
Hilya pun memanggil kakaknya dan Nio .
Dan Hilya melihat Faizal mondar mandir di depan pintu.
"Kak?" Panggil Hilya
"Iya de?" jawab Faizal yang kaget melihat adek nya keluar.
"Zahra sudah siuman kak ,dan Zahra membolehkan kalian masuk " Ucap Hilya
"Ya udah ayo " Ajak Faizal kepada Nio.
Akhirnya mereka masuk melihat Zahra yang sudah siuman dan tidak menjerit lagi.
"Vina gimana tangan mu?" Tanya Nio yang masih melihat Zahra memegang tangan yang di perban juga.
"Masih sakitt tapi gk papa kok " Jawab Vina
"Gk papa gimana ,itu perban udah kelihatan darah ,aku sudah bawain perban ada di mobil ,sebentar aku ambilkan buat di ganti lagi " Ucap Nio langsung pergi keluar mengambil perban yang ada di mobilnya.
Zahra yang masih diam pun seperti mengetahui bahwa Nio sangat perhatian terhadap sahabatnya itu sampai membuatnya sedikit tertawa .Dan Faizal yang melihat Zahra pun heran kok Zahra gk kesakitan lagi tapi malah ketawa anehh .
"Zahra " Panggil Faizal
"iya kak" Jawab Zahra
"Udah gk sakit lagi ?" Tanya Faizal
"Sebenarnya masih kak,tapi yah berkat Vina dan De Hilya buat Zahra tenang "Jawab Zahra
"Maksudnya?" Bingung Faizal
"maksudnya kata De Hilya Allah menguji Zahra seperti ini tandanya Allah sayang sama Zahra " Jawab Zahra
"Dan Vina makasih banyak kamu tolongin aku. mengambil pisau dari Hana sampai tangan mu terluka" Ucap Zahra kepada Vina
"Ya allah Za ,aku nolongin kamu apa ? ,sedangkan aku datang kamu sudah pingsan dan lengan mu berdarah , aku hanya ingin mengambil pisau Hana agar dia tidak mencelakakan mu lagi " Jawab Vina
"Vin aku bersyukur mempunyai sahabat seperti kamu tidak mementingkan dirinya sendiri " Ucah Zahra
Akhirnya Nio tiba-tiba datang membawa perban.
"Nah tuh Nio datang " Kata Zahra
"Ayo Vin kita perban di luar biar Zahra di temani Calon suaminya ,dan Hilya di sini " Bisik Nio sambil tertawa
"Hilya ikutttt keluar ka Vina " Ucap Hilya
"Loh terus aku ?" Tanya Zahra
"Udah biar Faizal yang jagain kamu ,yang penting ingat batasan" Kata Vina
Akhirnya Vina ,Nio,dan Hilya pun keluar .Hanya Zahra dan Faizal di dalam kamar .
"Zahra " Panggil Faizal
"Zahra sampai kapan kamu harus di celakai sama teman kamu itu ?" Tanya Faizal
"Dia gk bakalan berhenti mencelakai ku kak sampai waktu di pernikahan " Jawab Zahra
"Kalau begitu ,Zahra tinggal di rumah kakak sama Abi,Umi ,dan Hilya yah ,agar kamu aman " Ucap Faizal
"Zahra tidak mau kak ,biar Zahra di sini dengan Vina " Jawab Zahra
"Zahra kakak gk mau kamu di celaki oleh teman kamu itu lagi "ucap Faizal
"Kak Zahra gk mau ninggalin Vina sendirian ,jika tidak ada Zahra pasti Vina yang akan di celakai "Jawab Zahra
"Dan Zahra juga belum ada ikatan janji suci sama ka Faizal "Sambung Zahra
Tiba-tiba Zahra kesakitan dan memegang lengannya yang awalnya agak mendingan tapi Zahra merasakan kembali sakit di lengannya.
"Ya Allah ,aduh sakittttt kak sakitttttt " Jerit Zahra
Faizal pun panik dan menenangkan Zahra agar sakitnya tidak makin parah.karena jika ia tambah banyak gerak malah lukanya semakin sakit.Akhirnya Zahra pun tenang karena Faizal menenangkannya dengan bersholawat dan suara yang amat merdu mengalahkan rasa sakit Zahra sampai Zahra tertidur.
Di luar
"Waduhh ka Vina bahaya itu udah banyak darah di perbannya ihh Hilya takut ,Hilya keluar aja deh ,Ka Nio hati-hati obati ka Vina,kalau dia kesakitan uh tak tonjoss entar" Ucap Hilya keluar.
Vina dan Nio pun tertawa dengan tingkah laku Hilya adeknya Faizal itu.Dan Nio pun membuka perban di tangan Vina ,Vina yang melihat Nio heran dan deg degan karena perhatiannya yang luar biasa terhadap nya.
"Pelan-pelan yah Nio" Ucap Vina
"Iya iya .Banyak sekali goresan di tangan mu Vin " Jawab Nio khawatir
"Udah biasa kok " Jawab Vina sebenarnya
"Biasa apanyaaa ! Ini liatt luka mu banyak sekali ,Sangat perih ketika terkena air " Ucap Nio
"Terus gimana nih ? Ih jangan bikin takut " Jawab Vina
"Makanya aku obatin sini " Jawab Nio
"Aduhhhhh" Jerit Vina kesakitan
"Eh,,, eh maaf Vin ,sakit yah?" Tanya Nio melihat Vina
Vina yang di lihat Nio hatinya makin dag dig dug .
"Iya gk papa kok " Jawab Vina
"nah dah selesai nih ,nanti kamu kan jagain Zahra di sini ,aku akan setiap hari kesini gantiin perban kamu ok ,jangan ngelak" Ucap Nio
Vina melihat Nio sangat perhatian padanya ,dan membuat Vina pun makin menyukainyaa.Tapi Vina tidak tau jika Nio punya sebenarnya mempunyai perasaan terhadap Nya.
Maafin author yah ,kalau upnya sedikit .
Dan jangan lupa Vote yah kak yang setia membaca Novel author😊