
_______________________________________
Tiang !!
Terlihat dua laki-laki bertarung. Mereka saling mengayunkan pedangnya dan menangkis.
Mereka berdua seperti seimbang. Elios seperti gila dalam bertarung. Dan Reyhan terlihat santai menghadapinya.
Tiang !!
Mereka berdua lagi dan lagi mengayunkan pedangnya, hingga terlepas dari genggaman mereka. Dan akhirnya mereka berdua mengepal tangannya dan melayangkan pukulan.
BUGH !!
BUGH !!
Reyhan dan Elios saling menerima bogeman di wajah mereka. Mereka berdua terdorong, dan terjatuh di tanah. Mereka bangkit lagi, dan saling meyalangkan tinju dan tendangan.
Saling bersamaan pukulan dan tendangan mereka bertemu, Elio melangkah mundur, dan ia langsung melancarkan Sihir Api Hitamnya. Reyhan melompat dan ia melemparkan Bola Api birunya.
DUAR !!
Tak diduga Elios kena serangannya, ia terpenta dan jatuh berguling-guling di tanah. Reyhan tersenyum. "Lemah, dia tidak bisa mengendalikan Sihir Gelapnya."
Elios terbangun dari jatuhnya, ia menatap tajam ke arah laki-laki yang berstatus suami dari wanita yang ia sukai. "Aku akan membunuhmu !!"
Reyhan memutar bola matanya malas. "Bunuh tinggal bunuh jangan kebanyakan bicara."
BUGH !!
Reyhan terkena pukulan Elios di wajahnya. Ia akan terjatuh. Tapi ia tak jadi jatuh, karena tangannya menarik tangan Elios dan ia langsung melemparnya ke udara. Reyhan melompat tinggi, kaki kanannya sudah diselimuti Api birunya.
BUGH !!
Elios yang akan turun jatuh kembali dari udara, tiba-tiba perutnya menerima tendangan kaki Reyhan. Itu membuatnya semakin cepat jatuh ke tanah, hingga membuatnya seperti menghantam keras di tanah.
DUAK !!
Reyhan turun jatuh ke arah Elios yang belum bangun dan masih posisi tergeletak di tanah. Elios membuka mata untuk bangun.
BUGH !!
Belum sempat bangun, lagi-lagi perutnya terkena injakan keras dari lawan. Reyhan benar-benar tak melepaskan mangsanya kali ini.
Elios masih tergeletak dengan perutnya yang masih diinjak oleh Reyhan. Kedua tangannya memegang kaki laki-laki itu dan membantingkannya ke sembarang arah.
Reyhan terlempar akibat ulah Elios, tapi tidak jauh dari. Reyhan masih bisa mengimbangi tubuhnya agar tidak jatuh. Belum sempat mendongak...
BUGH !!
Reyhan terdorong kebelakang dan jatuh ke tanah, setelah perutnya menerima pukulan keras dari Elios.
Elios tertawa, melihat Reyhan terkena pukulannya, karena dari tadi ia terus dapat pukulan dari laki-laki itu.
Reyhan berdiri dari jatuhnya, ia menatap Elios yang memandangnya dengan tertawa. Ia memutar bola matanya, seakan ia sudah benar-benar bosan dengan semua yang ia lewati selama ini.
Reyhan berjalan, sementara Elios juga berjalan. Mereka berdua berjalan, dan saling mendekat, Elios yang terus tersenyum, sedangkan Reyhan dengan wajah dinginnya.
Perlahan, langkah kaki mereka cepat, dan berlari. Sudah sangat dekat, Reyhan memunculkan pedang merah darahnya, dan Elios mengarahkan tangan kanannya ke samping, dan pedangnya terbang meluncur kepadanya, dan langsung ia genggam.
Tiang !!
Mereka saling berdadu pedang kembali.
Reyhan menyadari kondisi Elios yang tak bisa sepenuhnya mengendalikan Sihir Gelapnya, karena serangan ayunan pedang, dan gerakannya tak berarturan sambil tertawa.
Reyhan tersenyum. "Aku tak tau kau mendapatkan Sihir Gelap dari mana, tapo itu tak masalah bagiku."
Reyhan semakin bergerak cepat. Dan kali ini ia mulai serius, karena dari tadi ia ingin menguji lawannya.
.....
Sementara, Disisi Lain.
Dua wanita cantik yang tengah sibuk melawan semua prajurit. Mereka berdua terlihat sudah sudah hampir mengalahkan ke 300 prajurit.
Dan sekarang mereka terlihat mengatur nafasnya. Ya, mereka sudah terlihat kelelahan. Memang mereka hebat, tapi lawan yang mereka hadapi terlalu banyak.
