MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA

MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA
Bab 14


Vina yang masih memegang tangannya itu karena sakit pun ingin mengambil hp Zahra di kontrakan Zahra .Vina berniat mau menghubungin Reza ,tetapi Nio tidak mengizinkan nya .Akhirnya Nio yang berangkat sendiri dan Vina harus temani Zahra di rumah sakit.


"Udah biar aku aja yang mengambil ponsel milik Zahra ,kamu tunggu di sini " Kata Nio .


Akhirnya Nio pun pergi dengan laju membawa mobilnya .Sampai di kontrakan Zahra ada mobil yang terparkir rapi di depan rumah Zahra .Nio melihat seperti ada perempuan dan laki-laki.


"Assalamualaikum " Salam Nio melihat laki-laki dan perempuan .


"Walaikumsalam " Jawab laki-laki itu yang sebenarnya Faizal dan Hilya


" Mau ketemu Zahra ?" Tanya Nio yang sebenarnya terburu- buru


"Iya ,saya calon suaminya ,ini adik saya ,Zahranya ada? " Kata Faizal


"Zahra ada di rumah sakit dengan temannya ,dan sekarang aku harus menelpon kaka Zahra, tapi aku mau ambil ponselnya di dalam sebentarr " Jawab Nio terburu-buruu


"Apa !!! Zahra di rumah sakit ? ,jangan menelpon Reza ,agar dia tidak khawatir dengan Zahra, kita pergi ke rumah sakit saja ayo de " Panik Faizal


Akhirnya Nio tidak jadi mengambil ponsel milik Zahra dan Nio kembali ke rumah sakit di tuntut oleh Faizal dan Hilya yang membawa mobil sendiri. Di perjalanan Hilya sangat khawatir dengan keadaan Calon kakak iparnya itu .Sedangkan Faizal juga sangat kkawatir kenapa Zahra masuk rumah sakit .


"Ka cepettttt bawa mobilnyaa " teriak Hilya


"Iya sabar dong dek ,kaka juga panik " Jawab Faizal yang melajukan mobilnya lagi


"Kenapa Zahra bisa masuk rumah sakit ?" Tanya Faizal


Vina pun menjelaskan tentang Hana kepada Faizal dan Hilya yang ingin mau merusak pernikahan mereka .Dan menceritakan ketika ia mengambil barangnya di rumah dan tiba-tiba ada Nio yang mau mengantarnya ke rumah Zahra sekalian ingin ngobrol sebentar.setelah sampai di rumah Zahra .Zahra sudah pingsan dan lengannya sudah berdarah dan ada Hana memegang pisau kecil yang sudah berdarah.


"Apakah ini yang disembunyikan Zahra waktu itu dan wajahnya seperti orang ketakutan " kata Faizal dalam hati


"Terus kenapa tanganmu di perpan seperti itu ?" Tanya Faizal


"Itu karena dia yang merampasnya dari Hana dengan kuat Vina berhasil tetapi tangan sudah penuh dengan darah ,karena Vina memegang kepala pisaunya yang sangat tajam " Jawab Nio


"Ya allah ,tega banget dia kak ,padahal sahabatnya sendiri kak Faizal juga gk kenal sama tuh perempuan ih , kalau ada dia Hilya umek umek mukanya itu huff.Beraninya mencelakakan kakak ipar ku " Keluh Hilya


Tiba-tiba dokter pun keluar memberitahu luka di lengannya Zahra alhamdulillah tidak parah tetapi Zahra hanya belum sadar .dan dokter pun memperboleh mereka semua menjenguknya masuk .Akhirnya Vina ,Nio,Faizal ,Hilya pun masuk ke dalam , melihat lengan Zahra yang juga di perban .Vina hanya bisa menangis dan menuduh dirinya sendiri .


"Semuanya ini salah ku ,kenapa aku harus pergi tadii ,jika aku tidak pergi ,tidak bakalan seperti ini " Ucap Vina sambil menangis


"Bukan salah kamu kok Vin ,udah jangan nyalahin diri kamu " Ucap Nio yang menenangkannya


Faizal yang melihat Zahra terbaring dengan perban yang ada di lengannya ia tidak mau Zahra di celakakan terus oleh temannya itu Hana .


Makasih sudah mau baca novel author maaf upnya sedikit aja .