PETUALANGAN DEWA BENCANA

PETUALANGAN DEWA BENCANA
Penentuan!! (2)


Duar!!


Sebuah kawah yang sangat luas tercipta akibat ledakan antara serangan Ao ling dan Du ruo.


Sementara itu mereka berdua terlihat memasang sebuah pelindung agar tidak terkena ledakan tersebut.


Ao ling segera menghilangkan pelindung nya, dan kemudian melesat menuju Du ruo yang masih di dalam pelindung nya.


Du ruo tidak berani langsung bertabrakan dengan Ao ling, karena melihat kekuatan Ao ling berkali kali lipat lebih kuat darinya.


Sebelum Ao ling sampai di depannya, Du ruo tiba tiba mendapatkan sebuah ide.


Tetapi Ao ling telah muncul dan menghancurkan pelindung Du ruo, yang membuat Du ruo tidak sempat melakukan idenya tersebut.


"Tapak naga petir!"


Telapak tangan Ao ling diselimuti oleh petir, yang membentuk siluet naga petir di belakang Ao ling.


Dengan cepat Ao ling menyerang dada Du ruo dengan tekniknya.


Du ruo terpental hingga menghantam tanah, yang kemudian segera bangkit dengan tubuh agak kaku karena serangan petir dari teknik Ao ling.


Baru saja ingin terbang ke langit, Ao ling telah muncul di belakang Du ruo dengan telapak yang di penuhi oleh petir.


Ao ling menyerang punggung Du ruo berkali kali hingga beberapa saat setelah itu, hingga serangan terakhir Ao ling membuat tubuh Du ruo terpental.


Du ruo terpental dengan seluruh tubuh diselimuti oleh petir dan juga merasakan bahwa tubuhnya sangat kaku.


Hingga akhirnya terjatuh kembali ke tanah dengan kondisi berbaring menghadap ke arah langit.


Kemudian Ao ling menghilang dan muncul kembali di atas Du ruo.


"Sangat cepat!" batin Du ruo terkejut melihat bahwa Ao ling telah berada di atasnya.


"Kau tidak menyangka bukan bahwa aku sangat cepat? karena aku hanya mencoba sebagian kekuatanku." ucap Ao ling.


Ao ling mengangkat pedangnya ke atas kemudian dengan cepat menebaskannya ke ara Du ruo.


Tebasan Ao ling memotong Du ruo dan membentuk sebuah jurang kecil sepanjang 120 KM di dalam kawah.


Tubuh Du ruo yang terbelah secara perlahan lahan mulai membusuk, Ao linv menyipitkan matanya kemudian segera menoleh ke arah samping.


Du ruo telah memisahkan intinya agar tidak mati terkena tebasan Ao ling, kemudian Du ruo meregenerasi kembali tubuhnya di samping Ao ling.


Kemudian Du ruo membuka empat celah ruang, dan setelah itu sebuah bola hitam kecil muncul yang menghisap sesuatu dari keempat celah ruang tersebut.


Ao ling tentu saja mengerti hal apa yang diserap oleh Du ruo.


"Apakah aku harus memberikannya pujian karena berani menyerap energi kekacauan dari dalam celah ruang?" pikir Ao ling yang menunggu Du ruo selesai.


Dan beberapa saat kemudian Du ruo telah selesai menyerap kekacauan yang ada di dalam celah ruang, tapi tiba tiba saja tubuh Du ruo mengembang seperti balon.


Terus mengembang hingga Ao ling menduga bahwa Du ruo akan meledak menjadi kabut darah hijau, tetapi tubuh Du ruo kembali seperti semula.


Dan kekuatan Du ruo bertambah lebih kuat berkali kali lipat, meskipun begitu Ao ling tahu bahwa kekuatan Du ruo masih lebih rendah darinya.


Kemudian kekuatan kehampaan terkumpul di tangan Du ruo yang setelah itu melesat ke arah Ao ling, dan Ao ling membalas serangan Du ruo dengan pedangnya.


Sayangnya pedang Qi Ao ling terbelah menjadi dua pada saat menangkis serangan Du ruo.


