
_______________________________________
Reynal yang masih bingung karena tiba-tiba dipanggil untuk turun ke arena pertarungan. Ia masih diam duduk di kursi penonton.
"Ck, kenapa tiba-tiba aku harus turun ke arena ?" gumannya.
Tiba-tiba ada sebuah pedang datang meluncur padanya. Reynal menangkap pedang itu. Seketika tubuhnya memutar dan langsung melempar balik pedang itu ke pemiliknya.
Si pemilik itu menangkap pedangnya hasil lemparan Reynal kepadanya. Para penonton terdiam, dan bersorak hebat melihat aksi Reynal dengan pemilik pedang itu.
Reynal menatap dingin ke arah laki-laki yang telah melemparnya pedang. Laki-laki itu yanh ia benci. Ya, siapa lagi kalau bukan Delbert.
"Hei kau, kemari !!" Delbert memanggil dengan berteriak.
Reynal pun menurutinya. Semua para Raja Permaisuri, para Putra-Putri Mahkota, para Pangeran, semua seisi area pertarungan melihatnya.
Semua mata tak berhenti melihat Reynal dari awal ia berdiri tempat duduk hingga turun ke arena pertarungan. Kini laki-laki itu telah berdiri dan menatap Delbert dengan tatapan datar.
Sang Kasim mulai bersuara. "Dia adalah pemuda pertarung yang hebat. Dan di waktu yang tepat, sebagai hari ulang tahun Yang Mulia Putra Mahkota, beliau meminta ingin bertarung dengan pertarung yang hebat ini, yang bernama Reynal."
Ucap Kasim teriak sambil menunjuk ke arah Reynal. Semua orang yang menonton bersorak. Entah itu sorakan dukungan, atau sorakan ejekan kepada arah laki-laki asing itu.
Reynal tetap menatap dingin ke arah laki-laki yang menyebutnya seorang pertarung. "Aku ini Pangeran, bodoh." batinnya.
Kasim kembali bersuara. "Berhubungan hari sudah siang. Acara ini dihentikan sementara untuk waktu istirahat. Dan dilanjutkan setelah waktu istirahat selesai."
Semua penonton keluar dari area pertarungan, untuk istirahat dan mungkin untuk mencari makanan atau minuman.
Tanpa mereka ketahui, termasuk semua keluarga Kerajaan dan Kaum Bangsawan, mereka semua tak tau kalau yang barusan adalah perbuatannya Delbert.
Delbert sebelum gilirannya bertarung, ia meminta kepada Kasim untuk melakukan rencananya dan menyebutkan nama Reynal setelah bertarungannya selesai.
Semua pertarung yang terdiri dari para Ksatria, Kaum Bangsawan, Putra-Putri Mahkota dan Pangeran dari Kerajaan lain berkumpul di ruangan khusus untuk mereka.
Ketika Putra Mahkota Delbert masuk ke dalam ruangan itu, semua mata tertuju padanya dan mendekatinya.
"Kanapa kau mengundang pertarung asing ?"
"Apa dia dari kaum Bangsawan ?"
"Apa dia Ksatria yang dirahasiakan oleh Kerajaan ini ?"
Lalu salah satu Ksatria membalas.
"Kalau dia Ksatria Kerajaan ini, seharusnya aku mengenalnya."
Dan Bla.. Bla.. Bla.. Bla..
Itulah semua kata-kata yang dilemparkan kepada Delbert. Laki-laki itu tersenyum. "Kita lihat saja nanti, pasti seru nantinya."
Alice dan Elena hanya diam duduk di kursi mereka. Mereka ingin memperingati Delbert, tapi Delbert yang keras kepala mana mungkin mendengar kata-kata siapapun kecuali dia yang melihat dengan kedua matanya sendiri.
Elena berkeringat dingin. Alice yang melihatnya menggenggam tangan Elena. "Tenanglah, aku yakin dia takkan berbuat lebih kepada kakakmu."
Elena mengangguk kepalanya. "Semoga begitu."
Tapi yang bikin Alice tak suka, saat mendengar kata-kata pujian dari para Gadis Ksatria. Bahkan para Putri-Putri Bangsawan dan Putri-Putri Kerajaan ikut memuji ketampanan milik laki-laki yang ditantang oleh Delbert.
