Pindah Dimensi Lain

Pindah Dimensi Lain
BAB 173 | Season 2.2


_______________________________________


Dengan kuat, kedua tangan Reynal memegang tangan Delbert dan mencengkramnya, Delbert yang tak kuat pun melepaskannya sambil melempar tubuh Reynal.


Reynal yang terlempar pun mengimbangi tubuhnya agar tidak jauh. Semua terkejut tak main melihat aksi Delbert kepasa Reynal. Disisi Elena, dalam hatinya ia merasa kecewa kepada kakak laki-lakinya.


"Ternyata, kau bisa melepas dariku." ucap Delbert tersenyum remeh.


"Aku tak butuh pujianmu." sahut Reynal.


"Sepertinya, aku harus pergi, aku tak suka berlama-lama dekat denganmu orang asing." ucap Delbert. "Dan juga jagalah Alice dengan baik, karena aku akan mengambilnya darimu."


Delbert pun pergi, ia meloncat tinggi, dan meninggalkan Aland, Elena, Alice, dan Reynal. Alice segera berlari mendekati laki-laki tercintanya.


"Kau terluka !!" ucap Alice khawatir.


Ia melihat luka bekas cengkraman dan juga darah.


"Tenang, aku bisa menyembuhkan lukaku." jawab Reynal menenangkan Alice agar tidak khawatir padanya.


Setelah mengatakan itu, dan benar saja, luka bekas cengkraman Delbert di lehernya, menghilang dan sembuh. Dan tentu saja itu membuat Aland terkejut.


"Kau bisa menyembuhkan diri ?" tanya Aland yang terkejut.


"Ya, ini karena aku mewarisi kekuatan Ayahku." jawab Reynal.


"Aku benar-benar terkejut." ucap Aland kagum.


Alice dan Elena mengajak Reynal dan Aland untuk pergi. Reynal pun membawa mereka kembali ke istana dengan teleportnya. Mereka pun sampai.


Elena berniat akan melaporkan kakaknya yang sudah keterlaluan. Berhubung Raja Dorothy dan Permaisuri Ella ada juga ada di istana Arlie, Elena segera pergi kesana.


.....


Raja Dorothy hanya menghela nafasnya setelah Elena melapor padanya tentang Delbert. Jujur, Raja Dorothy kecewa kepada Putranya. Tapi mau bagaimana lagi, Delbert adalah penerus tahtanya.


Tak mungkin ia menghukumnya, lebih baik ia menutupi kejelekan Putrannya. Elena tak habis pikir kepada ayahnya, jelas-jelas Delbert bersalah, tapi sang ayah hanya diam.


Setidaknya dikasih teguran atau ancaman, agar Delbert tidak melakukan hal yang buruk lagi. Sedangkan disisi Delbert, ia tersenyum puas. Karena sang Ayah menutupi keburukannya.


.....


Hari telah sore dan mendekati malam. Reynal dan Alice pergi setelah berpamitan kepada Elena dan Aland. Mereka akan kembali ke penginapa mereka.


Reynal membawa Alice dengan teleportnya. Dalam sekejap mereka berdua telah sampai di depan pintu kamar penginapan mereka masing-masing.


"Istirahatlah." ucap Reynal kepada Alice.


Alice tersenyum. Lalu ia juga mengatakan yang sama kepada Reynal. "Kau juga, beristirahatlah."


Reynal tersenyum dan mengangguk kepalanya. Mereka pun masuk kamar mereka masing-masing.


.....


Waktu terus berjalan.


Semua orang melakukan aktifitas mereka seperti biasanya. Tak terasa 2 hari telah terlewati. Keluarga Kerajaan Dorothy sudah waktunya pulang.


2 hari sebelumnya berjalan normal setelah keburukan Delbert kepada Reynal. Raja Dorothy lebih memilih diam begitu juga dengan Permaisuri Ella. Seakan mereka tak suka kehadiran Reynal.


Ditambah hubungan Reynal dan Alice semakin baik tanpa masalah. Permaisuri Ella tak suka hal itu. Begitu juga dengan Raja Dorothy, ia yakin kehadiran Reynal membuat Putranya menjadi buruk.


Ingin sekali Raja Dorothy memberi ancaman atau hukuman kepada Reynal. Tapi mengingat siapa kehebatan Reynal, ia urungkan. Permaisuri Ella pun juga begitu.


Reynal yang mengetahui hal itu lebih baik diam saja. Ia duduk anteng bersama kusir di depan, itu pun sudah satu kereta kuda dengan Alice dan Elena.