Dan serangan Du ruo tidak berhenti di situ saja, serangan Du ruo masih melesat mengincar kepala Ao ling.


Tapi Ao ling secara reflek menghindari serangan tersebut, Du ruo terkejut karena Ao ling menghindar.


Tidak membuang kesempatan, tangan Ao ling mengepal serta mengumpulkan kekuatan yang kemudian melesat meninju pinggul Du ruo.


Sekali lagi Du ruo terpental, tetapi lebih jauh hingga akhirnya berhenti setelah bertabrakan dengan tanah.


"Pedang bencana gerakan kedua : pilar api bencana!"


Dari jauh Ao ling menggunakan tekniknya, yang membuat awan di atas Du ruo menjadi ungu dan mengeluarkan hujan pilar api ungu.


Du ruo yang sudah bangkit berdiri juga tidak tinggal diam saja, dan mengeksekusi tekniknya.


"Jarum kekacauan bintang gelap gerakan keempat : lesatan kekacauan bintang!"


Ratusan bola berwarna merah serta jingga dan hitam yang bercampur tapi tidak menyatu muncul di sekitar Du ruo.


Dan dengan arahan Du ruo, bintang bintang tersebut melesat dan bertabrakan dengan hujan pilar api Ao ling, kemudian menghasilkan banyak ledakan.


Setelah itu Du ruo menghadap ke arah Ao ling, dan mengarahkan ujung senjata jarum miliknya.


"Jarum kekacauan bintang gelap gerakan pertama : bintang pembunuh gelap!"


Sebuah celah terbentuk di ujung jarum Du ruo, yang mengeluarkan sebuah serangan ke arah Ao ling dengan sangat cepat.


"Hahaha, apakah kau bisa menangkis ini?" teriak Du ruo dengan nada meremehkan Ao ling.


"Kau menantang ku?" ucap Ao ling dengan Qi agar terdengar, dan tidak seperti Du ruo yang berteriak.


"Pedang bencana gerakan keenam : garis pembunuh!"


Waktu seakan berhenti, yang kemudian sebuah garis putih muncul di tengah serangan Du ruo, dan saat waktu seperti kembali berjalan.


Serangan Du ruo terbelah menjadi dua, dan senyum kecil terlihat di bibir Du ruo.


Serangan Du ruo yang menjadi dua kemudian meledak, dan mengeluarkan puluhan serangan yang menuju ke arah Ao ling.


Melihat senyum kecil di bibir Du ruo, Ao ling membalas itu dengan senyuman yang lebar kepada Du ruo.


Yang membuat Du ruo kebingungan terhadap tingkah laku Ao ling.


Kemudian sebuh garis putih muncul di puluhan serangan Du ruo, dan semua serangan Du ruo meledak sebelum mengenai Ao ling.


"I........." Du ruo ingin berkata sesuatu, tetapi muncul banyak sekali garis putih di tubuh Du ruo yang kemudian.


Tubuh Du ruo terpotong potong menjadi akar cincang di depan Ao ling.


"Kau lihat kan siapa yang menang, hahaha." tawa kecil Ao ling di depan Du ruo yang sudah mati di tempat.


"Baiklah kalau begitu saatnya mengeluarkan mereka." batin Ao ling.


Kemudian seluruh pasukan aliansi muncul di depan Ao ling bersama kedua kaisar.


"Ini dimana Tuan Ao ling?" tanya kaisar teratai putih.


"Bukankah ini kota kekaisaran milikmu?" sekarang giliran Ao ling yang bertanya kepada kaisar tersebut.


Mendengar hal itu membuat kaisar itu terkejut, dan menatap disekitarnya yang telah menjadi sebuah kawah raksasa.


"Ini...." kaisar benua teratai putih hanya menatap kosong ke arah tempat yang sudah gersang.


"Baiklah sekarang waktunya untuk mengantar para warga kembali pada tempatnya." ucap Ao ling yang membuka celah ruang dan memasukinya, tanpa memperdulikan kaisar teratai putih yang seperti kehilangan jiwanya.


Akhirnya kaisar benua surgawi berjalan ke arah kaisar teratai putih, yang kemudian berusaha menenangkan kaisar tersebut.


***Bersambung***