.....
Disisi Raja Dorothy.
Ia tak habis pikir, siapa yang merencanakan tersebut di tengah acara pertandingan. Tak mungkin ada yang mencoba diluar perintahnya kecuali meminta izin.
Mengingat Putranya yang selalu diluar kendalinya, ia menyimpulkan kalau semuanya adalah rencana Putranya. "Anak itu, selalu saja berbuat seenaknya tanpa seizinku."
"Mau bagaimanapun, dia tetap Putramu. Kalau sudah begini, kita cukup menonton saja. Nanti setelah acara selesai kau baru berbicara padanya." ucap Permaisuri Ella, Raja Dorothy hanya mengela nafasnya dan mengangguk kepalanya.
Raja Dorothy telah mengetahui asal dunia dari laki-laki asing yang bernama Reynal itu. Ya, karena beberapa hari sebelumnya, ia telah bertemu dengan peramal.
Dan apa yang dikatakan Peramal adalah kebenaran tentang asal dunia Reynal. Laki-laki itu berasal dari dunia lain.
Apalagi saat peramal mengatakan kalau Reynal adalah Pangeran dari Kerajaan Wan. Salah satu Kerajaan terkuat dari dunia asalnya. Itulah kata-kata Peramal yang telah ia temui.
.....
Disisi Reynal.
Ia tengah berjalan ke arah penginapan.
Selama perjalanannya, ia memasang wajah dinginnya. Ia pulang penginapan bukan untuk menghindar, melainkan ia akan mengambil perlengkapan tempurnya.
Selama perjalanan ia dipandangi oleh semua orang. Berbisik-bisik. Reynal tak peduli bisikan mereka, entah bagus atau jelek, ia tak peduli sama sekali. Yang terpenting ia harus mengambil perlengkapannya.
.....
Beberapa lama kemudian, waktu istirahat telah habis. Semua penonton kembali duduk di kursi mereka. Semua terlihat tak sabar melihat pertarungan yang sekarang.
Semua telah siap di kursi mereka. Tak hanya dari kaum kalangan atas, kaum bawah pun tak sabar menantikannya. Apalagi Kasim telah menyebutkan nama Putra Mahkota Delbert untuk masuk ke arena pertarungan.
Kini, Kasim memanggil nama Reynal. Tapi laki-laki itu tak menampakan dirinya. Semua penonton yang tak sabar bersorak tak jelas karena Reynal tak menunjukan dirinya.
Delbert tersenyum. "Mungkin dia takut, jadi dia tak berani menampakan dirinya."
Sudah hampir lama semua penonton menunggu, tapi laki-laki itu masih belum menunjukan batang hidungnya. Semua penonton masih besorak tal jelas, mereka lelah menunggu.
Alice meremas jari-jari tangannya. Entah ia harus gelisah atau senang ketidak kehadirannya sosok Reynal. Sedangkan Elena, ia berdoa semoga laki-laki itu tak muncul, karena ia tak ingin kakak laki-lakinya seperti dirinya.
Akhirnya, Kasim berbicara kepada Delbert untuk menggantikan lawannya, karena Reynal tidak muncul. Delbert hanya mendengus kesal. Karena tak jadi melawan Reynal.
DUAR !!
Tiba-tiba ditengah-tengah arena pertarungan seperti ada yang jatuh. Semua penonton berhenti bersorak, dan mata mereka tertuju ke arah tengah arena.
Terlihat seorang laki-laki yang berdiri dengan perlengkapan tempurnya. Sosok yang mereka tunggu-tunggu akhirnya terbayar sudah. Reynal telah muncul dengan cara jatuh dari langit dan mendarat di tengah-tengah arena.
Di kursinya, Alice terdiam, tapi dalam hatinya, ia senang Reynal akhirnya manampakan dirinya. Dan untuk Elena, ia tak bisa merasa tenang, kakak laki-lakinya akan bertarung dengan laki-laki yang pernah ia lawan.
Delbert tersenyum, akhirnya laki-laki yang ia benci muncul juga. Ia meminta Kasim untuk segera memulai pertarungannya.
"PERTARUNGAN YANG MULIA PUTRA MAHKOTA DELBERT DENGAN PEMUDA BERNAMA REYNAL, DIMULAI !!"