Tapi terlihat Raja Dorothy dan Permaisuri Ella tak suka padanya lebih baik ia urungkan. Ingin sekali pergi sendirian dengan teleportnya, tapi ia teringat Alice. Reynal khawatir jika Alice diapa-apakan oleh Delbert.


Jika ia mengajak Alice dan Elena berteleport bersama, pasti Raja Dorothy dan Permaisuri Ella menilai dirinya yang tidak-tidak. Jika ia hanya mengajak Alice saja, pasti menolak, karena Alice tak ingin meninggalkan Elena.


.....


Kerajaan Dorothy.


Sekian Lama Dalam Perjalanan Akhirnya Mereka Telah Kembali Pulang Ke Kerajaan Mereka. Setelah melewati Kota, rombongan mereka pun telah memasuki pintu gerbang istana.


Semua turun dari kereta kuda mereka. Elena pun pergi meninggal Reynal dan Alice yang masih diam di depan istana. Sebenarnya Elena masih ingin bersama mereka berdua, hanya saja Permaisuri Ella menyuruhnya masuk.


Reynal menggenggam tangan Alice. "Ayo, aku antar kamu pulang."


Alice tersenyum dan mengangguk kepalanya. Reynal pun mempulangkan Alice ke rumahnya.


Wsst !!


Tanpa sadari Reynal dan Alice, ternyata Delbert melihatnya. Ia mengepal tangannya. Dirinya masih merasa belum kalah. Awalnya terkejut saat Reynal dan Alice tiba-tiba menghilang.


"Kau lihat saja laki-laki asing, siapa yang lebih hebat dan layak untuk Alice." batin Delbert.


Reynal telah mengantar Alice pulang sampai di rumahnya. Dan setelah itu Reynal pun pulang kembali ke penginapannya. Semua pegawai penginapan memberi hormat kepada Reynal saat datang.


Reynal segera pergi ke dalam kamar penginapannya. Ia melepas pakaiannya, dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


.....


1 Bulan Kemudian.


Hari terus berjalan. Tak terasa sudah terhitung total 5 bulan Reynal belum pulang kembali. Reynal sudah tak lagi menginap di penginapan. Karena Alice menawarkannya untuk tinggal di rumahnya.


Hanya Elena yang tau kalau Reynal tinggal disana. Itu pun Reynal mau tinggal karena ia khawatir kepada Alice. Karena Delbert terus berusaha mendekatinya. Mungkin Delbert semakin gila karena terobsesi kepada Alice.


Namun suatu hari, Reynal lengah.


Alice menghilang, padahal Alice keluar untuk membeli bahan makanan, hari pun telah sore, dan langit akan mulai gelap. Elena menjadi cemas.


Reynal dan Elena pun segera keluar dari dalam rumah. Dan langsung berteleport mengingat kalau dia telah memberi tanda segel di pundaknya Alice.


Wsst !!


.....


Reynal dan Elena telah sampai. Ia telah berada di dalam sebuah rumah, melihat sekelilingnya, dan ternyata tak menyangka ada sebuah rumah di tengah hutan lebat.


Reynal mencurigai salah satu pintu. Ia pun memaksa masuk dengan menghancurkannya. Matanya terbelalak melihat laki-laki yang ia benci.


Siapa lagi kalau bukan Delbert.


Delbert akan melepaskan pakaian atasnya. Lalu mata Reynal memandang seorang gadis yang tidak sadarkan diri di atas kasur.


Alice masih berpakaian lengkap. Ternyata Delbert akan menodai Alice. Tentu saja Reynal menjadi marah, ia langsung menyerang Delbert dengan pukulannya. Sedangkan Elena terkejut kepada kakak laki-lakinya yang sudah bertindak jauh.


Delbert terjatuh ke lantai. Reynal segera menggendong tubuh Alice, dan segera berteleport bersama Elena. Namun tak bisa, Reynal bingung. Lalu terdengar suara Delbert.


"Percuma kau ingin menggunakan Sihirmu, disini aku telah memasang segel pagar yang luas." ucap Delbert sambil terduduk santai di lantai. Ia sudah menyiapkan kejutan untuk Reynal.


Mau tak mau Reynal dan Elena harus melarikan diri tanpa Sihirnya. Sambil menggendong Alice, Reynal keluar dari rumah itu. Ia terus berlari.


Dan ternyata benar, ia tak bisa menggunakan sihir di dalam kawasan itu, karena segel pagar yang terpasang dalam wilayah yang sangat luas. Elena tak menyangka kalau kakak laki-lakinya bisa segila itu.


Saat di tengah perjalanan. Ada sekelompok orang depannya. Dari Penampilannya, jelas mereka sekelompok bandit. Dan jumlah bandit itu sangat banyak.