
Peringatan !! BAB ini khusus area dewasa, dan hanya boleh dibaca yang sudah berumur 18 tahun keatas !! Terimakasih.
_______________________________________
Acara Pernikahan telah selesai
Para tamu undangan telah keluar dari acara untuk pulang kembali. KunLi Wong dan Lin Wei pergi ke kediamannya.
.
.
.....
Begitu juga dengan Reyhan dan Xiu Juan berjalan berdua dan bergandengan tangan. Mereka berdua pergi ke Kediaman. Banyak sekali pengawal dan pelayan yang menunduk dan memberi hormat saat pasangan pengantin baru berjalan melewatinya.
Setelah sampai di Kediamannya, Reyhan mempersilahkan istrinya masuk ke dalam kamar terlebih dahulu. Setelah melihat Xiu Juan masuk, Reyhan segera mengusir 2 pengawal yang menjaga pintu kediamannya. Setelah 2 pengawal itu pergi, Reyhan pun masuk ke dalam kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamar Reyhan merebahkan tubuhnya di kasur. Begitu juga dengan Xiu Juan. Lalu mereka saling menoleh dan saling pandang. Perlahan mulut mereka tersenyum dan tertawa kecil.
Reyhan segera bangun, ia memilih untuk segera mandi dan membersihkan dirinya. Beberapa selang kemudian ia telah selesai, Reyhan mengenakan pakaian hanfu biasa. Baru keluar dari kamar mandi, Xiu Juan langsung masuk melewati Reyhan begitu saja. Reyhan hanya tertawa kecil, menurutnya, istrinya sangat menggemaskan.
Hampir lama Reyhan menunggu istrinya selesai mandi, ia memilih untuk merebahkan tubuhnya terlebih dahulu di kasur miliknya. Ia bertiduran dan menatap ke arah langit kamarnya. Ia tertawa kecil, dirinya tak menyangka akan menikah di kehidupannya yang sekarang.
Reyhan kembali mengingat di kehidupan sebelumnya. Sudah menikah, ujung-ujung ia dihianati oleh istrinya, dan berakhir dirinya menjadi berstatus duren (duda keren). Entah kenapa ia merasa sakit jika mengingat masa lalu. Dan setelah itu hatinya telah terobati setelah bertemu dengan XiuLee. Tapi sayang dirinya tewas dan belum mengutarakan perasaannya.
Dan sekarang, ia tak menyangka, setelah tewas, XiuLee juga menyusul dirinya di kehidupannya yang sekarang menjadi Xiu Juan.
Reyhan masih membayangkan dirinya dalam diamnya. Tanpa disadarinya Xiu Juan telah selesai membersihkan dirinya. Awalnya ia sudah merasakan rasa gugup melihat Reyhan yang belum tidur juga, beberapa saat kemudian ia mengernyit dahinya karena melihat suaminya hanya diam, seperti memikirkan sesuatu.
Perlahan ia mendekati ranjang dan merebahkan tubuhnya di kasur, tepat samping suaminya. Reyhan tersadar, lalu ia menoleh kepalanya dan melihat istrinya sudah berada di sampingnya dan menatapnya, lalu ia tersenyum.
"Kau sedang memikirkan apa, Kak ?" tanya Xiu Juan.
"Aku hanya merasa konyol, bisa dibilang ini adalah pernikahan keduaku." jawab Reyhan terkekeh.
"Tapi tetap saja, ini adalah pernikahan pertama, secara kau terlahir kembali." balas Xiu Juan.
"Ya, benar..., berarti aku kembali menjadi perjaka ya, dan sekarang aku akan melepas perjakaku." ucap Reyhan lalu ia tersenyum menyeringai.
Seketika Xiu Juan jantungnya berdebar tak karuan. Rasa malu, bahagia, dan takut bercampur menjadi satu. Ia harus siap menyerahkan mahkotanya untuk suaminya.
"Apa kamu siap ?" tanya Reyhan.
"A-aku..."
"Kalau belum siap, tidak masalah, aku akan menunggu sampai kau siap." ucap Reyhan memotong ucapan istrinya.
Reyhan tidak ingin istrinya merasa terpaksa. Ia akan menunggu sampai Xiu Juan memenuhi haknya dengan ikhlas. Perlahan ia menutup kedua matanya untuk tidur.
Xiu Juan merasa bersalah, mau bagaimana pun Reyhan adalah suaminya. Perlahan ia bangun dari tidurnya, dan menatap Reyhan yang sudah memenjam kedua matanya. Perlahan tangannya memegang pipi suaminya.
Reyhan membuka kedua matanya, dan memegang tangan istrinya. "Ada apa ?"
"Aku siap."
"Yakin ?"
"Ya, karena aku adalah istrimu, sudah kewajibanku untuk menyerahkan mahkotaku untukmu."
Reyhan bangun dari tidurnya.
Kini mereka berdua duduk di ranjang kasurnya, mereka saling bertatapan.
"Aku ingin kau menyentuhku." ucap Xiu Juan merona, dan malu-malu. Reyhan tersenyum, lalu ia memeluk tubuh Xiu Juan. Ia mencium aroma wangi dari tubuh istrinya.
Rasa hangat dan nyaman yang dirasakan Reyhan dan Xiu Juan. Reyhan mengelus lembut rambut istrinya, lalu ia menarik wajah istrinya. Mata mereka saling bertatapan, pelahan Reyhan memajukan wajahnya, dan Xiu Juan pun juga memenjam wajahnya.
