PETUALANGAN DEWA BENCANA

PETUALANGAN DEWA BENCANA
Akar merah aneh beraksi


Sekarang Ao ling telah memasuki pintu tersebut, dan berada di sebuah ruangan yang lumayan luas.


Dan ditengah ruangan tersebut, terdapat sebuah meja dengan di atas nya terdapat suatu benda berbentuk segitiga, berwarna biru tua yang bercahaya terang.


Ao ling mendekati benda tersebut, dan sampai didepan nya serta melihat nya dengan teliti, Ao ling tidak tahu benda apa itu.


"Sistem apakah kau tahu ini benda apa?" tanya Ao ling.


[Ding~ maaf Tuan, sistem juga tidak tahu tentang benda ini.]


Ao ling menghela napas kecewa karena sistem juga tidak mengetahui benda ini, kemudian Ao ling ingin mengambil benda tersebut.


Tetapi sebuah akar merah muncul dari celah ruang, secara tidak sadar Ao ling mundur kebelakang, dan ujung akar merah terbelah serta memperlihatkan giginya.


Setelah itu akar merah tersebut menelan benda segitiga itu, dan terjadi sesuatu yang membuat Ao ling terkejut.


Seluruh tubuh akar merah tersebut diselimuti oleh cahaya biru tua, dan sosok akar tersebut berubah menjadi sosok manusia, pria muda berambut biru tua.


Qi bintang yang sangat kuat dan murni keluar dari tubuh tersebut, dan Ao ling merasakan bahwa kekuatan pemuda tersebut lebih kuat berkali kali lipat darinya dan Qi tu.


Tiba tiba saja sebuah sinar biru tua menembus pundak Ao ling, saat jari pemuda tersebut menunjuk ke arah Ao ling.


"Ugh."


Ao ling sangat terkejut karena kecepatan serangan nya 10x lipat lebih cepat dari Qi tu, sebelum Qi tu mati.


Kemudian sinar biru tua kembali mengenai Ao ling di bagian pundak kanan, paha kanan, dan paha kiri serta bagian perut nya tetapi tidak fatal.


Setelah itu pemuda itu menghilang dan muncul di depan Ao ling, serta mengarahkan tinju nya ke dada Ao ling.


Hingga Ao ling terpental ke menabrak dinding ruangan dan memuntahkan seteguk darah, dinding tersebut juga tidak retak.


Ao ling berdiri sambil memegangi dada nya yang terdapat bekas pukulan pemuda tersebut.


"Hebat juga kau manusia, aku Du ruo akan menguji kekuatan ku padamu tenang saja aku akan membiarkan mu hidup." ucap Du ruo.


Du ruo mengarahkan tangan nya ke arah Ao ling, seketika keluar kekuatan Qi bintang yang mengarah kepada Ao ling.


Ao ling ingin menghindari, tetapi karena luka di dadanya yang entah gimana membuat Ao ling tidak bisa bergerak.


Tetapi sesuatu yang terkejut terjadi, Qi bintang tersebut menyembuhkan Ao ling. "Tenang saja aku harus melatih kekuatan dengan manusia yang dalam kondisi prima nya." ucap Du ruo yang kemudian menghilang.


Ao ling yang baru saja sembuh, mendapat sebuah tinju dari Du ruo di pipi kanan nya, yang membuat terpental menabrak dinding lagi.


Ao ling berdiri dengan mulut yang mengeluarkan darah, tidak terlalu parah karena Ao ling menduga Du ruo menurunkan kekuatan nya.


Belum sempat bersiap, Ao ling merasakan punggung nya di tinju oleh Du ruo yang membuatnya terpental.


Dan belum menyentuh tanah, Du ruo meninju Ao ling sekali lagi dan membuatnya terpental lagi.


Kini tubuh Ao ling terus terpental dari mana mana, hingga saat tubuh Ao ling yang penuh dengan darah dan pukulan melayang.


Du ruo muncul dan meninju perut Ao ling hingga menghantam lantai ruangan, kemudian Du ruo mendarat tidak jauh dari Ao ling.


