PETUALANGAN DEWA BENCANA

PETUALANGAN DEWA BENCANA
Permainan pertama 7 lapis perang


Keluar dari celah ruang, Ao ling mendarat di sebuah gurun yang sama persis, dengan padang pasir bumi tetapi berbeda.


Kemudian Ao ling melihat ke arah depan, Ao ling melihat seseorang melayang.


"Selamat datang permainan pertama, namaku adalah Ru je." ucap Ru je.


"Apa maksud mu?" tanya Ao ling.


"Apakah kau belum mengerti, kau adalah peserta yang berhasil melewati tes uji coba, dan melangkah ke babak pertama dari permainan 7 lapisan per...." belum selesai menjelaskan hingga akhir.


Sebuah tebasan melesat kepadanya, tetapi hal berikut nya diluar dugaan Ao ling karena serangan nya menembus badan Ju re.


"Hahaha, percuma saja meskipun itu adalah serangan jiwa, karena aku hanyalah sebuah ilusi, tetapi kau dapat menemui ku dilapisan paling akhir, kurasa kau bisa melihat sebuah istana dari sini serta lebih baik kau cepat! apakah kau tidak sadar?" jelas Ru je sebelum menghilang.


Mendengar perkataan terakhir Ru je membuat Ao ling, bahwa energi kehidupan nya terkuras sedikit demi sedikit.


"Oh iya aku lupa bilang, bahwa jika kau melewati setiap lapisan maka terdapat tempat untuk istirahat dan energi kehidupan mu akan pulih, tetapi setelah tiga hari permainan akan dimulai." tidak ada sosok Ru je hanya ada suaranya saja.


Setelah itu Ao ling segera melesat terbang, tetapi kemudian dia tiba tiba saja tertekan gravitasi hingga membuat nya jatuh, tetapi tidak terluka.


Menyadari bahwa dia tidak bisa terbang, Ao ling segera menggunakan kakinya untuk berlari.


Lima menit berlari, muncul berjuta jutaan prajurit dan Beast yang tidak diketahui dari mana, dan tiba tiba saja muncul dari kekosongan.


Melihat itu Ao ling terkejut karena semua prajurit dan Beast tersebut, berada di ranah Dewa menembus batas 5.


Tentu saja dengan kekuatan Ao ling sekarang belum tentu dapat selamat, tetapi Ao ling belum mengeluarkan semua yang dia miliki.


Tidak ingin berlama lama karena dikejar oleh waktu, Ao ling mengaktifkan semua yang dimiliki nya.


Kekuatan tubuh khusus petir, bencana dan Ashura, kekuatan Bloodline, kekuatan title Dewa Ashura.


Dan juga membuat sebuah pedang yang terbuat dari semua jenis Qi yang dimiliki oleh Ao ling.


Serta melapisi nya dengan niat pedang primordial dan menggunakan kekuatan penuh niat pedang tersebut.


Ao ling juga mengeluarkan pedang pemusnah, dan menyalurkan kekuatan element khusus angin dan api nya serta Qi primordial nya, Ao ling juga menggunakan teknik armor Dewa Ashura dan mata celestial nya.


Tanpa berpikir panjang Ao ling melesat dan langsung menebas secara vertikal, di bagian depan pasukan lawan.


Shuung!! Duar!!


Tebasan Ao ling membentuk sebuah jurang yang lebar, tidak berhenti disitu saja Ao ling segera mengeluarkan jurus yang dia miliki.


"Pedang bencana gerakan pertama : badai bencana!"


"Pedang bencana gerakan kedua : pilar api bencana!"


"Pedang bencana gerakan ketiga : hukuman petir bencana!"


"Pedang Ashura gerakan pertama : bayangan tebasan Ashura."


Angin badai yang memotong lawan, pilar api yang Ao ling ubah menjadi hujan pilar api yang membakar lawan Ao ling, sambaran petir yang yang menghantam lawan.


Dan terpotong potong bagian tubuh lawan Ao ling, secara tiba tiba, setelah selesai terlihat masih terdapat banyak sekali para prajurit serta Beast.


Untuk mayat mayat yang telah tergeletak di tanah, tidak darah yang keluar, dan mayat tersebut hilang menjadi debu.


Merasa ini membuang waktu, Ao ling ingin menerobos gerombolan pasukan, agar dapat mencapai lapisan kedua.


Ao ling kemudian menebas secara vertikal.


"Pedang bencana gerakan keempat : langit dan bumi runtuh."


Dalam sekejap tanah disekitar Ao ling mulai retak dan kemudian hancur, langit juga retak melihatkan sebuah ruang yang sangat gelap.


Tanah yang digunakan berpijak serta langit yang indah didalam dunia tempat Ao ling telah hancur, tempat tersebut menjadi gelap.


Tetapi tidak lama kemudian, segala sesuatu disekitar Ao ling menjadi normal, tanah dan langit kembali semula.


Kecuali pasukan yang menyerang disekitar Ao ling telah hilang, yah dalam jarak 900 KM semua pasukan dalam area itu telah hilang.