Mata mereka berdua saling terpenjam, dan bibir mereka bersentuhan dengan lembut. Perasaan yang bergelojak, mereka bercumbu, Reyhan mencoba menggigit lembut bibir istrinya agar mulutnya terbuka.
Xiu Juan pun akhirnya membuka mulutnya. Besamaan itu, Reyhan memulai permainan lidahnya, Xiu Juan pun ikut terbawa, dan mereka akhirnya saling *****4*. Perlahan mereka melepas cumbuan mereka, nafas mereka terasa sedikit ngos-ngosan, karena kehabisan nafas.
Reyhan kembali bercumbu bibir istrinya, dengan perlahan ia melucuti pakaian istrinya tanpa melepas cumbuannya. Reyhan menarik dirinya dan ia juga melepas pakaiannya.
Kini mereka berdua sudah tak memakai sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka. Xiu Juan pasrah ketika suaminya memainkan tangannya dan meraba-raba tubuhnya. Reyhan menciumi leher, dan turun ke bukit kembar milik istrinya, ia meninggalkan tanda merah sebagai simbol kepemilikkannya.
Reyhan berlanjut meremas, mencium, *****4*, dan menghisap bukit kembar milik istrinya yang ukurannya lumayan....
.
.
.
.
"Emmm...ahmmm..." suara yang keluar dari mulut Xiu Juan, ia menikmati permainan yang suaminya berikan.
Mendengar istrinya mendesah kenikmatan, gairah, Reyhan semakin memuncak. Burung miliknya sudah tegang dan mengeras dari awal permainan. Reyhan menggesek-gesek burungnya di pintu sangkarnya yang sudah basah.
"Kalau sakit bilang ya, aku akan pelan-pelan." ucap Reyhan, Xiu Juan tersenyum dan mengangguk kepalanya.
Mulailah Reyhan mencoba memasukan burungnya kedalam sangkarnya dengan perlahan.
"Aaahhhhh..., sakittt...!!" teriak Xiu Juan, lalu ia menangis dan mengeluarkan air dari sudut kedua matanya.
Reyhan terdiam melihat istrinya menangis kesakitan di bagian sana, ia tidak tega untuk melanjutkannya. "Maaf, apa kita sudahi saja."
Xiu Juan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Lanjutkan saja, ini sudah di tengah jalan." ucapnya sambil menahan sedikit rasa sakitnya dengan air matanya yang sudah berhenti mengalir.
Reyhan tersenyum dan melanjutkan kegiatannya. Ia mencoba memasukkan lagi burungnya untuk merusak segel sangkar yang selama ini sudah dijaga oleh istrinya. Reyhan mencium bibir Xiu Juan, dan m3lumatnya.
Tak lama kemudian Reyhan berhasil memecahkan segel milik istrinya. Lalu ia diam sejenak tanpa mengeluar burungnya dari sangkarnya Xiu Juan, tanpa melepas ciumannya. Reyhan menggeram dalam lum4tan dalam bibirnya saat merasakan reaksi sangkar milik Xiu Juan menjepit burungnya.
Dengan perlahan Reyhan memaju mundurkan tubuhnya dengan bergairah membuat Xiu Juan yang awalnya merasakan rasa sakit, itu sedikit berkurang dan kini ia merasakan rasa sensasi kepuasan dan kenikmatan luar biasa yang diberikan oleh suaminya.
"Aahhh....!! Aahhh....!!"
Xiu Juan terus mendesah dalam permainan yang diberikan suaminya. Meski terasa perih tapi perlahan-lahan, rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat yang tidak dapat dijelaskan lewat kata-kata.
Reyhan yang masih belum puas, ia kembali menciumi bibir istrinya. Begitu pun dengan Xiu, ia menyambut bibir suaminya dan menerima permainan lidahnya. Reyhan menyatukan telapak tangan mereka dan saling menggenggam selama mereka berdua bermain dan berpacu dalam permainannya. Mereka berbagi kecupan, keringat, saliva, dan cairan mereka.
Reyhan perlahan mempercepat gerakkannya dan sambil memeluk tubuh istrinya. Xiu Juan pun memeluk leher Aryan dengan kuat, ia merasa rasa sensasi yang menandakan ia akan mencapai puncaknya. Reyhan yang menyadari itu, ia semakin mempercepat gerakkannya.
.
.
.
.
.
.....
"Aaaakkhhhhhhh...!!!!!!"
Bersamaan suara desahan atas kenikmatan yang mereka rasakan. Cairan hangat milik mereka menyatu dalam di sangkar Xiu Juan. Nafas mereka mereka terburu-buru, karena merasakan sensasi kenikmatan surga dunia yang tidak bisa dikatakan apa-apa.
Dengan perlahan Reyhan menarik keluar burungnya. Hal itu membuat Xiu Juan mendesah kecil kenikmatan. Reyhan mendengar suara istrinya mendesah, seketika gairahnya kembali bangkit, ia pun meminta mengajak istrinya bermain panas lagi. Mau tak mau Xiu Juan menuruti kemauan suaminya.
.
.
.
Tak terasa permainan panas mereka di ranjang telah selesai memakan 4 ronde. Reyhan menyudahi permainannya kerena kasihan melihat istrinya yang sudah kelelahan.kini mereka berdua terbaring dan dalam berpelukkan di ranjangnya. Tubuh mereka berdua masih tak memakai sehelai benang pun, hanya selimut yang menutupi tubuh tel4njang mereka berdua.