
Di dalam aula klan Ao, terlihat para tetua telah berkumpul karena panggilan dari Ao fu. yang kemudian memperkenalkan Ao ling yang adalah leluhur mereka yaitu Tiran pedang Ao ling.
Ketika mereka melihat Ao ling yang adalah leluhur mereka, mereka tidak percaya karena Ao ling hanya berada di tingkat Dewa hitam 5.
Karena harusnya Ao ling akan mencapai tingkat yang lebih tinggi dari Dewa kaisar, karena Ao ling juga telah pergi dari bintang ini miliaran tahun lamanya.
Yang membuat mereka percaya bahwa harusnya leluhur mereka Tiran pedang, berada di ranah yang melebihi Dewa kaisar di bintang ini.
Melihat tetua yang tidak percaya, Ao fu segera menjelaskan mengapa sekarang leluhur mereka berada di ranah Dewa hitam 5 secara singkat.
Penjelasan itu membuat mereka semua mengerti, dan bahkan berpikir bahwa leluhur mereka sangat mencintai klan mereka, hingga bereinkarnasi untuk melihat klan mereka.
Mereka juga berpikir bahwa ranah yang lebih tinggi dari Dewa kaisar tidak akan bisa memasuki bintang ini lagi.
Karena itu mereka segera mendekat ke Ao ling, kemudian bersujud di depannya.
"Leluhur tolong klan Ao yang sedang kesulitan!" ucap mereka semua serentak.
"Aku memang akan membantu kalian, tapi bukan secara langsung karena aku masih lemah." Ao ling segera memberikan satu cincin ruang, kepada salah satu dari mereka.
"Baiklah kalau begitu leluhur silahkan beristirahat dulu!" Ao fu segera mengantar Ao ling menuju ruangan, tempat Ao ling akan beristirahat.
Setelah Ao ling dan Ao fu pergi, para tetua segera menyuruh tetua yang memegang cincin hasil pemberian Ao ling untuk memberitahu apa isinya.
"Ao te apa isi itu?" ucap salah satu tetua pada Ao te.
Ao te segera melihat isi cincin itu, dan tiba tiba dirinya menjatuhkan cincin itu karena terkejut.
Melihat itu tetua yang lain penasaran dengan isi cincin itu, dan melihat isi cincin itu secara bergantian. dan setelah mereka melihat isi cincin itu mereka semua sama seperti Ao te yang terkejut.
Karena isi cincin itu adalah jutaan pil tingkat Dewa pemurnian 2, dan terdapat berbagai macam. mulai dari pil untuk menyembuhkan.
Mempercepat kultivasi, memperlancar terobosan, memperkuat jiwa, memperkuat tubuh, menghilangkan racun, menambah konsentrasi dan lainnya.
Itu semua adalah pil yang Ao ling beli dari sistem tadi saat menuju ke klan Ao, dan semua pil itu mengurangi 300 T PS Ao ling. tetapi Ao ling masih tenang karena mendapatkan banyak sekali PS dari hasil pembunuhan ikan neraka.
Para tetua itu hanya menatap kosong ke arah cincin itu, hingga Ao fu kembali ke aula klan nya dan melihat tetuanya sedang menatap ke arah cincin pemberian Ao ling.
Ao fu juga penasaran dengan isi cincin itu, kemudian melihat isi cincin itu dan berakhir seperti tetua lainnya. yang menjatuhkan cincin itu dan menatap kosong ke arahnya.
***
Di kamar klan Ao, dan di tempat tidur. Ao ling sedang berbaring sambil memikirkan klan Ao di alam rendah, dengan klan Ao di bintang alam.
Setelah Ao ling berpikir, akhirnya Ao ling tahu bahwa kedua klan Ao ini tidak ada hubungan darah apapun. hanya nama klan saja yang sama.
Dan itu berarti Ao ling bukan lagi anggota maupun leluhur klan Ao di bintang alam, meskipun begitu jiwa Ao ling tetap di klan Ao di bintang alam.
Karena Ao ling merasa tidak ada yang dapat dia lakukan sekarang, Ao ling segera keluar dari kamarnya yang kemudian berjalan menuju suatu tempat.
