
Sampailah di rumah baru. Dengan rumah yang simple tingkat dua bercat abu-abu putih hitam jadi satu itu sangatlah indah. Pagar yang bercat hitam itu membuat nuansa rumah makin elegan. Halamannya juga tidak terlalu berlebihan luas. Jadi sesimple mungkin.
"Bagaimana rumahnya ?" Terdengar pertanyaan yang di ucapkan oleh Faizal masih berada di dalam mobil.
"Masya Allah, Alhamdulillah ala kulli hal. Zahra suka banget warnanya yang netral seperti ini, kayak rumah minimalis gitu yah bang." Zahra memandang rumah dengan tatapan yang amat rasa bersyukur.
"Alhamdulillah. Ya sudah ayo kita turun!"
"Hayaaa binaaaa ( Ayooo)" Balas Zahra bahagia.
....
Ternyata rumah tersebut sudah tertata rapi dengan barang-barang yang ada di dalamnya. Dan warna di dalam rumah itu juga nuasa abu-abu putih dan hitam. Zahra terus mengucapkan syukur melihat isi dalam rumah baru mereka, dia sangat bahagia.
Di rumah itu ada 2 kamar saja. Satu di lantai atas satu di lantai bawah adalah ruang kerjanya Faizal. Sesimple itu kan.
Zahra dan Faizal naik ke lantai atas menuju kamar utama mereka. Ketika ia membuka kamar tersebut, Masya Allah ada kaligrafi yang sangat indah di panjang di dinding ukurannya juga tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil agak sedikit panjang.
Kaligrafi itu tertulis " Lailahaillah muhammadur Rasulullah."
Zahra dengan cepat bersholawat kepada Baginda Rasulullah Saw, karena bahagia. Tidak lama kemudian Zahra akhirnya menata barang dan pakaian yang mereka bawa.
"Abang ke kamar mandi dulu, setelah itu kita sholat Ashar berjama'ah" Ucap Faizal.
"Na'am (Baiklah/ iya/okey)" Balas Zahra.
...----------------...
"Sudahlah mami, Faizal itu sudah menikah, jangan memaksa Helena buat dekatin dia lagi." Ucap seorang wanita yang berada di ruang tamu bersama Maminya. Ternyata dia Helena.
"Bukankah kamu suka Faizal?. Bagaimana bisa kamu menyerah begitu saja untuk dapatkan hatinya Faizal?." Jawab Mami.
"Helena itu cinta, suka, sama Faizal Mami, tapiii Helena gak mungkin kan merusak rumah tangga dengan istrinya itu!."
"Mungkin!! Sangat mungkin!! Jika kamu ingin mendapatkan Faizal, Mami akan bantuin. Tenang saja." Senyum kelicikkan Mami Helena.
Helena memang terus menerus berusaha untuk mendapatkan cinta dari Faizal. Akan tetapi Faizal tidak tertarik dengan Helena yang selalu saja menggangu hidupnya. Setelah Helena tau bahwa Faizal telah menikah dengan perempuan lain, ia sangat terpukul dan menyerah saja berkeinginan menjadi istrinya. Tetapi di sisi lain Maminya terus memaksa supaya Helena bisa menikah dengan Faizal biarpun Faizal sudah menikah.
Helena adalah anak dari Pratama putra dan Bela Syahrina. Mereka terkenal karena perusahaan yang di bangun oleh Pratama mulai dari nol hingga menjadi perusahaan Greenice ternama yang menduduki tingkat ketiga tertinggi di Indonesia. Yang menduduki tingkat pertama ialah pastinya perusahaan Champion, milik Burhan Hamid Abinya Faizal. Berbeda dengan Perusahaan yang menududuki tingkat ke dua ini, tidak ada yang tau mengenai siapa pemiliknya hanya saja perusahaan itu bekerja dengan sangat lancar. Para pekerjanya terus melakukan apa yang sudah di perintahkan oleh atasan mereka. Semuanya bekerja sangat baik dengan jiwa tanggung jawab mereka itu membuat perusahaan tersebut makin meningkat.
......................
Tiba malam hari...
Zahra dan Faizal seperti biasanya makan malam. Masakan tersebut dibuat oleh Zahra sendiri, karena kemauan Zahra tidak ingin ada pembantu.
"Ini diaa makanannya"
Zahra meletakkan makanan yang ia buat. Dia membuat Mie goreng, Ayam kecap, dan kentang goreng. Akhirnya mereka berdua pun menikmati makanan tersebut. Sesekali Faizal menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulut Zahra.
"Suapkan abang juga boleh dong!" Goda Faizal pada istrinya itu.
Memang Zahra terlihat biasa saja. Padahal di sisi lain dia masih merasa canggung dengan Faizal berdua di rumah mereka sendiri. Tepat sekali! Zahra hanya menutupi rasa canggungnya dengan banyak merapikan barang, memasak, membersihkan kamar.
"Mau yang mana?" Tanya Zahra.
