PETUALANGAN DEWA BENCANA

PETUALANGAN DEWA BENCANA
Kematian Wengjian shijing.


"Origin Dewa Ashura gerakan ketiga : langit merah pembawa kematian dan darah!"


Langit cerah di sekte matahari dan disekitar nya berubah menjadi warna merah, hingga matahari tidak bisa terlihat.


Semua kultivator yang berada di sekte matahari melihat langit di atas mereka berubah menjadi merah terkejut, karena tidak ada pernah kejadian seperti ini.


Dan mulai bersiap serta menaikkan kewaspadaan mereka, karena menduga bahwa akan ada yang akan menyerang mereka.


Semua kultivator dalam sekte matahari, atau ras Jisheng tiba tiba mengeluarkan darah dari mata, hidung, telinga, mulut dan juga seluruh pori pori mereka.


Hingga akhirnya mereka meledak dan berubah menjadi genangan darah, yang membuat seluruh ras Jisheng di sekte matahari telah musnah sepenuhnya kecuali Wengjian.


Dan semua ras Jisheng yang mati kecuali Wengjian berjumlah 1.3 M ras Jisheng, yang telah mati dan berubah menjadi genangan darah merah.


Karena mereka merasuki tubuh manusia, namun tidak mengubah isi tubuh manusia agar dapat menyimpan Qi yang digunakan oleh manusia lainnya.


Agar mereka tidak dicurigai, oleh karena itu ketika mereka meledak. mereka menjadi genangan darah merah kental yang adalah darah manusia.


Ada juga yang berubah bentuk hingga menyerupai manusia, beserta organ serta darah manusia yang juga mereka bentuk.


Tapi bagi yang membentuk tubuh manusia beserta isinya, mereka tidak bisa menggunakan Qi seperti manusia lainnya, maka dari itu mereka mencuri dantian kultivator manusia.


Ao ling saat ini sudah tenggelam ke dalam emosi kemarahan miliknya, karena mengetahui bahwa dirinya dulu akan dimanfaatkan.


Wengjian yang melihat langit telah berubah menjadi merah, tiba tiba merasakan bahwa seluruh ras Jisheng di sekte matahari. aura mereka telah menghilang.


Yang membuat Wengjian terkejut, dan kemudian merasakan sesuatu yang terus menerus menyerang jiwanya.


"Arrghh."


Wengjian sampai berteriak keras karena rasa sakit dari jiwa puluhan kali lebih menyakitkan daripada luka fisik, wengjian terus merasakan jiwanya diserang sesuatu.


Tapi karena jiwa Wengjian kuat maka jiwa Wengjian tidak akan dengan mudah dihancurkan, dan darah hijau mulai keluar dari telinga, hidung dan mulut Wengjian.


Saat sedang menahan sakit dari jiwanya yang diserang, dan menyadari darah mulai keluar dari telinga, hidung, dan mulutnya.


Wengjian dapat merasakan seluruh darah dalam tubuh serta organ dalamnya, berusaha untuk keluar dari tubuh Wengjian.


Yang membuat Wengjian tambah kesakitan, karena darah dalam dirinya memaksa keluar dan mulai menghancurkan bagian dalam tubuh beserta tulangnya.


Hingga akhirnya tubuh Wengjian meledak menjadi genangan darah hijau di udara, yang kemudian jatuh ke bawah.


Tapi Ao ling yang tenggelam dalam kemarahannya, masih bisa berpikir bahwa Wengjian tidak akan dapat dikalahkan semudah itu.


Dan benar saja, dari dalam reruntuhan di bawahnya. muncul seseorang yang keluar dan melesat ke langit yang berwarna merah tersebut, hingga berhadapan dengan Ao ling.


Orang itu adalah Wengjian shijing, dan Ao ling sudah menduganya bahwa Wengjian tidak akan mati semudah itu.


"Beraninya manusia seperti membunuh boneka milikku yang paling kuat!" teriak marah Wengjian, yang adalah tubuh aslinya.


Dan yang menjadi genangan darah hijau di bawah adalah boneka yang dikendalikan oleh Wengjian yang asli, di dalam runtuhan gua itu.


Teknik Ao ling origins Dewa Ashura gerakan ketiga terlihat tidak dapat menyerang jiwa Wengjian, dan tidak bisa mengendalikan darah Wengjian untuk meledakkan Wengjian dari dalam.


