PETUALANGAN DEWA BENCANA

PETUALANGAN DEWA BENCANA
Ras Jisheng, di bintang penjara nebula


Di luar gua yang berada di tepi atas tebing, Ao ling keluar dari gua tersebut yang kemudian terbang di atas hutan di bawahnya yang daun dari pohon di bawahnya berwarna kuning.


Gua tempat Mo shi berkultivasi, juga dekat dengan lautan yang warna air dari lautan tersebut berwarna emas. Ao ling segera terbang hingga ke tepi pantai tersebut.


Setelah mendarat di pantai, Ao ling segera melihat dengan teliti air berwarna emas tersebut. yang kemudian Ao ling segera mencoba air itu, karena tidak menemukan ada yang aneh dengan air emas tersebut.


Ketika Ao ling menelan air emas itu melalui tenggorokan nya, Ao ling merasakan jarak menuju ramah berikutnya semakin dekat. tapi meskipun begitu, pengurangan tersebut tidak terlalu berefek, karena Ao ling hanya meminum satu tetes air emas tersebut.


Bukan hanya itu saja, kekuatan raga Ao ling juga meningkat sedikit. namun Ao ling tidak merasakan jiwanya semakin kuat.


Segera Ao ling bersilah di dalam air emas itu, kemudian menyerap air emas tersebut melalui pori porinya. agar dirinya lebih cepat menyerap air itu.


Yang tidak Ao ling ketahui saat menyerap air emas itu, muncul sebuah bola berwarna emas yang bersinar di dalam tubuh Ao ling. di dalam jantung Ao ling, dan Ao ling tidak sadar sama sekali, bahwa ada bola emas di dalam jantung nya.


Ao ling terus menyerap air emas tersebut ke dalam tubuhnya, hingga tidak terasa bahwa 1 minggu telah berlalu sejak pertama kali Ao ling menyerap air tersebut. Ao ling akhirnya membuka matanya, kemudian segera terbang ke atas dengan di sertai oleh sebuah ledakan dari dalam tubuh Ao ling.


Karena telah memyerap air emas itu selama 1 minggu, dan di serap sangat banyak ke dalam tubuhnya. Ao ling berhasil naik tingkat ke tingkat Dewa logam 3, raga Ao ling juga bertambah sangat kuat daripada sebelumnya.


Jika Ao ling menggunakan seluruh kekuatan fisiknya dan meninju sesuatu, seperti planet bumi. maka 80% bagian bumi tersebut akan hancur karena kekuatan fisik murni dari tinju milik Ao ling, yang sangatlah kuat.


Ao ling segera terbang ke atas, yang kemudian melesat ke sebuah arah yang adalah tempat Mo shi sedang berkultivasi di dalam gua. ketika Ao ling sampai dan masuk ke dalam gua, Ao ling melihat bahwa Mo shi masih berkultivasi di dalam gua tersebut.


Yang kemudian Mo shi membuka matanya, karena merasakan Ao ling yang berada di depannya.


"Apa papa sudah selesai berkeliling?" tanya Mo shi.


"Belum, Shi'er kau berkultivasi lah di dalam lautan air emas di bintang ini. itu akan membuat mu meningkat menuju ranay berikutnya lebih cepat!" jawab Ao ling, yang kemudian segera pergi dari gua itu.


Sementara Mo shi juga ikut keluar, kemudian menuju ke lautan air emas yang di suruh oleh Ao ling. kemudian bersilah di dalam air emas tersebut, serta mulai menyerap nya.


Di sisi lain, Ao ling yang sedang terbang di atas hutan dengan daun berwarna kuning. berusaha mencari cara untuk mengetahui sumber Qi hukum di bintang ini, dan juga mencari cara menyerap sumber Qi hukum jika sumber itu adalah inti bintang penjara nebula ini.


Ao ling terus melesat ke depan, sambil merasakan pergerakan Qi hukum di bintang agar dapat mencari tahu sumber Qi hukum tersebut.


Kemudian segera memasuki celah ruang tersebut, yang setelah itu Ao ling kembali muncul di dalam sebuah gua. yang di depan Ao ling terdapat sebuah tempat yang cukup luas.


Dengan gumpalan energi raksasa di tengah nya, dan gumpalan tersebut adalah inti bintang penjara nebula. dan Ao ling menuju tempat ini tidak memerlukan koordinat sama sekali.


Karena ketika menggunakan kekuatan ruang nya, ataupun yang sudah bisa merobek ruang pada bintang itu. dapat merasakan secara langsung di dalam ruang tersebut, lokasi dari inti bintang di bintang itu.


Jika bintang itu dengan suka rela menunjukkan lokasinya, jika tidak maka kultivator itu harus berusaha dengan keras di dalam lorong ruang untuk menemukan lokasi inti bintang tersebut.


Tapi dari triliunan, atau kuadraliun, bahkan lebih dari jumlah bintang di semesta ini. yang mau menunjukkan inti bintang mereka, bahkan tidak lebih dari ribuan bintang di alam semesta. yang salah satunya, adalah bintang penjara nebula tempat Ao ling dan Mo shi sekarang.


Ketika Ao ling berada di jarak yang sangat jauh dari inti bintang itu, agar tidak masuk ke dalam wilayah serang inti tersebut. Ao ling dapat merasakan Qi hukum menyebar ke luar dari inti tersebut.


Memasuki nadi di bintang ini, yang menyebar ke seluruh penjuru bintang ini. melihat bahwa inti bintang itu juga adalah sebagai sumber Qi hukum yang di carinya.


Ao ling menghela nafas dengan berat, serta berusaha memikirkan caranya agar dirinya bisa menyerap sebagian dari sumber Qi hukum itu. agar dirinya dapat mengendalikan Qi hukum di dalam tubuhnya.


Tetapi, Ao ling harus mencari cara agar tidak membuat bintang tersebut menyerang dirinya. melainkan Ao ling harus mencari cara yang aman, karena sangat di sayangkan jika Ao ling membuat musuh dengan bintang ini.


Sebab, salah satu sumber daya yang berharga di bintang ini. adalah air emas yang sangatlah banyak di bintang ini, dan Ao ling masih membutuhkan untuk dirinya serta bawahannya juga.


Dan akan sangat gawat jika Ao ling bermusuhan dengan inti bintang tersebut, selain dapat di serang di manapun di bintang ini saat Ao ling membuat inti itu marah. Ao ling tidak akan bisa kembali ke bintang ini, meskipun cuma di atmosfer nya.


Sampai kapan pun, karena kesadaran inti bintang di setiap bintang manapun. sangatlah pendendam terhadap seseorang yang membuat mereka marah.


Ao ling segera duduk di batu gua itu yang keras, sambil memikirkan dengan keras cara untuk meminta sedikit sumber Qi hukum untuk dia serap. atau membuat kontrak dengan bintang itu.


Hingga kemudian setelah beberapa saat, Ao ling tidak sengaja melihat sesuatu pada dalam gumpalan inti bintang itu. yang terdapat sebuah akar merah di dalamnya.


Membuat Ao ling segera berdiri, kemudian menggunakan mata celestial miliknya. agar bisa melihat benda itu lebih jelas. yang ternyata benda itu benar benar akar merah, atau ras Jisheng.


***Bersambung***