
Di Taman Hana sudah menunggu. Tempat seperti biasa mereka berdiskusi. Dengan mata yang merah karena terlalu banyak menangis.
Ya seperti itu lah wanita, ketika ia menyesal hanya tangisan saja yang bisa meredakan semua yang membuat mereka tersakiti.
Tidak lama kemudian terlihatlah kendaraan Vina bersama Zahra. Sebenarnya Hana sungguh malu dan merasa bersalah. Tapi karena Hana yang melakukan masalahitu berarti harus bertanggung jawab.
Akhirnya mereka berdua mendekat ke arah Hana.
"Assalamualaikum Han " Salam Zahra sambil menepiskan senyumannya yang sungguh manis dan jelita (eak) .
Tapi Vina hanya diam saja karena memang dia masih teringat akan perlakuannya kepada Zahra.
Tanpa bicara Hana langsung memeluk Zahra tak terasa kembali air matanya jatuh. Sungguh hanya itu yang bisa di lakukan oleh Hana.
"Maaf Zah... " Ucap Hana hingga suara tangisannya terdengar oleh kedua sahabatnya. Vina hanya diam melihat Hana menangis.
"Kamu kenapa Han? " Balas Zahra sambil melepaskan pelukkannya dan tangan nya langsung menghapus air mata Hana yang sempat pernah menyakitinya. Zahra memang masih ingat kejadian tersebut tapi ia sudah paham bahwa persahabatan itu lebih indah daripada permusuhan hanya karena seorang laki-laki.
"Maaf semua perbuatanku, aku sungguh bersalah, maaf, maaf, maaf" Ucap Hana menangis sambil mengetupkan tangan untuk memohon permintaan maaf kepada Zahra.
Vina tidak tahan melihat seseorang menangis, akhirnya ia pun ikut menangis melihat Hana menangis biarpun masih jengkel kepada Hana, tapi semuanya hilang sekejap hanya karena tangisan Hana membuat Vina ikut merasakan tangis tulusnya Hana.
Zahra menangis terharu melihat Hana bisa paham bahwa yang dia lakukan memang salah besar. Akhirnya Zahra ikut memeluk mereka. Mereka bertiga pun berpeluk bersama.
Hanya tangisan yang mereka keluarkan bersama sama. Untung saja di Taman yang mereka kunjungin jarang ada orang hanya motor di jalan raya yang banyak berlalu lalang.
"Maafkan aku Zah, Vin. Aku sudah paham sekarang bahwa tidak ada gunanya memperebutkan laki-laki yang sudah mempunyai pendamping hidup." Ucap Hana menangis.
"Iya aku sudah lama memaafkan mu, aku hanya ingin menunggu agar kita bisa bersama-sama lagi, sungguh aku rinduu. " Balas Zahra lagi-lagi ia masih saja menahan air matanya yang sudah banyak mengeluarkan cairan bening.
Bagi saya sahabat adalah Tangan dan Mata. Karena ketika mata menangis hanya tangan saja yang bisa menghapuskan tangisan mata. Dan ketika Tangan terluka, Mata hanya bisa ikut merasakan sakit yang di alami oleh Tangan.
Tapi, jika ingin bersahabat, carilah sahabat yang mendekatkan dirimu kepada Allah. Yang ketika kau pandang dia, maka kau terus teringat kepada Allah. Yang sungguh cemburu ketika kau lalai dalam beribadah kepada Allah. Ketika dimana dia diam-diam menyebutkan namamu di dalam doanya. Ketika kau tidak ada dan teman-temanmu menjelekkan mu maka sahabatmula yang hanya berani membelamu.
Ibaratkan sahabat itu tukang besi dan jualan parfum.
Bersahabat dengan tukang besi, maka kau akan mendapatkan bau besi yang tidak enak di cium. Maksudnya ketika kau mencari sahabt yang lalai dalam ibadahnya, maka kau juga akan seperti dia lalai dalam ber ibadah kepada Allah.
Bersahabat dengan seorang yang menjual parfum, maka kau akan mendapat aroma bau parfum yang sungguh harum. Maksudnya ketika kau mencari sahabat yang mendorongmu dalam ketaatan niscaya kau akan mendapatkan kebaikan juga dari sahabatmu itu.
Karena di akherat jika kita bersahabat dengan orang yang lalai, maka kau dan sahabatmu akan saling melaknat satu sama lain kecuali bersahabat dengan orang yang mendekatkan dirimu kepada Allah