MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA

MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA
Bab 17


Setelah Nio selesai ganti perban Vina ,Hilya pun masuk kedalam rumah lagi ,karena melihat Vina sudah selesai di perban.Hilya melihat Vina Dan Nio sangat kompak satu sama lain .Dan Nio juga perhatian pada Vina .


"Hilya datang yuhuuuu ,udah kan di perbannya kak?" Tanya Hilya


"Udah de ,alhamdulillah" Kata Vina


"Alhamdulillah kalau gitu. Btw kalian ini pacaran kah?"Tanya Hilya


Vina dan Nio pun terkejut mendengar apa yang di katakan Hilya membuat mereka tertawa.Hilya heran kok mereka tertawa .


"Hehehe ade,,, Ka Vina sama Ka Nio gk pacaran , ." Jawab Vina


" masaa??" Tidak percaya Hilya


"Iya de kaVina gk pacaran loh kan Allah sudah berfirman Wa lā taqrabuz-zinā innahụ kāna fāḥisyah, wa sā`a sabīlā


artinya:


Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk (Q.S Al-Isra ayat 32 ) ." Jelas Vina


"Masya allah ka Vina ,ka Vina belajar ilmu agama dari mana?" Tanya Hilya


"Ka Vina belajar dari Zahra de pokoknya Zahra sahabat ka Vina yang paling the best ,Ka Zahra yang ngerubahin Ka Vina bisa paham agama tapi gk semuanya kok " Jawab Vina


Nio yang mendengarkannya itu pun membuat dirinya makin menyukai Vina .Nio berencana akan melamar Vina pada saat acara pernikahan Zahra .


Tiba-tiba Faizal pun keluar kamar melihat adeknya ,Nio ,dan Vina sangat akrab. Vina bertanya keadaan Zahra .Faizal pun mengatakan bahwa tadi dia merasakan sakit lagi jadi Faizal yang menenangkannya dan bersholawat .Akhirnya Vina dan Hilya pun bergegas membersihkan darah dan merapikan koper yang tergeletak di lantai .


Faizal dan Nio juga membantu membersihkan darah yang ada di lantai dan ada di dekat sofa.


Setelah Faizal,Nio,Vina,dan Hilya membersihkan rumah Zahra mereka pun bersiap-siap sholat Zuhur karena adzan di dekat rumah Zahra sudah berkumandang ,Faizal dan Nio sholat di masjid sedangkan Hilya dan Vina sholat berjamaah di rumah biar Zahra tidak sendirian .Tetapi Nio khawatir bagaimana Vina akan wudhu sedangkan tangannya diperban .


"Vina gimana kamu wudhu ,tangan mu kan sakit ?" Khawatir Nio


"Gk papa maaf yah aku buka perbannya ,agar terkena air "Jawab Vina


"Perih dong itu " Sahut Hilya


"Gk papa perih ,daripada gk sholat terus masuk neraka lebih perih dongg " Jawa Vina


Akhirnya Nio pun menurutnya dan segera keluar karena Faizal sudah menunggunya .


Tiba-tiba Zahra bangun dari tidurnya dan memanggil Vina .segera Vina menuju kamar Zahra .


"Ada apa Zah ?" Ucap Vina panik


"Udah adzan yah??" Tanya Zahra


"Udah kok " Jawab Vina


"Kamu gk papa tanganmu perih terkena air?" Tanya Zahra


"Gk papa kok Zah " Jawab Vina


"Maafin aku yang Vin sampai kamu harus juga celaka karena aku" Ucap Zahra


Hilya yang sudah menunggu mereka keluar pun akhirnya tiba. Hilya melihat persahabat mereka sangat erat membuat Hilya kagum akan mereka yang saling perduli satu sama lain.


Selesai Hilya wudhu bergantian Zahra pun wudhu .Dan terakhir Vina yang membuka perbannya itu .Zahra melihat tidak tega akan lukanya yang sangat banyak di tangan sahabatnya itu .Akhirnya Vina wudhu perlahan dengan wajah yang menahan rasa perihh di tangannya .Karena Vina tidak tahan ia pun menangis tanpa suara dengan air mata yang menetes dan tetap melanjutkan wudhunya sampai selesai. Hilya dan Zahra yang melihat pun ikut menangis akan sakit ,perihnya luka Vina jika terkena air.


"Alhandulillah ya allah ,akhirnya selesai " Syukur Vina yang masih menangis.


"Vinaaaaaa aku harus bagaimana ,agar Hana tidak melakukan hal ini " Uca Zahra yang menangis melihat Sahabatnya menahan rasa sakit .


"Udah ini takdir kita Zah kan sebentar lagi kita bakalan lulus .kau akan menikah dan selama kau belum menikah aku sebagai sahabatmu harus menjaga mu ." Ucap Vina


Akhirnya mereka pun sholat dzuhur bersama-sama .


Selesai Vina ,Hilya,dan Zahra sholat .Datang lah Faizal dan Nio .


"Assalamualaikum " Salam Faizal dan Nio


"Walaikumussalam " Jawab serentak Hilya,Vina Dan Zahra.


"Udah sholat?" Tanya Faizal


"Udah kak " Jawab Zahra


"Alhamdulillah" Ucap Faizal


"Ka Faizal Zahra gk tega ngeliat Vina tadi menahan rasaaa lukaa" Ucap Zahra menangis


Nio yang mendengarkan itu pun panik dan melihat Vina yang sedang menahan kesakitan tangan yang perbannya sudah di lepas. Nio segera mendekat ke Vina .


"Uh ya allah 😣 ,Vina kuat ,Vina kuat ya allah " Ucap Vina dengan suara yang lirih terdengar oleh Nio yang tidak tega


"Vin " Panggil Nio


"Eh Nio gimana sudah sholat ?" Tanya Vina sambil berpura-pura tidak papa.


"Udah Vin ,ayo kita perban lagi tangan mu itu !" Ajak Nio


"Udah gk usah Nio ,gk papa kok " Jawab Vina


"Gk papa gimana? Ayoo cepat " Ucap Nio yang segera mengambil perban


Zahra dan Faizal pun melihat Nio sangatt perhatian terhadap Vina .Dan Faizal melanjutkan pembicaraan yang tadi .Sedangkan Hilya lagi masak karena dia sangan suka memasak .


"Jadi harus gimana de?" Jawab Faizal


"Zahra mau kita mempercepat pernikahan " Ucap Zahra yang masih menangis


"Ya allah dek ,kamu kan masih kuliah ,sebentar lagi lulus" Jawab Faizal


"Tapi Zahra gk tega ngeliat Vina seperti itu " Ucap Zahra .


"Udah tenang aja yah ,kalian akan baik-baik aja disini ,nanti Kakak ,Hilya ,dan Nio setiap hari ke sini yah " JawaB Faizal yang meyakinkan Zahra mereka akan baik-baik saja.


Akhirnya Hilya pun memanggil mereka semua untuk makan, karena Hilya sudah memasak nasi goreng yang paling enak.