MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA

MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA
Kesal


Persahabatan yang kemarin retak, akhirnya kembali sempurna. Hingga tidak terasa satu jam berlalu karena mereka sibuk dengan perbincangan yang membuat tiga wanita itu tertawa. Seketika kejadian masalah kemarin tidak pernah terjadi.


Tidak lama kemudian terdengar suara panggilan telpon dari salah satu ponsel mereka. Ternyata panggilan suara tersebut dari arah tas Vina.


Vina pun mempercepat tangannya membuka tas selempang di sampingnya. Melihat layar ponsel yang ternyata menelponnya ialah Ibunya sendiri. Vina pun langsung mengangkat panggilan ibunya.


"Assalamualaikum, iya bu ada apa?"


"Kamu kapan pulang, ibu boleh minta tolong belikan keju di supermarket dekat taman itu ya, soalnya keju di rumah sudah habis."


"Oh baiklah siap komandan, keju aja bu, ga ada yang lain gitu?"


"Kamu bawa uang ga? ibu takut kamu ga bawa uang aja."


"Bawa kok bu, tenang aja."


"Ya sudah, kamu belikan ibu keju aja. Soalnya di sini masih banyak bahan-bahan mau buat cake."


"Oh gitu, eh tumben kok ibu mau buat cake sih? biasanya juga sering beli." Kaget Vina. Zahra dan Hana hanya diam mendengar Vina telponan dengan ibunya.


"Lah kamu sendiri kan yang bilang kalau besok calon suami kamu dateng, masa ibu ga buat persiapan yang spesial buat calon mantu ibu haha."


" ( Astagfirullah kok aku lupa sih ) Ih Ibu Vina malu tau, ya udah nanti Vina belikan kejunya, Vina juga sebentar lagi mau pulang kok."


"Ya sudah, Ibu tutup telponnya yah, Assalamualaikum sayang"


"Walaikumsalam Ibu sayang hehe"


(panggilan terputuskan)


Zahra dan Hana menatap ke arah Vina. Karena ternyata mereka berdua kepo apa yang dikatakan ibunya, sehingga Vina merasa malu.


" Kamu di suruh beli keju yah Vin?" Tanya Hana kepada Vina.


"Iya nih, untung aja di supermarket yang itu tuhh dekat" Jawab Vina sambil menunjuk kearah depan jalan raya.


"Oh gituu" Hana mengganguk.


"Terus tadi ibu kamu bilang apa sampai kamu bilang malu gitu? hayooo ngaku" Imbuh Zahra.


"Iyaa nihh ibu kamu bilang apaaa tadi jadi kepoo ahaha" Sambung Hana. Membuat Vina terperangkap oleh ucapan kedua sahabatnya, dia sangat malu mengatakan ke sahabatnya itu.


"(Ya Allah kenapa mereka berdua ini fudhul bangett) Aduhh malu tau" Jawab Vina hingga wajahnya sampai memerah.


"Yahh... kasih tau dong Vin kepo nihh, keburu kita pulang loh" paksa Zahra.


"Ya udah deh. Gini, tadi ibu bilang mau buat kue, terus aku kaget aja karena tumbenan banget ibu mau buat kue. Terus ibu kasih ingat aku, kalau besok Nio sama keluarganya mau datang ke rumah." Jelas Vina sambil menutup wajahnya dengan tangannya.


"Ciee bener-bener Nio serius banget sama kamu Vin ahahaha." Goda Zahra terkekeh begitu juga dengan Hana.


"Iya nih, kan kita sebentar lagi Wisuda, terus kamu berarti nikahnya habis wisuda dong?" Tanya Hana.


"Insya Allah doakan yaa semoga lancar." Jawab Vina.


"Aamiin, Kawal sampai halal cieee." Imbuh Zahra.


"Aamiin, iyaaa harus itu." Jawab Hana.


Tidak lama kemudian mereka bertiga pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.


Sebelumnya Zahra akan pulang terlebih dahulu karena rumahnya berbeda arah dari Hana dan Vina yang rumahnya satu arah jalan.


"Ya udah Assalamualaikum Han, Vin aku duluan yaah." Pamit Zahra tak lupa ia memakai helm.


"Iya Zah, hati-hati" Ucap Hana dan Vina.


"Oh ya, Hana kamu harus jaga Vina jangan sampai lecet, kan mau nikah ahaha, by Assalamualaikum" Goda Zahra hingga ia terkekeh lalu menuju di tempat parkir dimana motornya berada.


"Ogheeyy ahaha" Jawab Hana mendengar ucapan Zahra yang membuat Vina malu kepada kedua sahabatnya itu.


