
Pagi hari telah datang, terlihat Ao ling telah bangun dari tidur nya.
"Baiklah kurasa aku akan menuju benua kura kura hitam." ucap Ao ling.
"Cuit!" "Cuit"
Kicau Mei yin yang baru bangun, dan semangat untuk kembali berpetualang bersama Ao ling.
Sebelum berangkat, Ao ling membersihkan dirinya terlebih dahulu di sungai dekat gua.
Setelah selesai Ao ling kemudian melesat terbang, ke arah timur laut menuju benua kura kura hitam.
Setiap Benua di Alam rendah dibatasi oleh lautan yang luas, dan di bagian tengah terjadi badai tanpa henti serta petir yang menari nari.
Ao ling kini telah berada di bagian tengah perbatasan laut, antara benua Qilin dan benua kura kura hitam.
"Bagaimana bisa terjadi badai terus menerus?" batin Ao ling.
Sementara Ao ling sedang berpikir sambil terbang, terlihat Mei yin sedang menutupi kepala nya dengan sayapnya atau tangannya.
"Apa kau takut oleh suara petir Mei yin?" tanya Ao ling.
Mei yin hanya berkicau menanggapi, bahwa dia takut suara petir dan masuk ke dalam baju Ao ling.
Ao ling sedikit tertawa melihat Mei yin ketakutan dan sembunyi di balik bajunya.
***
3 Hari berlalu terlihat Ao ling masih terbang di tengah badai, dan Ao ling memasukan Mei yin kedalam dunia jiwa nya.
Karena Ao ling kasihan melihat Mei yin yang ketakutan oleh suara petir tanpa henti.
"Apa aku tersesat? atau ada semacam array?" pikir Ao ling.
Kemudian Ao ling ingin menambah kecepatan terbang nya, baru saja ingin menambah kecepatan nya.
Muncul retakan ruang yang menarik Ao ling, Ao ling yang tidak siap, tertarik masuk kedalam celah ruang itu.
Ao ling hanya bisa pasrah, dan beberapa saat kemudian Ao ling telah keluar di sebuah tempat yang berbentuk arena seluas 20 × 20 KM.
Dan di dilindungi oleh array yang mencegah air dari luar, masuk kedalam dan mencegah orang dari dalam keluar.
"Kurasa aku berada di bawah laut." pikir Ao ling memperkirakan.
Kemudian Ao ling berjalan ke arah pinggir arena yang terdapat penghalang.
Saat sampai di pinggir, Ao ling hanya dapat melihat kegelapan di laut, kecuali di arena karena terdapat baru cahaya yang tertanam di arena.
Kemudian Ao ling mengaktifkan mata celestial nya.
Setelah menggunakan mata celestial nya, Ao ling tetap tidak bisa melihat bagian dasar laut, dan juga permukaan laut.
"Sial! seberapa dalam disini bahkan aku tidak melihat permukaan laut." ucap Ao ling.
Saat sedang melihat laut di luar penghalang, arena yang tenang tiba tiba bergetar hebat.
"Sial apa yang terjadi." ucap Ao ling menaikan kewaspadaan nya.
Ao ling tidak panik, karena panik hanya akan menyebabkan keadaan lebih parah.
Beberapa saat kemudian getaran itu berhenti, seperti tidak terjadi apapun di dalam arena.
"Ap....." sebelum Ao ling melanjutkan perkataan nya.
Muncul sebuah bola kristal, seukuran 10 mobil dan menumbuhkan kristal bewarna biru kehijauan, hingga membentuk, seekor Naga kristal berkepala serigala seukuran lapangan 10 KM.
Dan Naga kristal berkepala serigala itu berada di ranah setengah Dewa 1
Ao ling yang melihat itu sangat terkejut, karena itu adalah makhluk kuno yang bernama Yongheng shuijing.
"Sial kenapa makluk ini berada disini." ucap Ao ling mulai berkeringat dingin.
Karena nama Yongheng shuijing yang berarti kristal abadi, seperti namanya makluk itu akan hidup terus, dan bagaimana mereka sudah tidak ada, karena mereka telah disegel hingga sekarang di suatu tempat.