Tidak membuang kesempatan Ao ling segera berlari menuju ke lapisan kedua, meskipun begitu 900 KM didepan Ao ling masih terdapat banyak pasukan.


Duar!! Duar!! Duar!! Duar!!


Duar!! Duar!! Duar!! Duar!!


Suara ledakan serta asap memenuhi padang pasir tersebut, dan wajah Ao ling mulai memunculkan keriput.


Setelah asap menghilang Ao ling dapat melihat berbagai macam serangan mengarah padanya, kemudian dia menghindar.


tetapi dari samping serta belakang juga terdapat serangan yang mengarah kepada Ao ling, dan mengenainya.


Duar!! Duar!!


Ao ling terhempas 5 KM dari tempat nya dan menabrak gerombolan pasukan, Ao ling langsung berdiri, karena armor nya Ao ling tidak terlalu mendapatkan luka serius.


Setelah berdiri Ao ling mencoba untuk membuat ruang disekitar nya agar lebih luas.


Ao ling menancap kan pedang pemusnah ditangan nya setelah itu, Ao ling mengangkat tangan kirinya.


Kekuatan petir dan angin serta cahaya bewarna ungu mengitari tangan Ao ling, dan tanpa berlama lama Ao ling mengepalkan tangan dan meninju ke pasir.


Duar!!


Ledakan yang membawa angin, petir serta cahaya ungu yang adalah element cahaya dari Bloodline iblis cahaya, menghempaskan bahkan juga membunuh lawan Ao ling dalam jarak 70 KM.


Melihat bahwa akhirnya dia memiliki sedikit ruang, Ao ling menghilangkan pedang yang terbuat dari Qi, dan segera membentuk sebuah segel dengan tangan nya.


Hingga akhirnya kurang dari 1 menit segel Ao ling akhirnya selesai.


"Amarah Ashura segel pertama : pembalasan roh pedang perang!"


Disekitar Ao ling kemudian muncul sebuah pedang, dan menjadi semakin banyak hingga ratusan ribu pedang disekitar Ao ling.


Kemudian pedang pedang tersebut segera melesat menyerang para prajurit serta Beast, meskipun begitu mereka juga membentuk sebuah formasi yang mengelilingi Ao ling.


Agar tidak ada satupun yang dapat menyerang Ao ling.


Teknik itu di ajarkan oleh sang mantan Dewa Ashura Yan ding saat Ao ling terhempas oleh serangan para pasukan.


Tetapi karena berasa di saat yang mendesak Ao ling hanya bisa membuat segel tersebut secara cepat, tidak peduli ada kesalahan yang akan terjadi.


Ao ling segera berlari ke arah lapisan kedua dengan membawa segel tersebut di tanganya serta memasukan pedang pemusnah kembali ke iventrory, saat Ao ling berlari pedang pedang tersebut juga mengikuti Ao ling pada jarak yang sama.


10 Menit berlari segel ditangan Ao ling retak dan kemudian pecah, hal itu membuat darah tiba tiba keluar dari mulut Ao ling.


Tentu saja karena Ao ling membuatnya secara tergesa gesa dan teknik ini juga sangat kuat jadi Ao ling tidak dapat menahan nya terlalu lama.


Karena terlalu lama menahan, segel tersebut pun pecah dan melukai Ao ling.


Tetapi Ao ling terus berjalan hingga 1 KM lagi sampai di lapisan kedua, wajah Ao ling juga sudah dipenuhi oleh keriput seperti pria berumur 60 tahun.


Meski begitu umur Ao ling sebenarnya telah hilang, 30.000 tahun.


1 KM jarak antara Ao ling dengan lapisan kedua, Ao ling kembali di hadang oleh sebuah pasukan yang tiba tiba muncul.


Ao ling mengeluarkan pedang pemusnah nya lagi dan menggunaka semua Qi nya ke pedang pemusnah, serta menggunakan element angin dan petir pada kaki nya.


Dengan kaki yang di aliri element angin dan petir, Ao ling melompat ke atas dengan cepat, kemudian mengeluarkan semua kekuatan dari pedang pemusnah.


Sebuah tebasan yang sangat besar dan kuat mengarah kepada pasukan tersebut.


Duar!!


Asal memenuhi tempat tersebut, tidak lama kemudian muncul denga pedang pemusnah yang telah hancur.


Dan akhirnya Ao ling mencapai lapisan kedua, saat sampai wajah Ao ling kembali muda tetapi, Ao ling kemudiam mengeluarkan seteguk darah dan pingsan.


Itu kerena mengeluarkan semua kekuatan nya, karena tubuh manusia juga mempunyai batas dan tidak bisa menampung terlalu banyak kekuatan.


Tubuh dan jiwa Ao ling terbebani oleh kekuatan Ao ling, mungkin jika Ao ling meningkatkan kekuatan tubuh serta jiwa dan naik ranah, mungkin Ao ling dapat menampung lebih banyak lagi.


***Bersambung***