
Pagi hari Ao ling telah bangun dari tidurnya, dan segera terbang melesat ke arah Benua Naga.
Karena tidak ada air untuk membersihkan diri di Benua Harimau, Ao ling hanya bisa pergi tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
Setengah jam berlalu, Akhirnya Ao ling telah sampai di pinggirian dan tetap melesat ke arah kota kekaisaran Benua Naga.
Sampai di kota kekaisaran Benua Naga, seperti biasa Ao ling malas mengantri, dan langsung memasuki kota Kekaisaran tersebut tanpa diketahui.
Setelah masuk, terlihat Ao ling berjalan keluar dari gang dan berjalan jalan di kota Kekaisaran tersebut.
Saat berjalan, Ao ling mengetahui bahwa nama ibu kota kekaisaran Naga, adalah ibukota Naga.
"Apakah semua nama ibu kota sesuai dengan nama benua nya." batin Ao ling.
"Sangat..." Ao ling tidak bisa menyelesaikan kata katanya dan hanya menggelengkan kepalanya.
Kemudian Ao ling lanjut berjalan jalan di ibukota Naga sampai malam hari.
Saat malam hari, terlihat Ao ling sedang makan di suatu restoran, yang kemudian dihampiri oleh seorang prajurit.
"Kau ikut kami ke istana, ini titah dari sang kaisar!" ucap prajurit tersebut sambil menarik kerah belakang Ao ling.
Ao ling yang sedang makan, tidak siap atas perlakuan prajurit tersebut dan membuat dia tersedak oleh makanannya sendiri.
Kemudian Ao ling segera memotong tangan prajurit yang menarik nya.
Slash! Puk!
"Arghh!!" teriak prajurit itu.
Tetapi Ao ling tidak menanggapi nya, dan segera mengambil air milik salah satu orang yang ada di restoran dan meminum nya.
Gluk! Gluk! Gluk!
Ahh!
"Hampir saja aku mati konyol." ucap Ao ling bernafas lega, sambil membersihkan dahinya meskipun tidak ada keringat.
Kemudian Ao ling segera menoleh, dan menatap tajam ke arah prajurit yang sedang menghentikan pendarahan ditangannya.
Ao ling segera menghampiri nya hingga berhenti didepan prajurit tersebut.
Sementara itu pelanggan didalam restoran segera berlari keluar, dan sebagian ingin melihat apa yang dilakukan Ao ling.
Prajurit tersebut kemudian menoleh ke atas dan melihat Ao ling sedang menatapnya dengan tajam.
"Jika kau mau memberitahuku sesuatu makan beritahu saja jangan menariku, hampir saja aku mati konyol." ucap Ao ling sedikit berteriak.
Prajurit tersebut ingin membantah, tetapi melihat tatapan Ao ling membuat dirinya menjadi takut dan meminta maaf kepada Ao ling.
"Maafkan aku Tuan, tetapi aku mendapat titah kaisar untuk membawa anda ke istananya." ucap prajurit tersebut sambil berkeringat dingin.
"Kalau begitu antarkan aku segera untuk menemui kaisar kalian."
"Baik."
Segera prajurit itu membawa Ao ling ke istana kekaisaran Naga, prajurit tersebut juga tidak mempedulikan lukanya karena sudah ia berhentikan pendarahannya.
"Lebih baik aku menjadi petani biasa saja setelah tugas ini selesai." batin prajurit tersebut.
Beberapa menit Ao ling dan prajurit itu berjalan sampai lah mereka, di depan gerbang istana kekaisaran.
Dan tidak ada yang menghalangi jalan mereka, seperti mereka sudah tahu bahwa Ao ling adalah tamu kaisar mereka.
Mereka berdua terus berjalan hingga sampai di ruang tahta kaisar, dan masuk hingga didepan sangat kaisar.
Prajurit yang dilewati oleh Ao ling, bertanya tanya kenapa tangan prajurit yang membawa Ao ling telah terpotong, mereka hanya menyimpan pertanyaan tersebut dipikiran mereka, bahkan para menteri, jendral, kasim, serta sang kaisar juga menyimpan pertanyaan mereka.
Di depan sang kaisar, prajurit yang membawa kemudian berlutut dan menundukkan kepalanya,
sementara Ao ling tetap berdiri dan menatap ke arah kaisar tersebut.
Melihat sikap Ao ling, membuat semua orang diruangan tersebut kesal, karena Ao ling tidak menghormati kaisar mereka.