Yongheng juga memiliki elemen, dan sesuai warna kristal mereka dan juga Qi element mereka, seperti kristal merah dan memiliki Qi api.
"Kurasa aku harus tetap melawan, tetapi kenapa ada yang aneh." batin Ao ling melihat akar merah di dalam tubuh Yongheng.
Tetapi Ao ling tidak menanggapi nya lebih lanjut kemudian, Ao ling bersiap siap menghadapi yongheng.
Terlihat Yongheng tersebut mengayunkan cakar kristalnya ke arah Ao ling, Ao ling yang melihat ayunan itu lambat, ingin menghindar saat sudah dekat.
tetapi Ao ling terkejut saat melihat cakar Yongheng menjadi cepat mengenai Ao ling, hingga,Ao ling terlempar kesamping dan melesat menabrak dinding array.
Crassh!
Duar!
"Uhuk Uhuk! sial, aku lupa melihat dia berelemen apa." ucap Ao ling sambil memegangi dadanya, yang tersobek karena cakar Yongheng.
Kemudian Ao ling berdiri dengan susah payah, sambil menyalurkan Qinya ke lukanya, agar tidak terjadi pendarahan dan tertutup.
Setelah itu dia kembali melihat Yongheng, dan melihat bahwa Yongheng tersebut memiliki dua elemen, yaitu Angin dan Air.
"Pantas saja serangannya bisa menjadi lebih cepat." ucap Ao ling kemudian melihat Yongheng melesat ke arah nya.
Dengan Qi anginnya Yongheng telah sampai di depan Ao ling, dan mengayunkan cakarnya yang berisi Qi Air dan Angin.
"Armor Dewa Ashura tingkat pertama!"
Ucap Ao ling mengeluarkan kedua jurus nya serta rasnya, yang membuat tingkat Ao ling naik 1 tingkat dari venerable abadi 7 menjadi venerable abadi 8.
Dan terlihat sebuah armor merah menyelimuti tubuh Ao ling, itu adalah teknik armor Dewa Ashura, dan sebuah tebasan merah.
Meskipun terlihat biasa saja, tetapi teknik itu bisa menebas harapan seseorang untuk bisa menghindar, ataupun selamat dari serangan tersebut.
Tebasan Ao ling dan cakar Yongheng itu bertemu.
Duar!
Ledakan yang keras mengisi suasana tersebut dan, asap yang menutupi pandangan di sekitar tempat Ao ling dan Yongheng.
Setelah asap tersebut menghilang, terlihat cakar Yongheng telah hancur, tetapi tidak lama kemudian kembali tumbuh tidak kurang dari 2 detik.
"Sial bagaimana cara mengalahkan nya." pikir Ao ling melihat ke arah Yongheng tersebut.
Ao ling tidak mengincar bola kristal yang muncul di awal, karena meskipun itu inti atau jantung Yongheng, maka akan tetap beregenerasi bahkan jiwanya juga.
Meskipun Ao ling dengan kekuatan Venerable abadi 8, dia bahkan bisa melawan setengah Dewa 2 dengan sedikit usaha, dan setengah Dewa 3 dengan usaha keras.
Karena jarak antara setengah Dewa 2 dan 3 berkali kali lipat lebih jauh, daripada jarak Holy venerable tiran ke setengah Dewa 1.
2 Jam berlalu terlihat Ao ling semakin melemah dan kelelahan, karena luka dan regenerasi Yongheng serta teknik yang menguras banyak Qi nya.
"Sial apa yang harus ku lakukan." pikir Ao ling dalam posisi terpojok.
Ao ling semakin terpojok bahkan pemahaman Dao pun tetap tidak bisa mengalahkan Yongheng.
Hingga akhirnya dalam kondisi yang kritis, Ao ling menggunakan Qi primordialnya serta Niat pedang primordialnya.
Duar!!
Setelah serangan itu terlihat bahwa bagian Yongheng, yang hancur tidak beregenerasi kembali, dan itu membuat cahaya harapan Ao ling kembali.
