MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA

MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA
Bab 23


Beberapa menit kemudian akhirnya Umi ,Zahra Dan Vina pun selesai melaksanakan Ibadah .


tiba-tiba Abi dan Faizal datang


"Assalamualaikum " Salam Faizal dan Abi


"Wa'alaikumussalam " Jawab Umi ,Zahra Dan Vina serentak .


Zahra bertanya kepada Vina dimana Nio Vina hanya menjawab dia pergi ke apotek beli perban tetapi sudah satu jam belum juga datang membuat ia khawatir. Akhir Vina pun izin menunggu Nio di ruang tamu dan biar Zahra di temani oleh Umi ,Abi ,dan Faizal.


Setelah Vina keluar dari kamar ,Vina sangattt khawatirrr karena Nio belum juga datang .


Tiba-tiba beberapa menit kemudian Nio pun akhirnya datang dengan wajah yang sangat lembam seperti di pukul .


"Assalamu'alaikum " Ucap Nio lemas


"Wa'alaikumussalam Niooooo!!! kamu kenapa???? Ya allah kenapa wajah mu,,," Ucap Vina di potong oleh Nio


"Udah udah gk papa .... " Jawab Nio akhirnya pingsan .


Vina pun Segera kekamar Zahra meminta tolong kepada Faizal untuk membawa Nio ke Rumah sakit karena tiba-tiba ia pingsan dengan wajah yang lebam.


"Zahhh ,,,, Ka Faizall ,Nio ,niooooo " Panik Vina


"Kenapa Nio?" Tanya Faizal dan Zahra


"Pingsann!! dan mukanya penuh lebam pukulan " Ucap Vina panikkk


Akhirnya Faizal langsung bergegas mengendong Nio ke mobil .Zahra ,Umi dan Abi tidak bisa ikut karena Zahra belum terlalu pulih dengan keadaan lengannya itu .akhirnya Vina dan Faizal lah yang membawa Nio ke rumah sakit.


Sesampai Di rumah sakit , Faizal membawa Nio langsung kedalam Dan sudah di tangani oleh dokter di ruang pemeriksaan .Vina terusss mondar mandir di depan pintuu karena sangat khawatir akan keadaan Nio.


Faizal hanya duduk di kursi dan berdoa di dalam hati semoga Nio tidak papa .


Beberapa menit dokter pun keluar mengatakan Nio seperti itu karena di keroyok oleh banyak orang dan dia tidak sanggup melawan nya ,akan tetapi dia akan baik-baik saja dan sementara waktu harus menginap di rumah sakit 3 hari untuk memastikan kepulihannya . Vina pun lega mendengar jika Nio baik-baik saja . Doketer juga memperboleh masuk melihat keadaan Nio.


"Ya allah apa yang sudah menimpa Nio " Ucap Vina dalam hati


tiba-tiba Nio sadar ,dan berteriak mengatakan nama Vina .Membuat Vina terkejut .


"Niooo sadarr" Ucap Faizal


"Zall....gueee gk akannn lepasinnn Vinaaa ,gueee harusssss adaaa bersama nya ,guee haruss jaga diaa Zall...." Ucap Nio


Vina yang duduk di kursi lnagsung berdiri sambil mendengarkan apa kata Nio itu seperti ada yang mengancam nya.


"Nio?" Ucap Vina


"Vinaaa " Ucap Nio


Faizal bingung apa yang di sampaikan Nio .


Vina pun bertanya mengapa dia mengatakan seperti ituu .


"Vina setiba aku di apotek memang aku merasa ada yang mengikuti ku dari awal tetapi aku tidak perduli itu dan langsung membeli perbannya sebelum aku naik mobil ,tiba-tiba belakang ku seperti di pukul balok dan itu membuat ku pusing ,setelah aku menghadap ke orang yang memukul ku ternyata orangnya bukan hanya satu melainkan 5 orang 4 orang laki-laki 1 orang perempuan dan herannya aku melihat Hana ada di situ ,setelah apa yang mereka lakukan ,Hana mengatakan setelah aku akan masuk rumah sakit dan menginap di sini Hana akan lebih mudah untuk mencelakai Vina dan Zahra .Karena yang di inginkan Hana hanya menjauhkan aku dengan Vina dan Zahra agar Hana lebih puas untuk mencelakai Vina dan Zahra ." Jelas Nio


Faizal mendengar nama Zahra pun membuat Faizal semakin khawatir karena keadaan Zahra belum lah pulih .


Vina mendengarkan itu membuat ia semakin emosi terhadap Hana ,ingin sekali ia bertemu dengan Hana tetapi ia tau kondisinya belum terlalu baik akhirnya ia memutuskan untuk tidak pergi .


Vina bingung bagaimana ia dan Zahra akan pergi ke kampus sedangkan Vina dan Zahra tidak bisa mengendarai karena tangan dang lengan mereka masih luka .


"Maaf Vina aku gk bisa jemput kalian ke kampus sedangkan aku terbaring di sini " Ucap Nio


"Gk papa Nio ,aku dan Zahra naik angkot juga bisa " Ucap Vina


Faizal pun tidak setuju jika mereka naik angkot ,akhirnya Faizal berjanji akan mengantar mereka ke kampus sampai tangan dan lengan mereka sembuh .


mendengar hal itu membuat Nio pun merasa legah dan aman jika bersama Faizal.