan memperjuangkannya." jawab Elios.
Reyhan berhenti, ia mendengar percakapan antara anak dan ibu itu, ia tersenyum menyeringai. "Kau sudah benar-benar gila rupanya, jelas-jelas dia adalah istriku, dan kau menginginkannya. Apa kau kehabisan perawan di dunia ini, sehingga kau menginginkan istri orang ?"
Elios terbelalak mendengar ejekan dari Reyhan. Ia tak terima, dan marah "Diam kau !! Mau gimana pun, dia tetap Anathasya, di akan tetap tinggal di dunia ini, dia adalah calon istriku dan sekarang aku akan menikahinya."
Reyhan tak menjawab, ia malah tertawa. Eldezer maju ke depan, ia melangkahkan kakinya. Caroline hanya bisa diam di tempat ia ingin menghentikan suaminya, tapi mau gimana lagi, Eldezer sudah keras kepala.
"Hanya karena marah, Sihir Gelap yang ada di dalam diriku mengendalikan sikap dan ucapanku jadi tak terkendali seperti ini." batin Reyhan.
Ya, Sihir Gelap yang ada di dalam tubuh Reyhan, sepertinya yang selama ini membuatnya sadis, seakan menjadi sosok lain dari diri Reyhan itu sendiri. Tapi beruntungnya Reyhan memiliki Sihir Cahaya juga di dalam dirinya. Jadi Sihir Gelapnya hanya bisa mengendalikan dirinya setengah saja.
.
.
.
Kaisar Eldezer sudah dihadapan Reyhan. Mereka berdua saling menatap tajam. Eldezer menatap Reyhan dengan tatapan dan amarah, ia tak terima jika Xiu Juan dibawa pulang kembali ke dunianya. Baginya Xiu Juan adalah Anathasya, meski bukan darah dagingnya.
"Aku takkan biarkanmu membawa Putriku." ucap Eldezer.
Reyhan masih saja tersenyum menyeringai, lalu ia memiringkan sedikit kepalanya. "Begitu kah ? Tapi dia istriku, dan sudah kewajibanku sebagai suaminya untuk membawanya pulang, dan anak-anak kami sudah menunggu kami pulang."
"Kau saja yang pulang sendiri ke duniamu, tinggalkan Putriku di dunia ini." jawab Eldezer.
Reyhan tertawa kecil. "Putrimu ? Kau bilang Putrimu ? Dia Putri dari Raja Xie, dan sudah kunikahi. Kau itu sudah tua, dan kau sudah bau tanah, seharusnya kau berbuat kebaikan, bukan menculik istri orang."
"Aku tidak menculik, aku hanya membawa Putriku pulang kembali." jawab Eldezer masih kekeh.
"Pulang kembali katamu ? Hei... Jangan mengaku-ngaku anak orang. Owhhh..., aku teringat sesuatu, kenapa kau tidak membuat anak lagi saja, aku saja dengan istriku yang kau anggap Putrimu sudah memiliki 3 anak, hebat bukan, hahahahaha..., kenapa tidak menikah lagi, apa kau terlalu tua untuk menikah lagi ?" kata Reyhan sambil tertawa mengejek.
Eldezer mendengus kesal, marah. Ia tak terima mendapat ejekan yang diucapkan laki-laki yang sudah berstatus suami dari Xiu Juan.
"Sebaiknya kau pergi pulang kembali ke duniamu. Putriku takkan kuberikan padamu." ucap Eldezer.
"Astaga dasar tua bangka, susah sekali aku berbicara denganmu, kepalamu benar-benar sudah sekeras batu, sepertinya perlu 'ku pukul agar pecah, hahahahahaha...." kata Reyhan sambil tertawa mengejek.
"Kau akan kehilangan nyawamu. Aku akan membunuhmu. Kau jangan merasa menang setelah membunuh pengawal-pengawal tadi." ucap Eldezer, tangannya memegang genggaman pedangnya yang masih tersarung yang berada di pinggangnya.
"Kau mau membunuhku, uuhhh aku takut, hahahaha..., jika kau ingin membunuhku, tinggal bunuh saja, tidak perlu terlalu banyak omong kosong seperti ini, kita malah terlalu banyak bicara, hahahaha....." balas Reyhan yang masih tertawa, entah kesadarannya terkendali atau dikendalikan oleh Sihir Gelap yang ada dalam dirinya.
Disisi Elios, ia tak terima ayahnya mendapat kata-kata yang tidak pantas dari Reyhan, ia melangkah maju melewati para pengawal, Raja, dan Bangsawan yang melindungi dirinya. Meski dirinya Putra angkat, ia tetap tak terima jika ayahnya mendapat ejekan.
Caroline ingin mencekal tangan Putranya. Tapi orang-orang yang melindunginya menghalanginya. Ia hanya diam pasrah di tempatnya. Ia sudah menduga kalau semua tindakan yang sudah dilakukan suami dan Putra angkatnya pasti akan menimbulkan masalah yang tak biasa.
Eldezer dan Reyhan masih saja beradu mulut. Diluar ruangan, Xiu Juan masih menunggu suaminya, ia melepas semua riasan yang menempel pada dirinya.
Selesai sudah melepas riasan, ia sedikit mengintip ke dalam ruangan. Matanya terbelalak melihat Elios menarik pedang dari sarungnya sambil bergerak secepat kilat mendekati Eldezer dan suaminya yang masih saling menatap.