Vina dan Hana pulang berbarengan akhirnya Hana memutuskan untuk menemani Vina membeli keju terlebih dahulu. Mereka pun berjalan kaki menyebrangi jalan raya yang banyak sekali orang-orang mengendarai kendaraannya dengan laju.


Setiba di supermarket.


Tiba-tiba Hana melihat Nio ada di dalam supermarket itu. Segera Hana memberitahukan Vina.


"Vin ada Nio tuh." Ujar Hana kepada Vina.


"Eh iyaa, kok ada di sini juga yaa. Serius ih Han, aku jadi malu kalau ketemu dia." Ucap Vina berbalik menghadap ke arah Hana agar Nio tidak melihatnya.


Tetapi justru Nio sudah melihat mereka berdua bersama-sama. Nio juga sontak kaget karena tiba-tiba Hana dan Vina berteman. karena setau Nio mereka ada masalah. Akhirnya Nio memutuskan untuk mendekati Hana dan Vina.


"Vina" Panggil Nio tiba-tiba sudah berada di dekatnya.


Vina pun kaget mendengar panggil dari Nio. Akhirnya mau tak mau Vina menoleh ke belakang arah dimana Nio berada.


" Eh mm Nio" ucap Vina.


Sedangkan Hana hanya menunduk ia masih malu dan merasa sangat bersalah juga kepada Nio. Karena Hana sempat mencelakai Nio.


Nio melihat ke arah Vina dan ke arah Hana. Vina melihat Nio.


"Kami sudah menyelesaikan masalah ini tadi." Tutur Vina.


" Maaf Nio, Karena sempat mencelakakanmu." Tambah Hana tetap dengan kepala tertunduk.


Nio melihat Hana dan melihat ke arah Vina lagi.


" Kau tau apa yang kau lakukan itu sangatlah buruk. Dan kau..." Ucapan Nio terpotong oleh Vina.


"Nio? " Melihat ke arah Nio dengan wajah berharap agar tidak mengungkit masalah mereka, sebenarnya wajar tapi Vina tidak ingin masih ada kebencian lagi .


" Tidak papa Vin, biarkan saja, aku pantas mendapatkan kemarahan dari kalian." Ucap Hana.


Nio masih tidak mau memaafkan Hana. Dengan raut wajah yang datarnya melihat Hana. Tapi melihat wajah Vina ia tau, bahwa ia tidak seharusnya berbicara seperti itu.


"Nio aku mohon maafkanlah Hana." Tutur Vina sambil mengetupkan kedua tangannya di hadapan Nio.


Nio hanya bisa diam dengan auranya yang dingin. Karena Vina menunggu lama jawaban dari Nio. Akhirnya Vina mulai kesal dengan Nio, ia pum langsung pergi dari hadapan Nio tidak lupa Vina menarik lengan Hana. Menuju ke arah rak yang penuh dengan berbagai macam merek keju. Vina mengambilnya satu lalu pergi ke kasir, Hana hanya menuntut Vina dari belakang.


Tidak lama Vina dan Hana pun keluar dari supermarket itu, sebelumnya ia masih melihat Nio berdiri di dalamnya. Tapi Vina mulai kesal dengan Nio yang tidak mau memaafkan Hana.


"Vina? Dia marah dengan ku? Astaga!" Gumamnya dalam hati sambil berjalan keluar dari supermarket melihat Vina dan Hana sudah tidak ada lagi.


...----------------...


Sesampainya Zahra di rumah.


Ia membuka pintu rumah tidak lupa mengucapkan salam, tiba-tiba terdengar jawaban salamnya, Zahra melihat ternyata suaminya sudah ada duduk di sofa menunggu Zahra.


"Kenapa lama sekali? " Tanya Faizal mengerutkan dahinya. Melihat wajah sang suami Zahra pun tertunduk.


"Maafin Zahra, Abang... "


"Apa yang kalian perbuat di taman itu? seperti anak kecil saja, suka membuang waktu." Ucap Faizal kesal karena Zahra lama pulang.


"Zahra,Vina, sama Hana itu cuman mau menyelesaikan masalah ajaaa. Kenapa sih abang bilang seperti itu! " Jawab Zahra kaget dengan ucapan Faizal yang tiba-tiba mengatakan mereka anak kecil. Tanpa bicara pun Zahra langsung pergi ke lantai atas.


Faizal sontak kaget ketika melihat Zahra pergi dari hadapannya, karena Zahra biasanya tidak pernah seperti itu kepada Faizal.


Faizal berfikir karena ucapannya terlalu berlebihan, membuat Zahra sakit hati. Maka dari itu Zahra langsung pergi.


"Astagfirullah Faizal!! Padahal aku tadi hanya bercanda saja kenapa dia yang kesal juga, astaga" Gumam Faizal mengucak rambutnya.