PETUALANGAN DEWA BENCANA

PETUALANGAN DEWA BENCANA
Masa lalu


Ao ling sekarang sedang melesat terbang seorang diri di langit, Long yu si, ketiga anaknya, dan ras hiu naga yang menjadi pengikutnya telah Ao ling masukkan ke dalam dunia jiwa miliknya.


Long yu si masuk ke dalam dunia jiwa karena ingin lebih lama bermain dengan Lin zhian, Mei yin dan Liu fei.


Di alam tersebut, hanya dalam 1 bulan Ao ling telah selesai melihat lihat setiap bagian alam ini. yang sebenarnya kurang menarik baginya.


Karena selain wilayah es tempat Phoenix, wilayah api tempat ikan neraka, dan wilayah air yang sebelumnya tempat ras hiu naga.


Ao ling hanya menjumpai dia wilayah lain, yaitu wilayah hutan yang isinya hanya beast lemah. bahkan beast di sekitar wilayah Phoenix berkali kali lipat lebih kuat.


Dan wilayah yang terakhir adalah wilayah manusia, namun tidak ada satupun yang menarik dari wilayah manusia. bahkan di wilayah manusia, tidak terjadi satupun peperangan.


Karena merasa sudah tidak ada lagi tempat yang di datangi di alam ini, Ao ling memutuskan untuk langsung menuju alam terakhir yaitu alam Dewa atau disebut sebagai bintang alam.


Ao ling segera membeli jimat tersebut dari shop sistem, yang langsung dipakai di tempat.


****


Di sebuah hutan puncak gunung, sebuah celah ruang terbuka. yang keluar Ao ling dari dalam celah tersebut.


Tiba tiba Ao ling mengeluarkan air mata saat melihat sebuah kota di depannya, Ao ling ingat bahwa itu adalah kota roh yang adalah kota kelahirannya di kehidupan kedua.


Ao ling akhirnya tahu bahwa bintang tempat dia lahir bernama bintang alam, yang adalah bintang di bagian galaksi area terlupakan.


Semua bintang yang di tempat terlupakan, tidak bernama atau nama bintang mereka dilupakan karena bagi orang galaksi di area yang lebih dalam, daerah itu adalah daerah dengan ketebalan Qi yang paling rendah. baik di bintang mereka maupun di luar.


Ao ling juga mengingat saat dirinya masih berumur 5 tahun di kota itu bersama ayah dan ibunya.


***


"Ayah, ibu lihat ini." ucap Ao ling kecil menunjukkan aura ranah miliknya


"Anak ayah pasti akan menjadi kultivator yang terkenal." ucap ayah Ao ling yang bernama Ji rai, sambil mengelus kepala anaknya.


"Itu anak kita sayang, Ling'er ibu yakin kau pasti akan menjadi terkenal di dunia ini." ibu Ao ling yang bernama Ao bi menyemangati anaknya tersebut.


Ucapan kedua orang tuanya itu membuat Ao ling lebih bersemangat lagi untuk berkultivasi, karena Ao ling kecil yang mempunyai kehidupan pertamanya sangat menyayangi kedua orang tua barunya.


Karena di kehidupan pertama Ao ling, orang tuanya tidak peduli dengan Ao ling sekalipun bahkan hingga Ao ling sekarat dan hampir mati di rumah sakit. kedua orang tuanya tetap tidak memperdulikannya.


Meskipun begitu hanya kakek Ao ling saja yang memperdulikan dirinya, dan sampai sekarang Ao ling masih mengingat wajah kakeknya itu.


Ao ling kecil mulai berlatih setiap hari, tetapi Ao ling kadang juga bermalas malasan yang akhirnya mendapatkan teguran dari orang tuanya.


"Nak kau ingin jadi kultivator apa?" tanya Ji rai pada Ao ling, di kamar Ao ling.


"Aku ingin jadi kultivator pedang ayah!" jawab Ao ling kecil tanpa keraguan sama sekali.


"Mimpi mu itu sangat besar, jadi jangan bermalas malasan!" Ji rai sambil menyubit pipi Ao ling dengan tersenyum.