Hingga sampai di suatu tempat yang dijaga oleh 7 anggota klan Ao yang adalah anggota inti, itu dapat terlihat dari token klan Ao yang ada tulisan anggota inti.
Saat Ao ling ingin masuk, dia dicegat oleh anggota inti klan Ao itu.
"Siapa kau, ini adalah tanah suci yang tidak bisa dimasuki oleh siapapun kecuali patriak serta leluhur?" tanya anggota itu, karena tidak pernah melihat Ao ling.
Sebelum Ao ling menjawab bahwa dia adalah leluhurnya, Ao fu muncul di belakang Ao ling sambil membawa sebuah token.
Sebelumnya saat Ao fu sedang menatap kosong, Ao fu tiba tiba sadar karena dirinya lupa memberikan token klan Ao untuk Ao ling, agar mereka tahu bahwa Ao ling adalah leluhur mereka.
Para anggota inti yang berjaga itu tidak percaya bahwa Ao ling adalah leluhur mereka, yang dilihat dari ranah nya.
Tetapi melihat patriak mereka memberikan token leluhur, serta mengingat wajah leluhur mereka yaitu sang Tiran pedang.
Membuat mereka percaya bahwa Ao ling adalah leluhur mereka, meskipun bingung mengapa ranah leluhur mereka berada di Dewa hitam.
"Maafkan kami leluhur!" ketujuh anggota itu segera mempersilahkan Ao ling masuk, sambil membungkuk serta berkeringat dingin.
"Tidak apa apa, kalian melaksanakan pekerjaan kalian dengan baik." Ao ling segera masuk ke dalam ruangan itu yang adalah sebuah lorong gelap.
Ao ling terus berjalan menyusuri lorong gelap itu hingga akhirnya keluar, dan melihat sebuah hutan yang lebat serta ketebalan Qi 2x lipat daripada di luar.
Tidak berhenti disitu saja, Ao ling terus berjalan hingga dari balik pepohonan Ao ling melihat sekelompok orang yang adalah anggota luar klan Ao di tempat ini.
Dan kekuatan mereka semua hanya rata rata Dewa prajurit 2-4
"Karena kita sudah susah payah menyelinap kesini, kita harus mendapatkan harta yang ada di makam ini." ucap salah satu dari mereka.
"Setelah kita mendapatkan harta dari makam itu, maka kita pasti dapat menjadi seorang anggota inti ataupun tetua."
Mendengar itu membuat Ao ling sangat marah, karena tempat ini adalah wilayah makam orang tuanya. dan satu satunya makam di wilayah ini.
Tangan Ao ling diselimuti sesuatu berwarna merah, yang memperlihatkan cakar tajamnya. baju Ao ling kali ini tidak berubah.
Ranah Ao ling naik menjadi Dewa prajurit 1, dan Ao ling mengeluarkan pedang iblis pelahap miliknya.
"Langkah cahaya!"
Ao ling dengan cepat muncul di depan mereka semua, yang membuat sekumpulan orang itu terkejut.
"Pedang bencana gerakan keenam : garis pembunuh!"
Ribuan garis putih muncul di tubuh mereka, yang kemudian tubuh mereka hancur menjadi kabur darah dan mati begitu saja.
[Ding~ berhasil membunuh 12 kultivator Dewa prajurit 2-4, mendapatkan 31 T PS]
Kabut darah itu kemudian diserap oleh pedang iblis pelahap.
Tubuh Ao ling kembali seperti semula, dan memasukan kembali pedang iblis nya.
Setelah itu melanjutkan jalannya menuju makam orang tua miliknya.
Dan pada saat sampai di makam orang tuanya, yang hanya dikubur di atas sebuah bukit dan dibawah pohon.
Ao ling melihat tanah tempat orang tuanya dikubur berwarna biru muda, kemudian dengan cepat Ao ling menggali makam kedua orang tuanya.
Dan Ao ling melihat tengkorak ayah dan ibunya yang berwarna biru muda serta menyerap bola cahaya biru kecil dari dalam tanah.
"I... Ini tanah tulang kondensasi jiwa kematian!" batin Ao ling terkejut dan juga senang.
***Bersambung***