
Karena tidak ada lagi ras Jisheng yang tersisa di bintang alam, melalui peta layar sistem miliknya. Ao ling segera menghilang kan layar itu di depannya.
Yang kemudian membuka sebuah celah ruang di depannya untuk kembali ke klan Ao, ketika Ao ling keluar dari celah ruang itu yang kemudian muncul di taman klan Ao.
Ao ling melihat ayah, ibunya, dan juga Long yu si serta ketiga anaknya ada di tempat itu.
Terlihat juga wajah ayahnya sudah tidak dapat dikenali lagi, yang membuat Ao ling merinding ketakutan, ketika melihat ibunya yang masih santai setelah membuat suaminya seperti itu.
"Kenapa kalian berkumpul disini seperti menunggu ku?" tanya Ao ling.
"Ling'er apakah kau yang menghancurkan seluruh yang ada di dalam benua agung?" tanya balik Ao bi.
Ao ling mulai berkeringat diri, tidak mengira bahwa berita ini akan sangat cepat tersebar. Ao ling mengangguk kan kepalanya, yang dengan jujur Ao ling memberitahukan kepada mereka, bahwa dirinya yang menghancurkan seluruh benua agung itu.
Sambil berkeringat dingin, Ao ling menelan ludahnya dan bersiap menunggu apa yang dilakukan oleh ibunya karena pasti ibunya akan marah, karena mengira dirinya telah membantai habis semua manusia dan kultivator di tempat itu.
Tapi saat tidak fokus dan berpikir tentang apa yang akan dia dapatkan, Ao ling merasakan sebuah pelukan hangat yang kemudian melihat bahwa ibunya sedang memeluknya.
Sambil mengelus kepalanya, dan tersenyum kepada Ao ling.
"Anak ibu sudah sangat kuat, bahkan dapat membantai satu benua hingga habis." ucap Ao bi dengan bangga, yang juga baru sadar bahwa Ao ling telah mencapai ranah Dewa kaisar 5.
"Baiklah ibu akan keluar bersama menantu ku serta cucuku keluar." lanjut Ao bi.
"Bagaimana dengan ayah?" tanya Ao ling sambil menunju ayahnya, yang tidak tahu apakah pingsan atau masih sadar.
"Biarkan saja dia disitu, oh yah Ling'er kau dicari oleh Ao fu, dan sekarang Ao fu sedang di aula klan." setelah mengucapkan hal itu, Ao bi dengan Long yu si serta ketiga anak Ao ling pergi dari tempat itu.
Begitu juga dengan Ao ling yang pergi untuk menemui Ao fu, meninggalkan Ji rai yang terkapar di taman klan tersebut.
Ji rai yang terkapar masih sadar, namun karena wajahnya bengkak hingga tidak dapat dikenali yang membuat Ji rai juga tidak bisa melihat. Ji rai hanya bisa mendengar saat ini, serta tidak bisa berbicara.
Dan ketika mendengar suara anaknya Ao ling, yang tampak santai dan tidak bersalah atas apa yang terjadi pada ayahnya.
Membuat Ji rai mengumpat dalam hati, betapa durhaka nya anak tersebut.
"Anak sialan! durhaka. awas saja jika ayahmu ini sudah sembuh." batin Ji rai. yang bahkan Ao ling langsung meninggalkan nya.
Ji rai juga menangis di dalam hatinya, karena istrinya yang langsung meninggalkan dirinya yang sudah tidak berdaya.
***
Di dalam aula, terlihat Ao fu yang sedang memegang dahinya karena sebuah informasi yang disampaikan oleh anak buahnya tadi.
Dan saat ini sedang menunggu Ao ling, saat sedang memikirkan leluhur nya itu. tiba tiba pintu terbuka yang memperlihatkan Ao ling masuk ke aula.
"Leluhur akhirnya kau datang." ucap Ao fu senang sambil menangis berlari ke arah Ao ling dan memeluk kakinya.
"Apakah posisi patriak harus kuberikan pada orang lain?" batin Ao ling melihat tingkah laku Ao fu yang memalukan, karena harus memeluk kaki orang lain.
"Ada apa Ao fu?" tanya Ao ling sambil melepaskan kakinya dari pelukan Ao fu.
Entah kenapa ketika mendengar ucapan terakhir Ao fu, membuat Ao ling merasa di hina oleh klan nya sendiri.
"Sekarang pasukan itu berada di mana?"
"Pasukan mereka sedang dalam perjalanan untuk melewati kota buxian leluhur."
Ao ling segera membuka celah ruang di sampingnya dan masuk ke dalam yang kemudian celah ruang itu tertutup di hadapan Ao fu.
Sementara itu Ao fu merasa sangat bahagia karena lahir di klan Ao serta memiliki Ao ling sebagai leluhur mereka, yang kemudian keluar dengan perasaan bahagia.
Tapi saat berjalan hingga taman klan Ao, Ao fu melihat seseorang dengan wajah yang tidak dikenali karena sudah bengkak.
Karena Ao fu tidak tahu dia siapa yang adalah Ji rai ayah dari Ao ling, dan juga karena merasa dia adalah orang asing yang dihajar oleh anggota klan nya yang kemudian di tinggal.
Ao fu membawa Ji rai yang terkapar tidak berdaya itu terbang ke langit, yang kemudian melesat ke sebuah hutan.
Dan melemparnya ke dalam hutan itu dari langit, yang setelah itu segera kembali ke klan Ao.
"Sialan! siapa yang menjatuhkan ku dari langit?" batin Ji rai yang sudah menghantam tanah.
Tapi karena Ji rai adalah Dewa kaisar 5, tubuh Ji rai sangat keras. yang membuat luka kecil di tubuhnya ketika menghantam tanah, dan membuat kawah kecil.
Ji rai juga tidak tahu bahwa yang menjatuhkan nya dari langit adalah Ao fu, karena Ji rai mengira bahwa yang menjatuhkan nya adalah Ao ling.
***
Di atas sebuah kota yang adalah kota buxian, Ao ling muncul di hutan dekat kota itu.
Yang kemudian melesat ke arah ibukota kekaisaran benua ini, karena pasukan mereka berjalan dari kota kekaisaran itu menuju klan nya.
10 Menit kemudian, Ao ling bisa melihat 2 M pasukan. dan juga melihat beberapa kultivator di barisan paling depan yang adalah jendral mereka.
Ketika melihat pasukan itu, Ao ling hanya bisa menahan tawa. karena kaisar benua ini terlalu meremehkan klan Ao.
Bahkan jika tidak dirinya, serta kedua orang tuanya. klan Ao akan tetap bisa menang telak.
Tapi Ao ling bingung mengapa Ao fu sangat panik, Ao ling berpikir bahwa Ao fu mengira jumlah pasukan yang akan menyerang klan Ao lebih dari 5 M. namun Ao ling akhirnya tahu mengapa Ao fu panik.
Karena Ao ling melihat di bagian paling belakang mereka, terdapat seekor ular besar dengan sebuah simbol di dahi ular itu.
Dan Ao ling merasakan aura Dewa kaisar 4 dari ular itu, tapi tetap saja karena ada Ao ling. sudah dipastikan mereka semua tidak akan selamat.
Sementara itu untuk ular tersebut, Ao ling tidak akan membunuhnya karena melihat ular itu dijadikan budak oleh mereka. yang artinya ular itu di paksa.
Selain itu Ao ling ingin melihat lebih dekat, agar bisa memastikan ras apa ular itu sebenarnya.
***Bersambung***