MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA

MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA
Bab 38


"Maaf bang" Ucap Zahra lirih sambil menenggelamkan wajahnya di dada Faizal.


"Sudah jangan menangis. Ayo kita beli susu Ultra Milk" Ajak Faizal melepaskan pelukannya dengan melihat istrinya.


"Hilyaaaa ikutt kak." Teriak Hilya dari anak tangga karena mendengar percakapan kakaknya dan kakak iparnya sambil berlari kecil menuju ruang tamu.


"Tidak!!" Jawab Faizal kepada Hilya.


"Ayo lah kak, Hilya sudah jarang sekali jalan-jalan dengan kakak dan kak Zahra." balas Hilya merengek.


"Hilya boleh ikut kok." Sahut Zahra menepis senyumannya. Hilya pun kegirangan. Faizal hanya bisa menghela nafas keselnya kepada Hilya padahal Faizal ingin sekali jalan berdua saja dengan istrinya.


"Zahra ambil tas dulu bang" Kata Zahra segera ke lantai atas, Faizal pun mengiyakan.


"Hilya jugaa mau ganti pakaian dulu" sahut Hilya menuntut Zahra.


" Cepatt jangan lama-lama" balas Faizal. kepada Hilya. Hilya pun mengiyakan.


Beberapa menit kemudian mereka pun berangkat tak lupa juga berpamitan dengan bibi Ayu.


"Bi saya berangkat dulu sama bang Faizal dan Hilya. Oh ya, Umi sama Abi dimana yah bi? " Tanya Hilya.


""Tadi Umi dan Abi lagi keluar sebentar non." Jawab Bibi Ayu.


"Kemana bi?" Sahut Faizal


"Tidak tau nak katanya ada keperluan mendadak." Jawab Bibi Ayu.


"Oh gitu bi, ya sudah Zahra tinggal sebentar yah bi" kata Zahra. Bibi pun mengiyakan.


"Assalamu'alaikum" Salam Zahra


"Wa'alaikumsalam non" jawab Bibi.


Faizal pun teerlebih dahulu naik ke dalam mobil di tuntut oleh Zahra dan Hilya. Zahra menginginkan Hilya duduk di depan sedangkan dia duduk di belakang.


"Sudah Hil, kamu duduk di depan saja, biar kakak di belakang." Ujar Zahra. Akhirnya Hilya pun duduk di depan dan Zahra duduk paling belakang.


Faizal kaget ketika melihat Zahra duduk di belakang.


"Kenapa tidak duduk di depan saja!!!" Ucap Faizal menghadap ke belakang arah Zahra.


"Sudahlah biarkan Hilya di depan bang, Zahra maunya di belakang saja." Jawab Zahra.


"Ya sudah kita tidak jadi jalan!" Ucap Faizal dengan kesal.


"Tuh kan Kak Zahra, mending di depan duduknya biar Hilya di belakang" Sahut Hilya.


Akhirnya Zahra pun mengiyakan.


"Kak Zahra" panggil Hilya.


"Iya ada apa"


"Ka Zahra kapan kasih Hilya ponakan?"


Hilya hanya diam saja karena dia sangat malu ketika di tanya tentang punya anak. Faizal sesekali melirik ke arah istrinya sambil menahan tawanya.


"Zahra katanya tidak mau" Sahut Faizal sambil menahan senyumnya seolah-olah mereka belum melakukannya. Zahra pun kesal mendengar perkataan suaminya.


"Apa benar di katakan ka Faizal?" Tanya Hilya kepada Zahra.


"Ti-Tidak Hil, Tunggu di kasih seadanya saja oleh Allah" Jawab Zahra.


"Semoga saja bisa dapat anak kembarr yah kak Zahra" Ucap Hilya berharap.


"a--amiin Hil" Jawab Zahra yangg masih kesal terhadap suaminya itu.


Sesampainya di supermarket ~


Mereka bertiga pun turun dari mobil dan seger masuk kedalamnya.


"Belilah apa yang kalian inginkan" Ucap Faizal.


Hilya dan Zahra pun kegirangan seperti anak kecil. Faizal menggelengkan kepalanya melihat tingkah 2 perempuan itu.


Zahra langsung mendekat ke arah kulkas yang penuh dengan susu dingin. Dia pun mengambil susu Ultra Milk sangat banyak.


Sedangkan Hilya mengambil banyak makanan ringan dan susu coklat.


Asiknya mereka berbelanja Faizal hanya menunggu mereka di depan kasir duduk di bangku yang sudah di siapkan.


Tak lama kemudian masuk lah seorang laki-laki ke dalam supermarket itu. Yang tak lain adalah Josua teman kampus Zahra.


Josua adalah teman sekampus Zahra tapi beda jurusan. Zahra mengambil Jurusan keagamaan bersama Vina Dan Nio. Sedangkan Josua mengambil jurusan Farmasi. Josua juga sangat tterkenal di kampus karena ke tampanannya itu sungguh membuat wanita-wanita selalu mencari perhatian kepada Josua. Bukan hanya ke tampanannya,juga karena prestasinya. Tetapi tidak ada yang bisa mengisi hatinya kecuali Zahra.


Oh ya mauu kabarin kalau aku buat novel baru nih judulnya "Melindungimu"


Alur ceitanya seperti


Fatima yang mempunyai trauma karena melihat ibunya di sakiti oleh Ayahnya. Dan sampai akhirnya dia memutuskan untuk tidak mau menikah dan berusaha menjauh dari teman laki-lakinya.


terus...


baca sendiri yah


jangan lupa dukungannya.