
Ada tiga lantai di rumah makan yang di datangi oleh Ao ling, rumah makan yang bernama rumah makan abadi.
Ao ling masuk kedalam kemudian duduk di lantai pertama yang ramai pengunjung dari pada lantai yang di atas.
Setelah itu pelayang menghampiri Ao ling, dan Ao ling memesan beberapa makanan yang dulu Ao ling makan saat di kehidupan keduanya di kota roh, yang ternyata menu itu masih terus ada.
Sambil menunggu makanannya datang, Ao ling juga mencoba mendengar percakapan orang orang yang berada di dalam rumah makan itu.
Percakapan yang didengar Ao ling saat ini tidak ada yang menyangkut soal klan Ao sama sekali, pada saat makanannya datang. akhirnya Ao ling mendengar sesuatu yang dia cari.
"Kalian sudah dengan berita tentang klan Ao tidak?" tanya salah satu kultivator, yang sedang duduk bersama dengan 3 kultivator lainnya.
"Maksudmu berita itu, aku sudah tahu. klan Ao yang berjaya selama jutaan tahun akan hancur hanya dalam ribuan tahun saja." ucap kultivator yang lain.
"Jangan keras keras, jika salah satu klan Ao mendengar ini. maka kita akan mati terlebih dahulu sebelum kehancuran mereka." kultivator lain segera memperingati agar tidak bersuara keras.
"Tenang karena yang mendengar ini hanya kita."
Mereka tidak tahu, meskipun mereka menggunakan Qi mereka ke suaranya yang membuat kultivator lain tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan, kecuali sangat dekat dengannya.
Ao ling yang sedang makan di mejanya merasa sangat marah, karena klan miliknya ingin dihancurkan oleh seseorang.
Sebelum keempat kultivator itu pergi, Ao ling menggunakan mata celestial miliknya. yang kemudian melihat ingatan mereka berempat.
Mereka berempat yang ingatannya dilihat oleh Ao ling, dan pingsan di atas meja karena semua ingatan mereka dilihat oleh Ao ling.
Saat melihat ingatan mereka Ao ling benar benar tidak menyangka dan sangat marah kepada dirinya sendiri, yang ternyata masih ada sisa klan Gong, Bai, dan Hei.
Pada saat kehancuran ketiga klan itu, masih terdapat beberapa anggota inti serta anak para patriak ketiga klan itu, yang berada diluar karena harus mengikuti sebuah lelang.
Dan ketika mereka kembali, mereka sangat marah dan berencana untuk membalas dendam kepada klan Ao. saat mereka kembali dan mendengar informasi itu.
Mereka segera bersembunyi, yang tidak dapat disadari oleh Ao ling saat itu, dan saat mendengar bahwa Ao ling telah pergi
Ketiga klan bangsawan itu mulai mendirikan klan mereka di kota lain di dekat kota roh, untuk rencana balas dendam mereka.
Mereka bertiga tidak langsung menghancurkan klan Ao, melainkan menghancurkan mereka dengan cara yang perlahan lahan. yaitu mulai dari penghasilan mereka.
Tapi mereka harus membutuhkan waktu jutaan tahun untuk bisa melaksanakan rencana itu secara penuh, karena yang tersisa hanya mereka.
Setelah Ao ling menghancurkan ketiga klan utama itu, Ao ling langsung menghancurkan ketiga klan cabang mereka hingga rata dengan tanah.
***
Di dalam rumah makan abadi, Ao ling segera menghabiskan makanannya kemudian segera keluar dari tempat itu. tanpa membayar dan pelayan tempat itu tidak menyadari hal itu sama sekali.
Sementara itu, kultivator lain kebingungan ketika melihat, terdapat 4 orang yang memasukan kepala mereka kedalam makanan yang mereka pesan.
Di luar Ao ling terlihat berjalan dengan santai, namun hatinya penuh dengan kemarahan dan kebencian karena ketiga klan itu masih ada.
Tapi Ao ling tidak langsung membalas mereka dengan cara mendatangi klan mereka satu satu, karena Ao ling berpikir dengan kekuatannya sekarang.
Tidak mungkin bagi dirinya untuk mengalahkan leluhur mereka yang Ao ling duga, bahwa mereka berada di ranah Dewa kaisar 1-3.
Dan semakin tinggi tingkatnya, semakin besar juga jarak di setiap tingkatan dengan tingkatan selanjutnya. dan itu juga membuat perbedaan kekuatan sangat besar di setiap tingkatan.