Kemudian Ao ling menyerang bola kristal Yongheng atau, yang disebut jantung Yongheng dengan kekuatan primordial nya.
Dengan Qi primordial serta Niat pedang primordial yang bisa menghentikan regenerasi Yongheng, Ao ling menyerang jantung Yongheng agar Yongheng tersebut langsung mati.
Hingga akhirnya serangan Ao ling menembus jantung Yongheng tersebut, dan setelah itu tubuh Yongheng pun terjatuh.
Ao ling juga terjatuh karena lelah. "Akhirnya selesai juga." ucap Ao ling bernafas lega.
Ao ling yang bernafas lega terkejut, melihat akar merah keluar dari tubuh Yongheng dan menuju ke arah dirinya.
Ao ling tidak bisa menghindar karena tubuhnya tidak mau bergerak karena sudah mencapai batas.
Saat ingin mengenai Ao ling, muncul sebuah tembok api menghalangi akar tersebut, dan es yang membekukan tubuh Yongheng yang terdapat akar merah tersebut.
Kemudian Ao ling melihat kesamping dan melihat bahwa yang membantunya adalah Yongheng, tetapi berbeda warna serta tidak ada akar merah di tubuhnya.
"Tampaknya kau tidak panik anak muda." ucap Yongheng tersebut
"Buat apa panik? jika kau membantu ku." ucap Ao ling.
"Terus akar apa itu?" lanjut Ao ling.
"Baiklah dengarkan cerita ku dulu anak muda, tapi pertama tama namaku adalah Yong gu." ucap Yong gu.
***
Di zaman kuno terdapat makluk abadi yang disebut Yongheng shuijing, karena tidak dapat dihancurkan bahkan jiwanya.
Dan karena takut dengan kekuatan Yongheng, mereka menyegel seluruh klan Yongheng di bawah lautan tidak terbatas, karena kedalaman laut yang belum bisa di ukur.
Saat disegel berjuta jutaan tahun di sebuah dunia, muncul akar merah yang mengendalikan klan Yongheng, dan dapat membunuh Yongheng.
Hingga akhirnya sebagian Yongheng mengorbankan kehidupan abadi, serta nyawa mereka untuk mengirim Yongheng, yang dikendalikan keluar dunia mereka.
Dan setelah bermiliar milar tahun kemudian datang lah Ao ling.
***
"Jadi kenapa kalian tidak membunuh dia?" ucap Ao ling.
"Kami tidak bisa membunuhnya karena yang bisa membunuhnya, serta kami hanya Qi primordial serta energi akar merah itu." ucap Yong gu panjang lebar.
"Dan aku bisa membunuh akar tersebut karena kau sudah membunuh Yongheng tersebut." lanjut Ying gu.
"Kenapa kamu bisa keluar dari segel tersebut?" tanya Ao ling.
"itu karena setiap segel pasti ada kelemahan, segel itu sudah mengurung, kami bermiliar miliar hingga akhirnya melemah dan bisa ku hancurkan." ucap Yong gu
Ao ling hanya mengangguk dan mendengar penjelasan lebih lanjut dari Yong gu.
Ao ling juga terkejut karena Yong gu berserta Yongheng lainnya rela menjadi pelayannya, dan karena paksaan Yong gu akhirnya Ao ling setuju.
Yong gu juga memberi saran dan membantu Ao ling, memasukan pintu dunia Yongheng kedalam dunia jiwa Ao ling.
Setelah Yong gu juga masuk dunia jiwanya, Ao berdiri dengan susah payah menuju sebuah retakan ruang, yang ternyata jalan keluar menuju benua kura kura hitam kata Yong gu.
Di dalam lorong ruang, Ao ling tiba tiba pingsan karena melupakan luka di dadanya, dan beruntung nya Ao ling keluar dengan selamat dan jatuh di pasir tepi pantai.
Dan juga Ao ling tidak bisa meregenerasi luka nya karena terkena energi aneh akar tersebut.
***Bersambung***