Semua prajurit pun berdiam, entah kenapa diam karena takut atau mendapat perintah.
Saat Alexa akan kembali berlari untuk menyerang, tiba-tiba ia terjatuh di tanah. Ia sudah benar-benar kelelahan. Xiu Juan mendekat dan membantu membangunkan Gadis itu.
"Kau tak apa-apa ?" tanya Xiu Juan.
"Kai sendiri ?" sahut Alexa bertanya.
"Aku hanya sedikit kelelahan." jawab Xiu Juan.
"Begitu juga denganku." balas Alexa.
"Apa kau masih sanggup ?" tanya Xiu Juan.
"Ya, aku masih sanggup. Tapi aku merasa kesal kenapa kita yang melawan banyak prajurit, sedangkan kakakku dan suamimu hanya bertarung 1 lawan 1." ucap Alexa.
"Aku pun juga merasa begitu, tapi hanya inilah yang kita bisa, karena lawan mereka berdua bukanlah lawan yang setara dengan kita." balas Xiu Juan.
"Tapi tetap saja, meski lawan kita lemah tapi mereka terlalu banyak." jawab Alexa.
Tidak sempat Xiu Juan menjawab, terdengar suara pria yang tak asing di telinga mereka berdua.
"Kalian berdua menyerahlah."
Xiu Juan dan Alexa menoleh ke arah sumber suara itu. Kaisar Eldezer telah berjalan mendekati mereka melewati suama prajuritnya.
"Kuakui kalian hebat, tapi kalian kalah dalam jumlah, dan sekarang kalian terlihat kelelahan" ucap Eldezer.
Xiu Juan menatap tajam ke arah Eldezer. "Kalah jumlah, tak ada apa-apa untukku, bagiku semua pasukanmu lemah."
"Ya, mereka semua lemah, sama lemahnya dengan pemimpinnya, yang hanya bisa berlindung di belakang, dan hanya maju saat musuh sudah kelelahan." ucap Alexa mengejek.
Kaisar Eldezer melotot ke arah dua wanita itu. Terutama ke arah Alexa, ia tak terima ucapan dari wanita itu yang menjelekan dirinya lemah.
"Sepertinya kau sengaja membuatnya marah." bisik Xiu Juan ke Alexa.
"Tidak, itu ucapan yang langsung keluar begitu saja dari mulutku." Alexa juga ikut berbisik.
Di tempatnya, Eldezer menarik pedangnya, dan mengarahkan ke arah Alexa. "Kau kira, kau Putri Mahkota terkuat ? Kau tak tau sopan santunmu kepada orang tua. Aku bisa saja membunuhmu, dan membawa kepalamu kepada Aldoran."
"Kau kira aku takut padamu, meski aku Putri Mahkota terkuat, tapi aku tidak pernah meremehkan lawanku." balas Alexa, yang ikut mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke Eldezer.
Eldezer memerintahkan semua prajuritnya untuk diam di tempat. "Untuk dua gadis itu, sekarang biar aku yang mengurusnya sendiri."
Eldezer melangkah maju, semua prajurit diam di tempat yang diam karena tak percaya mendengar ucapan sang pemimpin mereka. Disisi Alexa dan Xiu Juan, mereka berdua diam ditempat, menunggu Eldezer berjalan cepat menghampiri mereka berdua.
Langkah kaki Eldezer semakin cepat. Ia berlari, dan melompat menyerang mereka berdua.
BRUKkkk !!!
Eldezer yang saat baru melompat ke arah Xiu Juan dan Alexa, tiba-tiba tubuhnya tertabrak sesuatu hingga membuatnya jatuh ke tanah.
Xiu Juan dan Alexa yang sudah siap menerima serangan, mereka berdua terbelalak melihat Eldezer ditabrak oleh tubuh Elios yang tiba-tiba datang.
Eldezer dan Elios terjatuh ditanah. Bukan hanya Xiu Juan dan Alexa yang terkejut, semua prajurit yang melihatnya juga ikut terkejut.
"Merepotkan saja."
Xiu Juan dan Alexa menoleh ke arah sumber suara yang tak asing bagi mereka. Mereka berdua melihat Reyhan berjalan mendekati mereka.
"Tak kusangka, dia punya Sihir Gelap, tapi ia tak bisa mengendalikannya dan membuatnya lemah. Sampai-sampai aku melempar tubuhnya karena gemas."
_______________________________________
Author minta maaf karena telat Update. Dikehidupan nyata lagi sibuk.
Jangan Lupa Like, Rate⭐5 dan Vote.
Terimakasih.