Hal yang pertama Ao ling lakukan adalah mengunjungi klan Ao, dan membantu mereka dari penekanan tiga keluarga lainnya.
Ao ling terus berjalan hingga akhirnya sampai di depan pintu gerbang kediaman klan Ao, tapi Ao ling dicegat saat ingin memasukinya.
"Siapa kau, dan apa urusan mu dengan klan Ao." tanya penjaga itu dengan tegas.
"Kalian tidak usah pedulikan orang itu, dia hanya seorang sampah. untuk apa dia datang ke klan Ao, kecuali ingin menjilat orang orang klan Ao." ucap seorang pemuda sombong dengan kelompoknya di samping Ao ling.
"Baik Tuan muda." jawab penjaga itu, yang ternyata pemuda itu adalah salah satu anak tetua ataupun patriak klan Ao.
Ao ling tidak menyangka bahwa sekarang keturunan klan Ao menjadi tidak tahu diri seperti saat ini, yang membuat Ao ling merasa bahwa yang menjadi patriak saat ini benar benar buruk.
Karena saat dirinya menjadi patriak, tidak ada satupun jenius dari klannya yang berperilaku sombong dihadapan orang lain.
Ao ling pada saat itu selalu mengajarkan anggota klannya untuk tidak sombong, dan selalu tenang dalam menghadapi situasi.
"Kenapa kau tetap diam, cepat pergi!" ucap pemuda itu mengusir Ao ling.
"Tiran pedang telah kembali!" ucap Ao ling dengan Qi nya, yang terdengar di seluruh wilayah klan Ao.
"Apa yang kau bicarakan? apa kau gila." pemuda itu ingin menghajar Ao ling, tetapi sebuah suara menghentikkannya.
"Ao jue hentikkan!" ucap seorang pria paru bayah dari atas, yang berdiri di depan Ao ling.
"Ada apa ayah? orang gila itu harus diusir!" ucap Ao jue pada ayahnya.
"Diamlah!"
Pria itu segere menatap Ao ling, hingga tidak lama kemudian. pria itu segeda berlutut di depan Ao ling.
"Selamat datang kembali leluhur Tiran pedang Ao ling." ucapnya.
"Tunggu ayah apa maksud semua ini." Ao jue masih bingung dengan apa yang terjadi di depannya.
"Apa kau tidak pernah belajar buku sejarah klan kita." ucap pria itu sambil menatap anaknya dengan tajam.
"Silahkan masuk leluhur." pria itu segera mempersilahkan Ao ling masuk ke dalam, dan meninggalkan anaknya di luar.
Saat berjalan di dalam wilayah klan Ao, pria itu masih penasaran mengapa tingkat leluhurnya berada di Dewa hitam 5.tidak sesuai dengan buku yang ada di klan miliknya.
Meskipun curiga, tapi dari bentuk wajah serta tubuh Ao ling. semuanya sama seperti lukisan yang mereka punya, dan saat ini yang mengenal Tiran pedang hanya dapat dihitung dengan jari.
Melihat wajah pria itu, Ao ling segera menjelaskan bahwa dirinya bereinkarnasi untuk melihat kembali bagaimana klan Ao di bintang ini. meskipun sebagian yang dikatakan Ao ling adalah kebohongan.
Itu membuat pria itu malu karena ketahuan bahwa dirinya mempertanyakan identitas leluhurnya sendiri.
"Jadi apakah kau patriak disini?" tanya Ao ling.
"Benar leluhur, saya patriak klan Ao yang sekarang. nama saya Ao fu."
"Apakah kau tahu bahwa dulu aku mendidik pemuda klan Ao untuk tidak sombong?"
"Maafkan saya leluhur, mohon maafkan anak saya. saya akan mendidiknya."
Ao fu berkeringat dingin serta panik, karena melihat Ao ling yang masih diam. dan jika Ao ling ingin membunuh anaknya, dia tidak bisa berbuat apa apa meskipun Ao ling lemah dan tingkat nya adalah Dewa raja 2.
Ao ling tetaplah leluhur klan Ao nya, yang sudah bersusah payah membangkitkan klan Ao. dan Ao fu sangat menghormatinya.
"Tenang saja, aku hanya akan mendidik anakmu untuk tidak sombong." ucap Ao ling.
Ao fu kembali tenang, dan mereka berdua terus berjalan hingga memasuki suatu ruangan.
***Bersambung***