"Oh apakah bingung kenapa teknik aneh mu ini tidak berfungsi? itu karena ini." ucap Wengjian sambil menunjuk kalung di lehernya.


Tapi Ao ling hanya tersenyum, karena bukan berarti Wengjian dapat bertahan dari kedua serangan itu. teknik Ao ling ini akan sia sia.


Terlihat di belakang Wengjian muncul darah para ras Jisheng yang melesat ke langit, kemudian membentuk puluhan ribu pedang darah dari darah mereka.


Dan pedang darah itu melayang menunggu perintah Ao ling, begitu juga dengan darah hijau di bawah yang membentuk sebilah pedang darah hijau.


Teknik Ao ling origins Dewa Ashura gerakan ketiga akan terus aktif selama Ao ling masih mempunyai Qi, ataupun membatalkan tekniknya tersebut.


Dan selain mengendalikan jiwa dan darah dalam tubuh lawannya, Ao ling juga dapat mengendalikan darah yang berada di dalam jangkauan teknik miliknya.


Mengendalikan darah itu sesuka hatinya, bahkan darah lawannya dapat digunakan untuk menyembuhkan luka yang dideritanya.


Wengjian mulai menyadari ada sesuatu di belakangnya, ketika melihat kebelakang Wengjian terkejut karena melihat puluhan pedang darah dari ras Jisheng nya.


Pedang darah itu berbeda beda kekuatannya sesuai dengan ranah ras Jisheng sebelum mereka mati, karena darah yang Ao ling kendalikan akan sama kuatnya dengan tingkat dari kultivator itu.


Tapi dari 1,3 miliar ras Jisheng, Ao ling menggabungkan darah mereka agar menghasilkan pedang darah yang lebih kuat. maka terbentuk lah puluhan ribu pedang darah merah.


Beserta satu pedang darah hijau dari boneka milik Wengjian.


Ao ling segera mengendalikan semua pedang darah itu untuk menyerang Wengjian, puluhan ribu pedang itu segera melesat ke arah Wengjian dengan sangat cepat.


Wengjian tentu tidak tinggal diam dan membiarkan dirinya tertusuk oleh puluhan pedang itu.


"Tapak paus!"


Sebuah siluet paus muncul di depan Wengjian dan mengarah ke arah puluhan ribu pedang darah tersebut, yang kemudian paus itu berubah menjadi tapak berwarna biru muda. yang kedua serangan itu saling bertabrakan.


Dan menghasilkan ledakan, yang membuat sekte matahari serta sekitarnya rata dengan tanah, Ao ling dan Wengjian juga membentuk sebuah pelindung agar tidak terkena ledakan itu.


Tapi masih terdapat ribuan pedang yang masih melesat ke arah Wengjian, dan Wengjian mengeluarkan teknik tapak paus nya lagi.


Setelah Wengjian mengeluarkan tapak paus miliknya, sebuah jarum darah kecil melesat dan mengenai kalung yang dipakai Wengjian.


Yang membuat kalung itu terlepas dari leher Wengjian, Ao ling juga menggunakan kekuatan ruangnya dan langsung mengambil kalung itu.


"Kau ternyata mengincar kalungku!" ucap Wengjian tidak menyangka langkah yang dilakukan Ao ling.


Kemudian tubuhnya meledak menjadi genangan darah hijau yang jatuh ke tanah, dan bertepatan dengan Wengjian yang meledak.


Benturan teknik tapak Wengjian dengan pedang darah Ao ling menghasilkan ledakan, namun lebih lemah daripada sebelumnya.


Dari awal Ao ling memang mengincar kalung Wengjian, dengan menggunakan setetes darahnya agar Wengjian tidak menyadari serangan itu.


Dan ketika kalung itu lepas, kekuatan teknik Ao ling akan langsung mengubah Wengjian menjadi genangan darah di tanah.


Langit yang merah kembali seperti sedia kalah, namun amarah dalam diri Ao ling masih belum meredah sama sekali.


Amarah dalam diri Ao ling masih terus menyala dalam dirinya, bahkan saat ini Ao ling masih ingin membunuh lebih banyak ras Jisheng.


***Bersambung***