Setelah beberapa saat Ao ling berdiri dengan susah payah dan menatap tajam ke arah Du ruo, dan terlihat mata kanan Ao ling berwarna merah dan kiri Ao ling masih normal yaitu berwarna biru muda.


"Darah dibalas darah, jiwa dibalas jiwa, tali takdir kukendalikan dengan ini takdir mu berada di genggaman ku."


Sebuah tali muncul dari tubuh Ao ling memanjang dan memasuki tubuh Du ruo, tetapi tali tersebut putus yang membuat Ao ling terkejut


Kemudian sebuah tinju melayang dan mengenai tepat wajah Ao ling, yang membuat nya kembali terlempar.


"Membosankan!" ucap Du ruo yang ingin pergi dengan cara merobek ruang.


Sebelum keluar, Du ruo tiba tiba menoleh ke arah Ao ling dan mengeluarkan aura bintang serta akar merah.


Terlihat tubuh Ao ling memancarkan cahaya merah yang sangat gelap, dan terlihat bayang bayang sosok berkepala tiga.


Tubuh Ao ling kemudian berdiri serta terlihat bahwa bekas luka di tubuh Ao ling menghilang, dan mata Ao ling berwarna merah terang.


Tangan kiri Ao ling tertutupi oleh sesuatu dan terlihat, seperti sebuah tangan iblis dengan cakar yang tajam.


Dan kemudian Ao ling menghilang, setelah itu muncul di samping Du ruo, Du ruo menyadari posisi Ao ling dan langsung bergerak mundur.


"Jarum bintang gerakan ketiga : formasi bintang pemusnah!"


Du ruo mengeluarkan enam jarum, yang dilemparkan dan membentuk diagram segi enam dengan Ao ling ditengah diagram tersebut.


Setelah itu diagram tersebut bercahaya, dan mengeluarkan pilar cahaya yang menyerang Ao ling.


Hingga beberapa saat kemudian pilar tersebut menghilang tetapi Ao ling juga ikut menghilang, yang kemudian tiba tiba saja Du ruo terpental karena tinjuan Ao ling dari belakang nya.


Du ruo yang terpental mulai menyeimbangkan tubuhnya, kemudian mendarat dengan sempurna.


"Jarum bintang gerakan pertama : rintikan bintang!"


Sepuluh jarum muncul di tangan Du ruo dan melayang disekitarnya, yang kemudian menghilang digantikan oleh sepuluh formasi seukuran bola basket.


Kemudian keluar banyak jarum dengan aura bintang dan akar merah dari formasi tersebut, yang menghujam ke arah Ao ling.


Kali ini Du ruo sangat serius karena menggunakan kekuatan asal dari akar merah.


Tetapi Ao ling yang tanpa kesadaran tersebut, mengarahkan tangan kiri nya kedepan.


"Seni rahasia Ashura gerakan pertama : mata Ashura!" suara Ao ling yang serak dan mengerikan terdengar oleh Du ruo yang membuat jiwa nya sedikit bergetar.


Dari telapak depan tangan kiri Ao ling, muncul sebuah mata dengan di sekitar warna gelap dan pupil warna merah gelap.


Setelah itu semua jarum yang dikeluarkan Du ruo terhenti, dan hancur beserta formasi array di sekeliling Du ruo.


Bahkan Du ruo juga terpental dan mengeluarkan seteguk darah berwarna hijau.


"Siapa kau?" ucap Du ruo yang telah berada di tanah dan menatap ke arah Ao ling yang kehilangan kesadaran.


Ao ling yang diam selama beberapa saat, akhirnya mulai mengucapkan sesuatu. "Dewa... Ashura dimana kau, akan kubunuh kau." teriak Ao ling yang sangat keras dan berperilaku yang tidak jelas.


Sementara itu Du ruo jiwa nya terguncang berkali kali ketika mendengar suara Ao ling.


Du ruo segera ingin kabur, tetapi mata ditangan Ao ling menatap ke arah Du ruo dan menghentikan langkah Du ruo.


Setelah itu Ao ling yang tidak sadarkan diri menatap ke arah Du ruo.


***Bersambung***