"Terserah, yang penting kamuuu suapin abang." Dengan tatapan mesra yang ada di mata Faizal, membuat Zahra semakin rasa canggung nya akan terlihat.
Zahra pun menyuapkan makanan ke mulut suaminya itu. Karena duduk kursinya terlalu jauh Zahra kesusahan menyuapkan makanan ke Faizal, akhirnya Faizal langsung menarik kursi Zahra hingga membuat duduk mereka sangat dekat sekali.
"Ehh abang?! " kaget Zahra.
"Kamu terlalu jauh duduknya!" Jawab Faizal.
Akhirnya mereka pun makan bersama hingga timbulah cinta di antara mereka. Sebelumnya Zahra masih bingung bisa bisanya langsung dekat dan akrab dengan laki-laki yang baru menjadi suaminya itu. Bahkan Zahra masih tidak habis fikir dengan kelakuannya yang kadang seperti anak kecil yang ingin dimanja. Membuat Zahra ilfil mengingat kejadian sebelumnya.
Setelah mereka makan, akhirnya Zahra menyuci piring di bantu oleh suaminya. Terlihat Zahra yang sangat lelah, memutuskan untuk tidur lebih awal karena besok dia harus berangkat ke kampus, begitu juga dengan Faizal yang harus berangkat kerja besok pagi.
Di kamar~
Faizal terlebih dulu masuk ke kamar mandi. Sedangkan Zahra menunggu gilirannya masuk.
"Lakukan ini sebelum tidur my wife love"
1.menggosok gigi
2.Wudhu ( Jika lagi berhalangan jangan wudhu)
3.Pakai penutup kepala atau hijab sebelum tidur.
4.Baca sholawat nabi 10x
5.baca Subhanallah 33x Alhamdulillah 33x Allahu akbar 34x.
6.Sebelum tidur kita baca surah Al-Mulk dulu yaah
7.Baca doa tidur.
Menghadap kanan.
"Tunggu! Tapiii jangan di kerjakan. Karena tadi siang ada ucapan ini " Nanti malam kan bisaa."
Zahra melotottt melihat kertas tempelan itu. "Ya Allah dia masih ingat saja ucapanku tadi siang" . Zahra tidak tidak tau lagi apa yang harus dia lakukan untuk mengindar dari ucapannya itu.
Tiba-tiba Faizal keluar dari kamar mandi. Dia melihat istrinya itu menatap ke tempelan kertas yang sudah dia buat. Senyum pun muncul di wajah Faizal. "Ada apa sayang?" Membuyarkan lamuan Zahra.
"Eh Abang. G-gak ada apa-apa kok" Balas Zahra dengan menahan canggungnya. Dia sangat malu sekali.
"Ya sudah, jadi ke kamar mandi tidak?" Faizal ingin sekali tertawa melihat salah tingkah Zahra.
"I...iyaa ini Zahra mau ke kamar mandi." Ia pun berlalu menuju ke kamar mandi sebelum ia masuk ke dalam, Zahra melewati Faizal, tiba-tiba Faizal berbisik kecil di telinga istri tercintanya itu.
"Abang tunggu yah janjinya" Goda Faizal menahan tawanya, lalu tersenyum aneh ke arah Zahra lalu Faizal langsung berjalan menuju kasurnya sambil menyalakan AC.
"Kenapa jantungku tidak terkontrol baik, aaaaa makin tidak karuan sajaaa berdetakk. Ya Allah Zahraa maluuu"
"Kenapa masih di situ?" Terdengar ucapan dari arah tempat tidur, ya siapa lagi kalau bukan suaminya sendiri sambil memainkan ponselnya.
"Eh...i...ini Zahra mau masuk." Dengan cepat langkahnya masuk tiba tiba "BRUKK!!". Kepala Zahra ambruk seketika.
"ZAHRAAAA!!!" Teriakan Faizal terdengar keras. Dengan sigap Faizal menuju ke tempat Zahra. Faizal pun kaget melihat istrinya pingsan. Ia mengangkatnya ke tempat tidur.
Terlihat di wajah Faizal cemas dan panik. Ia jelas melihat kejadian tadi ketika Zahra jatuh terpeleset di lantai. Entah kenapa rasa bersalah Faizal muncul.
Faizal Buru-buru menelpon dokter kenalannya. Ya dia Dokter Sifa. Teman SMAnya.
Tutt....
"Assalamualaikum Dokter Sifa"
"Walaikumsalam Faizal ada apa?"
"Dokter Sifa istri gue pingsan. Sif bisa kerumah gue gak. nanti gue kirim lokasinya."
"Istri? Oh Baiklah untung gue lagi tidak ada pasien, kirim saja lokasinya. Gue segera ke sana."
"Iya panjang ceritanya.Gue tutup telponnya. gue kirim lokasi rumah gue."
"Oke gue tunggu. Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
Panggilan pun berakhir.
Faizal langsung mengirim lokasi rumahnya. Dan sedari memperhatikan Istrinya tersebut dengan cemas. "Zahra maafkan Abang." lirih Faizal mengusap kepala istri tercintanya.