Hingga salah satu jendral tidak bisa menahan emosinya.
"Kau anak muda, cepat menunduk pada sang kaisar mungkin kaisar akan mengampuni sikap mu!" teriak kesal jendral tersebut.
Setelah jendral tersebut berteriak kepada Ao ling, orang diruangan tahta juga mengikuti perilaku jendral tersebut.
Hingga sang kaisar mengangkat tangannya, tanda bahwa mereka harus diam, dan kemudian mereka semua diam karena tanda sang kaisar.
Kemudian sang kaisar melihat bahwa mereka semua telah diam, menoleh kembali ke arah Ao ling.
"Apa yang ingin kau lakukan disini penghancur benua Harimau serta Qilin." ucap sang kaisar tersebut.
Ao ling yang mendengar perkataan sang kaisar tetap tenang. "Darimana kau tahu itu." ucap Ao ling tenang.
Berbeda dengan Ao ling yang tenang, semua yang ada di ruangan tahta menelan ludah mereka, dan berharap bahwa Ao ling tidak akan membalas perbuatan yang mereka lakukan tadi.
"Tentu saja aku mengetahui nya, karena akulah satu satunya orang yang mendapat pemaham tentang dao." ucap kaisar tersebut.
"Dan aku berhasil mendapatkan pemahan Dao ramalan." lanjut sang kaisar.
Ao ling yang mendengar bahwa sang kaisar mendapat pemahaman Dao ramalan sedikit terkejut.
Karena Dao ramalan dapat melihat masa lalu, masa depan, dan apapun yang terjadi di waktu saat ini, bahkan Dao waktu pun kalah dalam hal melihat masa depan.
Dan juga karena itulah yang mempelajari Dao ramalan sangat sedikit, dan tidak ada yang pernah bisa mencapai Grand Dao di tempat asal Ao ling.
Selain itu semakin masa depan yang diliat semakin jauh ataupun sesuatu yang diramal sangat penting, maka harus membayar harga yang sesuai atau meningkatkan pemahaman Dao ramalan.
"Meskipun tidak ada yang menembus Grand Dao, peramal tetap diminati semua orang." batin Ao ling.
Kemudian Ao ling segera keluar dari pemikirannya dan menatap ke arah sang kaisar.
"Tapi kau pasti membayar harga untuk melihat siapa yang menghancurkan kedua benua itu kan?" ucap Ao ling pada sang kaisar.
"Yah kau betul, setelah aku meramal mu dan sekarang waktuku hanya tersisa 1 tahun." ucap sang kaisar.
"Kalau begitu bagaimana jika kau melayani ku dengan menjadi budakku, maka kau akan hidup lebih lama, naik ke alam yang lebih tinggi, dan pemahaman mu akan meningkat." ucap Ao ling panjang lebar.
Mendengar Ao ling ingin menjadikan kaisar budaknya, mereka ingin mengatakan sesuatu tetapi tetap diam, karena melihat sang kaisar mengangkat tangannya.
"Baiklah aku setuju." ucap sang kaisar.
Kemudian kaisar menoleh pada sang kasim disebelahnya.
"Mulai saat ini kasim cun akan menjadi raja kekaisaran Naga berikutnya." lanjut sang kaisar tanpa bisa membuat yang lain bersuara.
"Tapi kaisar." ucap kasim cun.
"Tidak ada tapi tapi, ini adalah perintah terakhir ku sebagai kaisar."
Kasim cun hanya bisa mengangguk, dan kemudian sang kaisar berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Ao ling.
Setelah didepan Ao ling, kaisar tersebut berlutut dan menundukkan kepalanya.
"Perkenalkan namaku adalah Ji lei maafkan saya Tuan karena telat memperkenalkan diri." ucal Ji lei.
Sementara itu banyak yang tidak terima melihat sang kaisar berlutut kepada Ao ling, tetapi ini adalah keinginan sang kaisar, mereka hanya bisa diam dan menatap ke arah sang kaisar.
"Buka lautan kesadaran mu, agar kau tidak berhianat." ucap Ao ling.
Ji lei mematuhi ucapan Ao ling, dan segera membuka lautan kesadarannya, segera Ao ling menandai jiwanya yang berada di dalam lautan kesadaran.
Setelah itu Ao ling memasukan Ji lei kedalam dunia jiwanya, dan juga menyuruh Ji lei untuk menemui Yong gu, agar mendapat cara untuk mengembalikan vitalitas nya.
***Bersambung***