.
.
.
.
"Apa kau sudah selesai bicara dan ketawa, lama-lama telingaku sakit mendengarnya." ucap Elios yang datang setelah menusuk pedangnya ke perut Reyhan dan tembus ke belakang tubuhnya.
Semua terkejut dalam diam mereka setelah melihat Elios menusuk perut Reyhan dengan Pedangnya.
Reyhan terdiam, ia menunduk melihat perutnya yabg sudah tertusuk pedang. Ia mendongak menatap Elios dengan tatapan biasa, lalu ia memenjam kedua matanya.
Elios tersenyum puas setelah apa yang ia lakukan pada Reyhan. "Dengan begini tidak ada yang menghalangiku untuk memiliki wanitaku, hahahaha..."
"Bukankah sudah kukatakan, kau akan kehilangan nyawamu. Bahkan Putraku sendiri yang turun tangan, dan aku tak perlu mengotori tanganku." ucap Eldezer tersenyum melihat Reyhan seperti sudah akan kehilangan kesadarannya.
Elios menarik pedangnya, dan menendang tubuh Reyhan hingga terdorong sedikit jauh dan jatuh di dekat pintu ruangan. Dan terlihat Xiu Juan yang juga melihatnya setelah kembali masuk ke dalam ruangan. Ia kini berdiri, menunduk kepalanya dan menatap datar ke arah Reyhan yang telihat seperti tak berdaya di hadapannya.
Elios dan Eldezer tersenyum melihat Xiu Juan yang melihat Reyhan seperti tak peduli dengan keadaannya. Eldezer tertawa, tak hanya dia, semua orang pun ikut tertawa melihat pemandangan itu.
"Lihat 'lah wanita yang kau sebut istri saja melihat dengan tatapan tak peduli dengan keadaanmu yang mengenaskan." ucap Elios.
Pandangan Xiu Juan beralih ke depan menatap Elios dan Eldezer.
"Kenapa Putriku ? Laki-laki yang mengaku suamimu terlihat seperti tak berdaya." ucap Eldezer tersenyum.
"Bukan begitu, hanya saja, aku kesal melihat suamiku ini." balas Xiu Juan.
"Ya ya ya, aku tau kau kesal karena laki-laki yang kau anggap suamimu ini sudah akan mendekati ajalnya." jawab Elios.
Xiu Juan memutar kedua bola matanya malas. "Bukan itu maksudku, disaat-saat seperti ini, suamiku ini masih saja bermain-main."
"Kenapa kau kesal, jika dia ingin bermain-main, lagi pula..." ucap Elios terpotong. "Bermain-main ?" lanjutnya sambil mengangkat alis sebelahnya karena heran.
Tak hanya Elios, Eldezer dan semua orang bertanya-tanya dalam pikiran mereka. "Bermain-main ?"
"Hahahahahahahahahahahaha......
Terdengar suara tertawa keras. Semua orang terkejut melihat sosok laki-laki yang perutnya sudah tertusuk pedang hingga tembus dan sudah tergeletak tak berdaya, kini sudah ia sedang berdiri sambil tertawa keras.
Reyhan berdiri dan sambil tertawa, entah apa kegilaan atau karena apa. Yang jelas, lukanya kini sudah sembuh setelah tubuhnya beregenerasi.
"Kau, masih bisa berdiri ?" tanya Elios terkejut tak main, karena ia yakin ia telah menusuk perut laki-laki itu dengan pedangnya sendiri.
"Kau itu jangan bermain-main, serius lah." ucap Xiu Juan menatap suaminya sambil bernafas lega, dalam hatinya jujur, ia sedikit khawatir jika suaminya benar-benar terluka.
"Ya ampun, maafkan aku sayang, aku ingin sekali ingin bermain-main dulu sama musuhku." balas Reyhan sambil tersenyum melihat istrinya dan mengelus pipinya.
Elios menghentikan rasa kejutnya, ia marah tak terima melihat Reyhan mengelus pipi wanitanya. Apa salah jika cemburu sama istrinya orang, jelas sangat salah !!
"Jangan menyentuh calon istriku !!" teriak Elios marah.
"Calon istri gundulmu !! Jelas-jelas dia ini istriku !!" batin Reyhan kesal, tak hanya dia, Xiu Juan pun juga kesal.
Reyhan sedikit melirik Elios yang sudah melebarkan kedua bola matanya sempurna karena marah. Sekilas ia punya ide jahil di dalam kepalanya. Reyhan menatap istrinya dan mengendip mata sebelahnya.
Xiu Juan bingung, ia tak mengerti kode yang diberikan suaminya. Reyhan hanya tersenyum nakal, dan ia langsung mencium bibir istrinya.
Xiu Juan langsung terkejut pada suaminya yang tiba-tiba mencium dalam bibirnya. Ia tak berontak, yang ada ia terbawa, mungkin ia juga merindukan ciuman dari sang suami.
Reyhan memeluk pinggang istrinya. Xiu Juan mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. Semua orang terbelalak melihat adegan ciuman Reyhan dan Xiu Juan.
Hanya satu orang yang tak terima dan semakin tak terkendali emosinya melihat adegan pasangan suami istri itu.
You know lah.