"baiklah waktunya bagimu untuk tidur!" Ji rai segera mencium kening putranya tersebut, dan segera keluar dari kamar Ao ling.


Namun orang di ranah Dewa adalah warga biasa di bintang alam itu, mereka tidak bisa mengendalikan Qi dalam diri mereka. tidak menyadari ada Qi di dalam diri mereka.


Mereka juga harus makan setiap seperti orang biasa yang membutuhkan makan dan harus tidur.


Saat Ao ling ingin menjadi kultivator di bintang alam, Ao ling harus merasakan Qi disekitar nya kemudian menyerap Qi itu ke dalam tubuhnya.


Seperti cara orang biasa menjadi kultivator, meskipun berhasil menjadi kultivator ranah Dewa di alam bintang. namun daya serang mereka tidak sesuai dengan ranah mereka di bintang alam.


Karena bintang alam memiliki hukum dunia dan primordial yang lebih lengkap dan kuat.


Kultivator dapat terbang pada ranah Dewa jendral 1, karena batasan hukum serta pemahaman Dao.


Ao ling juga lahir di dalam klan bangsawan penguasa kota roh, klan Ao. dan Ao ling adalah nama barunya dikehidupan kedua.


Meskipun sedikit tidak enak didengar olehnya, sebenarnya Ao ling suka dipanggil dengan sebutan Ling'er, namun yang memanggil seperti itu hanya orang tuanya saja tidak dengan yang lain.


Di dalam klan Ao, Ao ling tidak bisa untuk tidak malas saat latihan. tapi Ao ling juga giat dalam berlatih pedang dan berkultivasi.


"Ayah, ibu aku tidak sabar untuk menjadi kultivator pedang yang paling kuat, dan menjelajahi luar angkasa!" ucap Ao ling kecil di kasurnya.


"Bagaimana bisa kau menjadi seperti itu jika kau terus bermalasan!" Ji rai sedikit kesal dengan Ao ling karena selalu malas dalam berlatih. kemudian memukul kening Ao ling dengan jarinya.


"Jangan begitu sayang, Ling'er ibu akan mendukung mu apapun yang terjadi." ucap Ao bi, mencium kening Ao ling kemudian pergi dari kamar Ao ling bersama Ji rai.


Ao ling yang berumur 8 tahun pun tertidur, dan Ao ling berada di ranah Dewa menembus batas 4 yang termasuk jenius. jika Ao ling tidak bermalas malasan mungkin sebutan jenius sejati lebih cocok untuknya.


Tiba tiba Ao ling yang sedang tertidur mendengar suara keras yang membuat nya terbangun, dan kemudian ibunya datang kepada Ao ling dengan panik.


Ao bi langsung mengangkat Ao ling yang setelah membuka membuka sebuah ruangan rahasia di lantai kamar anaknya, dan memasukkan Ao ling kedalamnya.


"Ibu apa yang terjadi?" ucap Ao ling tidak tahu apa yang terjadi, dirinya juga mendengar hanya suara berisik di luar.


"Ingat nak, jangan bersuara." Ao bi langsung menutup pintu itu saat Ao ling sudah di dalam.


Meskipun berada di dalam lantai, Ao ling kecil masih bisa melihat apa yang terjadi di luar.


"Kau tidak bisa melarikan diri lagi Ao bi." ucap seseorang, yang langsung menegaskan pedangnya dan membunuh Ao bi.


Ao ling di dalam menangis dan tidak berteriak sesuai perintah ibunya, Ao ling juva sangat sedih ketika melihat Ao bi mati begitu saja.


Kemudian kamar Ao ling hancur karena sebuah serangan, dan akhirnya Ao ling bisa melihat apa yang terjadi di luar.


Ao ling kecil melihat semua anggota klan miliknya mulai terbunuh satu satu, bahkan yang membuat Ao ling sangat sedih adalah melihat kepala ayahnya yang di tancapkan di batang kayu.


Di dalam, Ao ling kecil tidak bisa berbuat apa apa, dan hanya bisa diam menyaksikan hal itu. bahkan teman teman Ao ling yang seumuran dengannya juga dibunuh dengan cara yang sangat kejam.


***Bersambung***